blog, kuwait, personal
Pemerkosaan paspor sebelum Civil ID selesai
March 18th, 2007
Paspor baru yang aku pakai berjumlah 48 halaman. Itu berarti ada 24 lembar. Di tiap negara yang kita datangi nantinya akan ada kertas atau cap yang biasa disebut visa. Yang jadi masalah adalah, orang-orang Kuwait yang mengurusi masalah kependudukan suka asal taruh. Dan bukannya urut berdasarkan halaman, malah lompat-lompat beberapa lembar.

Alhasil setelah Civil ID (KTP) di tangan, paspor sudah diperkosa kesana kemari hingga tersisa hanya 5 lembar. Berikut kronologisnya.
Visa kunjungan bisnis
Aku pergi dari Indonesia menggunakan visa kunjungan bisnis selama 1 bulan. Bukan visa kerja. Kemudian setelah sampai di Kuwait baru diurus untuk visa kerja. Sejak aku di Kuwait sampai sekarang, tercatat ada 6 buah lembar yang sudah menempel di paspor. Dan kesemuanya tidak beraturan!
Lembar pertama, datang dari kedutaan Kuwait di Jakarta. Waktu itu aku membayar 550 ribu untuk lembar bertuliskan arab dan hampir tidak bisa membacanya. Dan untuk mendapatkannya pun butuh waktu 1 bulan lebih bolak-balik datang beberapa kali ke sana. Seingatku, ada lebih dari 5 kali.
Lembar kedua adalah perpanjangan masa tinggal di Kuwait untuk 1 beberapa hari. Setelah dalam masa beberapa hari itu, aku diberikan surat keterangan jikalau nanti tertangkap polisi. Untunglah tak ada polisi yang enggan menyapaku. Hihihi… :D
Lembar ketiga adalah perpanjangan masa tinggal (lagi) selama 1 minggu. Dan setelah 1 minggu habis, lagi-lagi surat keterangan diberikan perusahaan.
Lembar keempat dan kelima juga begitu.

Sampai pada lembar keenam, akhirnya aku mendapatkan masa tinggal 1 tahun terhitung sejak 17 Februari 2007. Sebelum mendapatkan lembar keenam ini, beberapa kali aku keluar dari kantor untuk cap jari dan cek kesehatan. Kebetulan yang cek kesehatan waktu itu perawat dari Indonesia. Di Kuwait, banyak juga perawat yang berasal dari Indonesia.
Sejak tanggal 17 Februari itulah Civil ID mulai diurus. Dan baru sekarang, 18 Maret 2007, Civil ID ada di tanganku. Mabruk! 1 bulan adalah waktu yang cukup lama.
Jadi, dengan Civil ID ini, aku bisa mendaftarkan diri di Bank, membuat tiket terusan untuk naik bus, dan tak perlu lagi membawa paspor kemana-mana. Yang jelas, semua bisa aku lakukan. Bahkan untuk mencicil! Hihihi… *duh! kapan nabung yak*
Kesimpulan
Duh, lagi-lagi kok ngatain Kuwaiti yak. Pokoknya semua serba ribet dan riweuh. Bukan masalah duit. Tapi faktor malas. Berfikir ala kuwaiti yang paling berhubungan dengan ini diantaranya:
- Kerja itu hal yang sakral. Jangan pernah sentuh!
- Kerjain kerjaan lusa aja kalau kerjaannya bisa dikerjakan besok
- Kerjain sesedikit mungkin, dan suruh orang lain kerjain
- Kalau merasa seperti kerja, istirahat aja sesuka hati
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















idih…
kenapa capture nya hanya kena ‘TRIADI’ nya aja… D*** A*** nya mana…
*gak berani nulis lengkap ah…
ayo siapa yg mo melengkapi bintang2 di atas :P