Permintaan maaf secara terbuka

Manusia itu diciptakan secara sempurna. Tapi tak ada yang bisa menjadi sempurna untuk menjalani hidup. Bagiku, dan juga dalam agama yang aku anut, manusia yang paling sempurna adalah Rasulullah S.A.W. Juga masih dalam konteks agama yang aku anut, Manusia terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan, tapi manusia yang melakukan dosa dan kesalahan tapi menyadarinya dan berjanji tidak melakukannya lagi.

Dalam beberapa hal, kadang rasa angkuh dan harga diri yang tinggi muncul dominan pada setiap manusia. Dan bisa juga rasa rendah hati dan sadar diri lebih dominan. Semua itu tergantung dari suasana hati, suasana lingkungan, dan faktor x lain, yang menyebabkan salah satu sifat manusia lebih dominan dibandingkan sifat yang lain.

Apalagi aku, yang hanya manusia biasa dan gampang terbawa suasana. Bisa saja dalam satu kesempatan tanpa aku sadari ternyata aku sudah menyakiti hati orang lain. Walau sebenarnya aku tak bermaksud seperti itu.

Tapi sudut pandang setiap orang berbeda. Maksudku menunjuk huruf A, tapi dari sudut yang lain aku terlihat seperti menunjuk B. Tapi, tetap saja aku salah, karena memancing orang lain untuk menerka-nerka dan akhirnya terkaan itu lebih ke arah yang tidak baik.

Dan selama ini, hubunganku dengan teman-teman berjalan dengan sangat baik. Mereka menghargaiku, mengerti aku, dan sayang padaku. Begitu juga aku dengan teman-temanku. Menjaga hubungan antar teman ternyata lebih sulit daripada mendapatkan seorang teman baru. Tapi lebih sulit lagi mencari pacar yang sesuai *halah*. Seperti juga ketika di sekolah dulu, mempertahankan rangking 1 lebih sulit daripada merebut rangking 1.

Dan karena kata-kataku, tanpa sadar aku telah menyakiti seseorang yang kebetulan pernah sangat dekat denganku. Walau tidak bermaksud demikian, tapi aku mengakui kalau kata-kataku itu memang rentan untuk dimengerti.

Bersama dengan tulisan ini, aku, dengan sangat rendah hati, tentunya setelah menaruh rasa angkuh di kotak sampah terdekat, memohon maaf atas kekhilafanku. Tak ada yang spesial dari mempunyai seorang teman yang telah mengerti bagaimana aku, dan begitu juga sebaliknya. Kamu, sekarang, dan sampai kapanpun akan tetap menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Namamu pernah terukir indah, dan akan tetap terukir.

Aku, akan selalu ada jika kamu butuhkan. Dan aku masih tetap menjadi temanmu. Tolong ingatkan aku jika aku memulai lagi kesalahan ini, karena nasehatmu bisa jadi masukan yang sangat berarti buatku.

Aku, kamu, dan dia, masih kuanggap teman-temanku. Dan untuk kesekian kalinya, aku minta maaf.

No related posts.

Kategori: blog

 

30

Komentar

Gravatar
 

oranglain @27.04.2006

*sensored*

 
 
Gravatar
 

golda @27.04.2006

apologize accepted

 
 
Gravatar
 

wandira @27.04.2006

Masalah kado yah ? …. halah sok tau

 
 
Gravatar
 

Iang @27.04.2006

garisnya gak pas ama tulisannya neh..

*salah pokus*

 
 
Gravatar
 

Ben @27.04.2006

wah… urusan AAN lagi… :))

 
 
Gravatar
 

ganteng @27.04.2006

ya ya.. maafnya saya terima kok, sudah.. sudah.. ngga perlu sampe sungkem2 gitu ah

 
 
Gravatar
 

markum @27.04.2006

Aan mana? koq gag kliatan?

 
 
Gravatar
 

aRdho @27.04.2006

ganti layout lagi?!!??!

*terkejut*

 
 
Gravatar
 

Jauhari @27.04.2006

masalah layout ya? :D

 
 
Gravatar
 

andriansah @27.04.2006

permintaan maaf karena blom traktir saya terima, tapi traktiran tetap di tunggu

 
 
Gravatar
 

Riky Kurniawan @28.04.2006

Sorry seems the hardest word in the world, but you did it..that’s a point

 
 
Gravatar
 

Yanuar @28.04.2006

Salah itu Normal…

yang nggak Normal adalah salah tapi tidak mengakui Kesalahannya…
Bersyukur aja udah inget dats….

 
 
Gravatar
 

pandri @28.04.2006

iya.. iya.. tapi janji yah jangan diulang lagi? *lho???* wass.

 
 
Gravatar
 

dedenf @28.04.2006

*tendang AAN*
you’re a brave man
*tendang AAN lagi*

 
 
Gravatar
 

goiq @28.04.2006

sep dats… itu baru gentle… mau mengaku salah dan meminta maaf itu sangat bijak.. pas deh buat umur lo yang mulai senja… gyahahaha *kabor*

 
 
Gravatar
 

arjuna @28.04.2006

makanya, urusan dapur rumah tangga ga usah diumbar di publik :P

 
 
Gravatar
 

Bi[G] @28.04.2006

loh? thread kopdar with aan masih berlanjut toh? huehauehae..

tub: nggak diumbar di publik tapi di umbar di status YM gpp yah? :D

 
 
Gravatar
 

ariwwok @28.04.2006

maafkan aku karena tidak datang pas makan2 ultah.. *halah!*

 
 
Gravatar
 

macnoto @28.04.2006

pertahankan prestasimu *catatan dari buku rapor…. halah!

 
 
Gravatar
 

endhoot @28.04.2006

komen ah…

 
 
Gravatar
 

Junkerz side B @28.04.2006

saya perlu komen ndak ya?

ah…no komen aza…

yuk kita kemon…

 
 
Gravatar
 

geblek @29.04.2006

makanya utang dibayar dats

 
 
Gravatar
 

Indrayana Tirtayasa @29.04.2006

Akhirnya engkau mengakui juga bahwa kelakuanmu mencuri bandwidthku kemarin itu adalah perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan sangat menyimpang dari pengamalan butir-butir Pancasila.

 
 
Gravatar
 

bhq @01.05.2006

yo le, sing ati-ati dadi wong lanang :P

 
 
Gravatar
 

vnuz @01.05.2006

Hayyah..

YATRTâ„¢ lagi..

*menyingkir*

 
 
Gravatar
 

arie @02.05.2006

hemmmm
waktunyaaa jalan jalannnn dan berlibuRrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

 
 
Gravatar
 

juxta @04.05.2006

permintaan scr tertutup mungkin pake sungkem, mbayar utang, dll … ^_^ peace bro …

 
 
Gravatar
 

ayubcharter @22.05.2006

MAAF….MAAF….MAAF..
Cuma numpang lewat.
He…he…

 
 
Gravatar
 

ayubcharter @22.05.2006

Sekali lagi maaf….kanlah
karena ku….
cuma ingin berbagi kok.
http://www.awaktanyoe.blogspot.com
http://www.ayubcharter.googlepages.com/gallery

 
 
Gravatar
 

wingoke @26.07.2006

wehhh…. jadi ikut sedih pak… :(
(meski telat !!) :D

 
 

Maaf, form komentar saya tutup. Jika ada pertanyaan atau pendapat, langsung saja ke halaman kontak.