blog
Permintaan maaf secara terbuka
April 27th, 2006
Manusia itu diciptakan secara sempurna. Tapi tak ada yang bisa menjadi sempurna untuk menjalani hidup. Bagiku, dan juga dalam agama yang aku anut, manusia yang paling sempurna adalah Rasulullah S.A.W. Juga masih dalam konteks agama yang aku anut, Manusia terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, tapi manusia yang melakukan dosa dan kesalahan tapi menyadarinya dan berjanji tidak melakukannya lagi.
Dalam beberapa hal, kadang rasa angkuh dan harga diri yang tinggi muncul dominan pada setiap manusia. Dan bisa juga rasa rendah hati dan sadar diri lebih dominan. Semua itu tergantung dari suasana hati, suasana lingkungan, dan faktor x lain, yang menyebabkan salah satu sifat manusia lebih dominan dibandingkan sifat yang lain.
Apalagi aku, yang hanya manusia biasa dan gampang terbawa suasana. Bisa saja dalam satu kesempatan tanpa aku sadari ternyata aku sudah menyakiti hati orang lain. Walau sebenarnya aku tak bermaksud seperti itu.
Tapi sudut pandang setiap orang berbeda. Maksudku menunjuk huruf A, tapi dari sudut yang lain aku terlihat seperti menunjuk B. Tapi, tetap saja aku salah, karena memancing orang lain untuk menerka-nerka dan akhirnya terkaan itu lebih ke arah yang tidak baik.
Dan selama ini, hubunganku dengan teman-teman berjalan dengan sangat baik. Mereka menghargaiku, mengerti aku, dan sayang padaku. Begitu juga aku dengan teman-temanku. Menjaga hubungan antar teman ternyata lebih sulit daripada mendapatkan seorang teman baru. Tapi lebih sulit lagi mencari pacar yang sesuai *halah*. Seperti juga ketika di sekolah dulu, mempertahankan rangking 1 lebih sulit daripada merebut rangking 1.
Dan karena kata-kataku, tanpa sadar aku telah menyakiti seseorang yang kebetulan pernah sangat dekat denganku. Walau tidak bermaksud demikian, tapi aku mengakui kalau kata-kataku itu memang rentan untuk dimengerti.
Bersama dengan tulisan ini, aku, dengan sangat rendah hati, tentunya setelah menaruh rasa angkuh di kotak sampah terdekat, memohon maaf atas kekhilafanku. Tak ada yang spesial dari mempunyai seorang teman yang telah mengerti bagaimana aku, dan begitu juga sebaliknya. Kamu, sekarang, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Namamu pernah terukir indah, dan akan tetap terukir.
Aku, akan selalu ada jika kamu butuhkan. Dan aku masih tetap menjadi temanmu. Tolong ingatkan aku jika aku memulai lagi kesalahan ini, karena nasehatmu bisa jadi masukan yang sangat berarti buatku.
Aku, kamu, dan dia, masih kuanggap teman-temanku. Dan untuk kesekian kalinya, aku minta maaf.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















*sensored*