blog, kuwait, personal

Review Makanan: Shawarma dan Chicken Chili

January 8th, 2007

Makanan Arab
Makanan yang beredar di Arab memang rasanya agak aneh. Tawar, dan rata-rata bumbunya juga aneh. Beruntung aku tinggal dengan keluarga Indonesia, jadinya di rumah aku selalu bisa memakan masakan Indonesia. Siapa sangka, akhirnya aku bisa merasakan lagi rasanya lotek dan karedok.

Shawarma

Shawarma

Di Jakarta disebut Kebab, dan di Arab kita menyebutnya Shawarma. Sekilas, memang tidak ada perbedaan antara Kebab di Jakarta dan Shawarma di Arab. Salah satu perbedaannya hanya terletak pada daging yang digunakan.

Kebab di daerah arab sangat identik dengan daging kambing. Mungkin itulah sebabnya kenapa di Jakarta diberi nama Kebab. Sedangkan Shawarma hanya punya 2 pilihan daging, ayam dan sapi.

Harganya? nah, ini yang jadi masalah. Aku gak tau berapa harganya, karena selama ini dikasih. Hehehe… :D

Rasanya? Enak walaupun tanpa saos. Tapi akan jauh lebih mantap jika menggunakan saos. Ya iyalah, dikasih…. Hihihi… :D

Chicken Chili

Chicken Chili

Chicken Chili berasal dari India. Di setiap restoran India, pasti bisa menemukan menu ini. Biasanya Chicken Chili menjadi satu dengan Capati. Capati adalah tepung (atau terigu?) yang dipanggang sehingga menjadi padat dan berbentuk bundar.

Chicken Chili adalah ayam yang dipotng-potong kecil, kemudian diberi bumbu agak pedas. Masalah selera pedas orang-orang di Kuwait dengan Indonesia, ternyata sangat berbeda jauh.

Pernah saat membeli Chicken Chili, aku iseng-iseng bertanya tentang makanan yang mereka anggap pedas. Setelah melihat wujudnya, aku putuskan untuk membeli satu. Sang penjual dari awal sudah mewanti-wantiku untuk berhati-hati memakannya.

Becareful, it’s spicy” katanya.
That’s why I want to try it, right?” jawabku.

Di gigitan pertama, aku memang merasakan rasa pedas, tapi hanya sedikit. Merasa kurang pedas, aku tanya tentang saos yang ia punya, karena terlihat dari tempatku berdiri.

Can I have that ketchup? the big one” tanyaku sambil menunjuk.
Not enough spicy, huh?” jawabnya sambil mengambilkan saos tomat yang aku minta.
In Indonesia, we called this sweet. Hahaha” jawabku sambil tertawa, dan dia hanya geleng-geleng kepala.

Siap sedia Saos

Karena rata-rata makanan Arab tawar, maka saos menjadi hal yang wajib ketika melakukan wisata kuliner. Kadang memang disediakan saos Arab. Aku menyebutnya saos arab karena tulisannya arab. Hahaha. Saos arab ini rasanya sangat asam. Tidak ada rasa pedas sama sekali, bahkan malah memperburuk rasa makanan.

Tempat-tempat makan seperti Mc. Donald dan KFC biasanya hanya menyediakan saos tomat. Saos tomat bagiku tidak pantas disebut saos, karena memang tidak menambah rasa pedas.

Jadi, beruntunglah saos Indofood masih tersedia di supermaket yang berada di Kuwait. Harganya sekitar 360 fils (setara sekitar 10 ribu rupiah), jadi selama ini aku pasti menyediakan saos di kantor dan rumah. Jika berniat melakukan wisata kuliner, maka saos dari kantor harus dibawa! Hihihi… :D

Ya, ya, aku tambah gemuk di sini. Sampai rasanya agak sulit untuk duduk bersila. *doh*


Share:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

  • bodytext
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Ma.gnolia
  • StumbleUpon
  • Technorati

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog


54 Comments


Gravatar
#1. cahyo » 08.01.2007

pertama ya mas didats…:-D

wah…lihat makananya jadi pengen berbuka. kebetulan lagi puasa. huh…dosa ditanggung mas didats !

