Akhirnya aku bisa pulang kota lagi untuk bertemu orangtua dan teman-temanku. Istilah pulang kota dipopulerkan oleh pakde Kere Kemplu untukku, karena tidak mungkin disebut pulang kampung kalau kampung tersebut adalah Jakarta. *halah*
Konsekuensi untuk tinggal beberapa hari di Jakarta sangatlah berat. Salah satu hal yang terberat adalah aku tidak punya hari libur, walaupun itu Sabtu dan Minggu. Karena load kerjaan yang tadinya untuk 2 orang (aku dan mas Adi) menjadi sepenuhnya tanggung jawabku.
Rencananya, Jumat malam aku berangkat dari Bali (masih rencana, karena menunggu tiket murah yang akan dipesankan untukku. Dan nanti malam adalah batas waktunya) dan kembali lagi ke Bali Selasa malam. Jadi, aku punya kesempatan 4 hari untuk berada di Jakarta yaitu Sabtu, Minggu, Senin dan Selasa.
Tinggal jauh dari orangtua itu aku pikir baik, karena kita belajar untuk melakukan semuanya serba sendiri. Bukan berarti saat aku di Jakarta semua tidak aku lakukan sendiri. Belajar untuk mandiri itu ternyata sangat penting. Tidak lagi tergantung kepada orangtua, membangga-banggakan kekayaan orangtua, dan berdiri sendiri atas semua masalah.
Teman-temanku di sini (di Bali) bilang kalau aku tambah gemuk dibandingkan saat aku pertama kali datang. Tentunya ini jadi sebuah angin segar untukku, karena selama di Jakarta rasanya susah sekali untuk menjadi agak gemuk, apalagi gemuk. Tanya kenapa?
Oleh-oleh?
Ah, kali ini maaf, tidak banyak oleh-oleh yang aku bawa. Hanya beberapa orang saja yang bisa aku bawakan. Rencananya aku tidak mau membawa koper, cukup leptop, kamera, satu buku, dan beberapa baju yang ada di dalam tas. Beberapa oleh-oleh akan aku tenteng dengan kantong kresek rasanya sudah cukup.
Makanan
Berikut list makanan yang nantinya HARUS aku coba setelah sampai di Jakarta. Di Bali, jarang ada makanan yang cocok dengan seleraku… :(
1. Daeng Tata. Fahmi, kau masih berutang 2 porsi! :))
2. Pecel buatan nyokap. Rasanya gag ada yang bisa ngalahin!
3. Gado-gado. Gado-gado di Bali rasanya aneh!
eh, kita ketemuan yuk!
No related posts.
iwan @30.07.2006
wah mas didat,
balik ke jakarta ya.
kesian sih gadis2 bali ditinggalkan… haha
(gurau2 saja)