October 16th, 2005

Lagi-lagi hasil review tempat makan di Jakarta! Hihihi. Sepertinya aku harus buat kategori baru untuk hal ini… :D *lirik kategori*

Selama bulan Ramadhan tahun ini, aku banyak diajak untuk berbuka puasa bersama. Dilihat penting atau tidaknya, aku pikir ini adalah sebuah ajang untuk saling kumpul dengan teman-teman dan ajang mengakrabkan diri antara satu dengan lainnya. Dimulai dengan makan bebek goreng, lalu bebek bakar pondok suryo (bukan roy suryo, Hi Roy!) di Jl. Senopati, dan terakhir, bersama teman-teman dari lab di sebuah warung sederhana, Saung Deplu.

Sebetulnya, rencana kami adalah Daeng Tata. Tapi karena hujan cukup lebat, maka niat itu ditangguhkan terlebih dahulu. Mereka (teman-teman lab) tertarik untuk mencoba karena beberapa kali aku menulis tentang Daeng Tata, dan makin membuat mereka penasaran. Kami bertujuh, dengan satu orang wanita yang paling cantik. Ya jelas, cuma dia yang wanita kok! (Hi Iyang!™). Tadinya, aku ingin mengajak satu lagi anak lab yang wanita untuk menemaninya, tapi sayangnya semua anak lab sedang rapat.

Konstruksi tempatnya persis dengan Dapur Sunda (Hi Cintah!), yaitu dikelompokkan dalam rumah kotak mirip dengan rumah-rumahan di sawah. Letak Saung Deplu agak jauh dari pusat Jakarta, lagipula memerlukan pengorbanan yang lebih untuk mencapainya. Tapi bagi orang Ciledug dan sekitarnya, tempat ini cukup mudah dijangkau. Jadi, untuk nilai strategisnya kuberikan nilai 60 saja, karena Ciledug adalah daerah macet.

Saung Deplu
Saung DepluTempatnya bersih dan nyaman. Disetiap kotak rumah disediakan satu meja, satu lampu, dan satu kipas angin besar diatasnya. Tidak lupa sebuah bel untuk memanggil pelayan. Tiap kotak rumah bisa memuat sampai dengan 8 orang. Tata letaknya memang disusun semirip dengan Dapur Sunda, walaupun tidak semewah Dapur Sunda, tapi dari segi tempat, kebersihan, dan kenyamanan boleh diadu. Jadi, untuk tata letak, kebersihan, dan kenyamanan aku berikan nilai 80!

HargaSetelah tata letak, aku beralih ke masalah harga. Jika dibandingkan dengan Dapur Sunda, Saung Deplu mematok harga yang relatif murah. Cukup standar untuk seorang pegawai biasa sepertiku. Kalau Dapur Sunda, kupikir sangatlah mahal dan tidak cocok untuk ukuran kantongku, walaupun kenyamanannya hampir sempurna. Untuk Saung Deplu, aku berikan nilai 75 untuk harga standar yang mereka tawarkan.

Tidak ketinggalan masalah rasa. Lagi-lagi kubandingkan dengan Dapur Sunda, karena memang tempat ini benar-benar mengikuti semua yang ada di Dapur Sunda. Rasanya tak beda jauh dengan Dapur Sunda, lumayan enak! Oh ya, jangan lupa memesan cumi dengan saus padang! Rasanya enak sekali! Untuk rasa, kuberi nilai 80!

Hal terpenting lainnya adalah masalah pelayanan. Aku cukup memaklumi keadaan mereka yang cuma terdiri dari sekitar 5 sampai 7 orang dan harus melayani pengunjung yang cukup banyak tadi. Yang kulihat, mereka seperti kewalahan. Terang saja, pengunjung cukup penuh tadi, kira-kira bisa mencapai 50 orang. Untuk hal ini, kuberikan nilai 50. Kok rendah? lah iya, tadi kita sempat menunggu hampir 1 jam! Untunglah kami semua adalah laki-laki sabar. Bahkan ada yang lebih sabar lagi, menunggu makanan datang kurang lebih satu setengah jam! Hi Siwa!™

Kesimpulannya, tempat ini patut dicoba! Duh, kok sekarang blog ini isinya review tempat makanan ya, hihihi. Ada tempat yang butuh di review? silahkan, asalkan Halal…

Foto Bareng
Lihat, siapa yang paling ganteng… Hihihi… ;)

Related posts:

No related posts.



Kategori:blog



18 Responses

  1. PERTAMA…!!
    CIHUYY….

  2. Kedua!! Yay!!

    Wah, Didats suka makan ya..
    Hati-hati.. entar jadi gendut lho..!!

    (wah, jadi ga ganteng lagi donk kalau gendut.. hehe..)

  3. rendy says:

    tanpa mentraktir warga gajah adalah BASBANG!

  4. endhoot says:

    setujuhhhhhhhhhh ama Rendy!

  5. lita says:

    “kotak rumah”? kenapa ngga bilang aja “saung”? kayanya ngga akan dimarahin pak polisi EYD deh.
    btw, Saung Deplu ada hubungannya ama Dept. Luar Negeri gak?

  6. Alle Indra says:

    Iya nih, makan muluk perasaan, .. Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … Makan … …. *lagi nunggu kapan ya di ajak ama mas didats*

  7. hericz says:

    Jadi kapan ngjakin anak kampung makan-makan disono dats?

  8. frozi says:

    #7 bener tuh!
    kapan?

  9. dedenf says:

    test… test……

    MANA MAKAN-MAKANNYAAAA!!!!!!

    .demikian

  10. chaca says:

    effect ditinggalin suster……….kekekekekkk

  11. ronn says:

    didats, kapan-kapan kalau anda libur di Singapura, saya traktir sup tulang yang negetop di Beach Road…

  12. achmadi says:

    duoh….

    disini ada macem gitu, tapi berbau lele… enak loh bumbunya :D

  13. andriansah says:

    eh jaketnya bagus tuh? jaket klub kampus yah? minta dong… hehehehe

  14. rinz says:

    alamatnya dimana sih?blh tau tidak?

  15. Reh Franciska says:

    Kamu suka review tempat makan ya ? Kebetulan gue lagi nyari freelancer utk review tempat2 makan nih. Kalo tertarik, email gue ya. Thanks. (Reh)

  16. aniek says:

    Hii..
    Boleh tanya gak?
    saung deplu dimana ya lokasinya??? hehhehhe

    Tenkyu

  17. nia says:

    1st,mu numpang nanya2 neh mas…
    boleh donk… =)
    gw baru aj lulus,skrg lg gawe di salah satu developer..
    kyknya suka jln2 sambil nyari tempat makan y?
    klo ad informasi tentang rumah makan yang harganya terjangkau & keliatan bermodal ;P
    boleh donk informasinya….
    lengkap yak,biar bs dihub lgsg..
    thx yak…
    hehehee…. =P

  18. chynta says:

    tolong dong kasih alamat lengkap tentang saung deplu ini…
    trimsss ya…..