Gravatar
#2. dewi » 08.01.2007

tambah gemuk?? ga kebayang..segimana gemuk? di bali ajah dah mendekati bulet.. hehehe.

Gravatar
#3. Fany » 08.01.2007

Jadi, beruntunglah saos Indofood masih tersedia di supermaket yang berada di Kuwait.

Didats nyambi jadi sales Indofood?

Loh Chicken Chili nya berapa harganya? Dikasi juga yak, jadinya gak tau juga harganya :P

Gravatar
#4. anima » 08.01.2007

hayah :))

kirim ke bali dong bli! pengen neeh *drools*

Gravatar
#5. edwin » 08.01.2007

iya, bener…jgn lupa bekel saus dr Indonesia plus Indomie jg kalo udah nggak nemu bgt masakan Indonesia…biasa-nya kalopun ada Indomie, rasa-nya bakalan beda karena di-sesuai-in sama selera lokal…beruntung-lah dikau tinggal sama keluarga Indonesia…tapi biasa-nya jg di Indonesian Embassy suka ada yg jualan makanan Indonesia tuh…eh, tapi nggak semua embassy kali ya…

Gravatar
#6. kelenting kuning » 08.01.2007

Chicken Chili adalah ayam yang dipotng-potong kecil ==>

eh ini salah pengetikan :P
tumben ada yang salah ngetik
usually you type perfectly.

Gravatar
#7. simpatisan » 08.01.2007

” akhirnya aku bisa merasakan lagi rasanya lotek dan karedok “

ini orang Indnya pst orang sunda, soale klo di jkt lotek itu namanya gado”, sejak kapan dats kmu tau lotek ?…xixixi..*kabur*

Gravatar
#8. Anang » 08.01.2007

beh malih luwe ngene ki aku kang… tulung di kirim liwat pos ke alamatku yo hehe..

Gravatar
#9. aRdho » 08.01.2007

sejak kapan saos tomat itu pedes?

Gravatar
#10. DShock » 08.01.2007

huaaaaaa….. llluuuuaaapppeerrrrr….

Gravatar
#11. oon » 08.01.2007

makan-makan

Gravatar
#12. azfaaziz » 08.01.2007

wah tambah gemuk yahh???
harga syawarma cuman rubu’ kok (250 fills) dan uenakk khan???

Gravatar
#13. husein » 08.01.2007

makanan arab perasaan yang enak cuma kebab doank, yg laen kaya ga ada rasanya gitu.. hehehe

Gravatar
#14. didats » 08.01.2007

#2 tapi masih ehem-ehem kok wi… kekeke.. :D

#3 kali aja dapet gratis getoo.. :D
harga ciken cili, 250 fils sama 2 capati. ya sekitar 7000an lah..

#5 buset. masa ada yg jualan di embassy.. hihihi

#6 ups. maap.. :D

#7 bokap kan orang sunda, jadinya dulu waktu kecil sering maen ke bogor dan beli lotek atau karedok.

#9 nah itu, gag ada yg bilang. daripada pilihan antara saos arab sama saos tomat, mending saos tomat deh..

#12 ini maksudnya mau traktir ya? hihihi… :D

#13 emang yg udah dicobain apaan aja?

Gravatar
#15. geblek » 08.01.2007

lempas saos pedas ke didats ah

Gravatar
#16. IndraPr » 08.01.2007

Itu roti shawarma-nya mirip roti prata kalo disini yah.

Disini juga ada chicken chili, pasti lebih pedas dibandingkan disana. :)

Gravatar
#17. buchin » 08.01.2007

Waduh enak banget nih. Sekarang gw lagi lapar. Nyamm

Gravatar
#18. vnz » 08.01.2007

jadi ngiler sendiri…

Tapi sejak kapan Saos berarti sambal??

Gravatar
#19. Martin Chandra » 08.01.2007

OOT. Themes baru ini gak di-share ke publik ya mas?

Gravatar
#20. Luthfi » 08.01.2007

pusing gw tiap kali ke sini, kotak komennya pindah2 mulu’

Gravatar
#21. Hedi » 08.01.2007

ah jadi pingin makan kebab nih, udah lama ga makan itu :D

Gravatar
#22. -f » 08.01.2007

tambah makmur dong :d *tunjuk paragraf trakhir*

Gravatar
#23. edwin » 08.01.2007

iya, bro…waktu gue di-asing-kan ke Beijing…di Indonesian Embassy ada yg jualan Indomie dan saos2 Indofood…barang-nya di-bawa dr HongKong…harga-nya emang jd lebih mahal tapi yg nama-nya “rasa” nggak bisa di-salah-in…apalagi udah lama bgt nggak nemu masakan Indonesia…

mmhhh…peluang bisnis sih sebener-nya…buka Warung Masakan Sunda aja, bro di sana…

Gravatar
#24. firman firdaus » 08.01.2007

lama ga mampir, dah ganti muka lagi. sekarang newspaper-look emang lagi ngetren ya? hehe…

Gravatar
#25. Yanuar » 08.01.2007

busyyeeettttttttttt……..
Sampe nggak bisa duduk gara2 enDut.
untungnya disono Water Closednya (WC WC) duduk…
coba kalau jongkok dats…
he.he.he.

Gravatar
#26. jalansutera » 09.01.2007

kok gak cerita makanan yang berkuah, dats? misalnya sup atau gulai kambing gitu. ada nggak?

Gravatar
#27. Deny » 09.01.2007

tambah gemuk = tambah sejahtera.

post berikutnya usul dong,
bahas khusus soal cewek-cewek kuwait dilengkapi dengan sebanyak-banyaknya screenshot :D

Gravatar
#28. Irwan » 09.01.2007

Dats, skrinsot orang yang agak-sulit-untuk-duduk-bersila itu mana??? :D

Gravatar
#29. puty » 09.01.2007

wah, didats sekarang di kuwait… asik ya… dan aku ngiler itu ngeliat makanannya… :) pedesnya kuwait manisnya indo? kirim dong dats, icip2… :D

Gravatar
#30. Jauhari » 09.01.2007

Enak?

Gravatar
#31. leah » 09.01.2007

kulo nuwun… permisi mas.. hehehe
memang beratnya brp kg koq sampe duduk bersila aja ga bisa :P

Gravatar
#32. -tikabanget- » 10.01.2007

*laper…*

Gravatar
#33. Adi » 10.01.2007

dasar fat-bastard! mbok ya bagi-bagi lemaknya ke aku

Gravatar
#34. Paman Tyo » 10.01.2007

Dats, kamu nggak bekal sambel dari Jkt?

BTW, kamu share MP3 lagu Arab yang lagi ngetop di Kuwait dong…

Gravatar
#35. daku » 10.01.2007

jangan terlalu banyak makan makanan India. entar keringatnya bau apek+asem. biar gemuk, tapi jangan bau deh…

Gravatar
#36. joni » 10.01.2007

wah sampe juga chapati ke kuwait ya :p

betul sekali, sama dengan yg kami alami di india mas.. kami bawa saos, sambel, kecap sachet dari indo. gak ada rasa saos disini.

Salam.

Gravatar
#37. Emma » 10.01.2007

shawarma & chicken chili banyak di jual di Jakarta koq Dats, dan memang beda dengan kebab, kamu kurang nih wisata kuliner nya di Jakarta…

Gravatar
#38. joni jontor » 10.01.2007

wah mas didats harus lebih pelan makannya, jangan buru-buru makannya. Dibalik rasa tawarnya itu ada rasa bumbu yang special khan? coba makannya pelanan dikit trus kalo bisa semua lidah kena, pasti ok punya, kalo ciken cili enak juga, bumbu indianya itu yg khas, rempah n kareee mulu. apapun makanannya, kuahnya kare :)) Salam Kenal

Gravatar
#39. ndah » 10.01.2007

Makanan brlemak - ga ada acara bike2work lagi ==> klop dah membulatkan seorang didats:D, gpp dats..kan masa prtumbuhan….(kesamping&kedepan)

Gravatar
#40. mina » 11.01.2007

dat, bukannya shawarma dan kebab adalah 2 makanan yang beda? isinya sama tapi modelnya berbeda. kalo kebab digulung, shawarma berbentuk mirip sandwich. bener gak yah?

Gravatar
#41. didats » 11.01.2007

#19 rencana ada. tapi tunggu hari aja… :P

#20 skrinsot… skrinsot…

#23 gag deh.. :P

#26 makanan berkuah di sini ya kare mas.. lagian aku gag ngerti.. :P dan gag suka.. :D

#31 husssss jangan kenceng2… ini udah mau 80kg.. :P

#33 makanya mas, makan terus… pikiran juga harus seneng terus..

#34 gag ngerti pakde…
nanti aku kasih link deh untuk lagu2 arab

#35 kaya kenal deh dari cara nulisnya…
aku ga terus2an makan makanan india kok. itu sekali2nya aja.. blom tentu sebulan sekali… lagian mending makan di rumah

#37 hehehe… emang.

#38 kayaknya tetep kaga kerasa dah.. kekeke… :P

#39 *timpuk sendal jepit*

#40 memang beda mba. tapi hampir mirip… *duh laper*

Gravatar
#42. Irma Citarayani » 11.01.2007

hehe..iya ya, didats jadi terlihat lebih ndut, makmur deh di negeri arab, tapi ingat bahaya kolesterol euy!!

Gravatar
#43. joni jontor » 11.01.2007

bos, yg soal arabian net dah aku link blog ente, jadi buru-buru dikeluarin postnya biar pemirsa ga penasaran :))

Gravatar
#44. didut » 12.01.2007

aduh jadi pengen kesana, gw juga penggila kebab!!! tp aslinya kebab tuh bukan daging domba ya??

Gravatar
#45. ndoro kakung » 12.01.2007

dats, kamu tinggal di kota jablai? wih, kota yang aneh … :D

Gravatar
#46. agung » 13.01.2007

wah kayaknya enak-enak ya makanannya, pindah ke Jakarta jadi ga nafsu makan sih, masakannya manis-manis lagi

Gravatar
#47. wiedy batara » 13.01.2007

di holland shoarma/ kebab rata2 harganya 5 euro. porsinya kuli. sayang sekali ga bisa pesen separo. soale sering ga abis.

Lam kenal dari wageningen, holland

Gravatar
#48. Mira » 13.01.2007

Bacanya jadi laper. Dats, aku seneng denger kamu nambah endut..hihihihi..artinya betah kan?

Gravatar
#49. ShOFa » 14.01.2007

duhh lum makan lg..
liyat makanan enak uhhh..

Gravatar
#50. trisno » 14.01.2007

kok berubah themenya? kerenan yang dulu boss!
Kapan mau main ke Dubai? Let me know…di sini ada resto indonesia….di kuwait ada nggak?

Gravatar
#51. dedenf » 14.01.2007

Ya, ya, aku tambah gemuk di sini. Sampai rasanya agak sulit untuk duduk bersila.

hihihihihihi

Gravatar
#52. iRene » 14.01.2007

uhuk..uhuk..
*ketularan batuk ma bang didats*

Gravatar
#53. Nur M » 03.05.2007

Hmm paling enak lagi Chiken 65 (sixty five) dats atau Chiken Paham, tapi memang mesti dengan kecap atau saos dari Indonesia

Gravatar
#54. SendokGarpu.com » 22.08.2007

hm…. it makes me hungry anyway… gimana makanan disana ok ok gak didats? apakah pedas makananya? :D pasti kari2 semua ya?

Leave a Reply




Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog