blog, kuwait, personal
Sampai di Kuwait
December 5th, 2006
Tepatnya 2 hari yang lalu, Minggu 3 Desember 2006 pukul 9.30an (waktu Kuwait) aku sampai. Ketika keluar dari pesawat, langsung saja hawa dingin menusuk. Hawa dinginnya melebihi dari hawa dingin di puncak. Bahkan bisa 3 kali lipat hawa dingin di puncak.
Sedangkan aku hanya membeli 2 baju hangat saja. Itupun baju hangat untuk ukuran suhu di puncak. Suhu yang tertera pada layar saat itu 15 derajat celcius. Kalau di malam hari bisa mencapai 5 derajat celcius.
Perbedaan waktu juga cukup mencolok. Jika di Kuwait pukul 8 pagi, maka di Indonesia pukul 12 siang. Ada perbedaan waktu 4 jam.
Mata Uang
Mata Uang Kuwait adalah Kuwait Dinar (KD). 1 KD itu setara dengan uang 31 ribu rupiah. Paling besar di dunia. Bahkan Euro pun kalah tinggi dengan KD.

1 KD itu terdiri dari 1000 fills. Fills mungkin bisa kita samakan dengan sen. Koin pecahan paling kecil adalah 1 fills, tapi sudah sangat jarang beredar. Yang paling sering adalah pecahan 5 fills. Kalau di Indonesiakan, maka 1 fills hampir setara dengan uang receh 31 rupiah.
Maka dari itu, koin di sini tidak seperti di Indonesia, yang dengan gampangnya kita bisa kumpulkan, bahkan andai koin itu jatuh pun kita agak malas untuk mengambilnya. Nah, karena koin di Kuwait berharga, jadi tidak ada cerita orang nemu koin di jalan… hihihi… :D
Uang kertas paling kecil nilainya adalah 1/4. Yaitu setara dengan 250 fills, jika dirupiahkan sebesar 7750. Sedangkan uang kertas pecahan paling besar adalah 20 KD. Lebih dari 600 ribu rupiah. Nah! kalau pecahan ini hilang, nyesek juga hilang duit segitu…
Indonesia = pembantu
Kasihan kita ya, dari data yang ada, di Kuwait wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekitar 40 ribuan. Dari cerita-cerita yang aku dapat dari sesama orang Indonesia di sini, mereka banyak mendapati anggapan yang sangat salah, yaitu Indonesia adalah negara pembantu.
Nah, dari sedikit pengamatan, orang-orang Filipina bekerja di restoran sebagai kasir atau pelayan. Yang notabene, harus mempunyai keahlian berbahasa Inggris. Cerita menarik ketika aku pergi ke sebuah restoran yang aku lupa namanya.
“Good afternoon Mr, what would you order?” tanya seorang pelayan restoran.
“Give me number 4, please” jawabku.
“Where are you come from Mr.? Your face looks Asian people” tanyanya lagi sambil menyiapkan pesananku.
“Indonesia. How about you?” tanyaku.
“Filipin… I thought you’re come from Malaysia” jawabnya.
“And I thought you’re Thai. Hehehe” jawabku lagi.
Dunia IT di Kuwait
Pengamatan jarak pendek, orang-orang India cukup menguasai dunia IT di Kuwait. Padahal jika boleh sombong sedikit, keahlian orang-orang Indonesia masih diatas mereka. Jadi sebenarnya kesempatan saja yang belum kita dapatkan. Masalah kemampuan, sudah tidak usah ditanya lagi.
Pemuda dan pemudi Kuwait
Rata-rata dari mereka menguasai 2 bahasa. Inggris dan Arab. Bahasa Arab sehari-hari yang dipakai juga bahasa prokem. Tapi entahlah, aku tetap tidak mengerti bahasa mereka. Mungkin perlu beberapa tahun lagi? :D
Disini tidak ada yang namanya pacaran. Untuk mencari suami atau istri, mereka biasanya dijodohkan. Yang sulit adalah, wanita Kuwait TIDAK DIPERBOLEHKAN menikah dengan orang asing. Dan untuk pria Kuwait, BOLEH. Ah, Siyal!
Dari segi gaya, Kuwait hampir mirip Indonesia. Yang wanita pergi ke salon, berdandan, memakai pakaian ketat. Tapi memang lebih banyak wanita berjilbab di sini. Dan rata-rata wanita lokalnya cantik-cantik euy…
Mobil dan tempat parkir
Mobil menjadi alat transportasi utama di Kuwait. Rata-rata dalam satu keluarga, mempunyai mobil sebanyak orang dewasa yang berada di keluarga tersebut. Yah, 1 rumah bisa punya 3 sampai 6 mobil. Merek-merek yang beredar juga tidak tanggung-tanggung. BMW, Jaguar, Ferari, dan mobil-mobil mahal lain sering sekali terlihat.
Tapi ada yang lupa untuk diperhatikan oleh pengelola gedung, apartemen, dan perkantoran. Tempat parkir! Semua lahan sepertinya tidak pernah kosong dari mobil-mobil yang berhenti. Semua terlihat acak-acakan.
Hari Libur
Jika di Indonesia Sabtu dan Minggu adalah hari libur, maka di Kuwait hari libur jatuh pada hari Kamis dan Jum’at. Tapi biasanya untuk pekerja, hari Kamis masuk setengah hari. Yah, otak yang selama ini menganggap Sabtu dan Minggu libur harus dirubah dulu untuk sementara waktu.
Dan rata-rata memang di negara Timur Tengah, hari Kamis dan Jum’at menjadi hari libur di setiap minggunya. Ada beberapa negara yang hari liburnya adalah Jum’at dan Sabtu. Tapi penganut Kamis Jum’at lebih banyak.
Internet dan Telepon
Sampai saat ini, aku belum mendapatkan koneksi Internet. Karena sekarang tinggal di sebuah apartemen sementara selama 1 bulan. Ketika pindah bulan Januari nanti, mungkin akan mulai dipasang.
Sedangkan untuk telepon, aku harus mempunyai KTP terlebih dahulu. Tapi entahlah nanti, apa aku akan didaftarkan oleh perusahaan atau tidak.
Telepon rumah di Kuwait gratis. Hanya membayar biaya pertahun yang aku lupa berapa, tapi yang jelas tidak mahal. Yah, jadi telepon lokal di sini, bisa sepuasnya digunakan. Kapan ya Indonesia seperti itu?
Yah, selama beberapa hari ini sih, semua teman-teman yang aku temui sangat welcome. Entah itu orang Indonesia sendiri, atau orang dari India ataupun Kuwait. Jadi, aku masih betah di sini. Ditambah polusi yang tidak ada, dan cuaca yang DINGIN! hihihi… :D
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















finnally…didats bagi cerita:) buruan gih lapor RT biar cepet dpt KTP jd ga ada masalah lg buat koneksi internet. Baru 2 hari dah langsung betah ajah, jangan2 dah ga niat pulang lg neh:( Makanannya gmana dats, bisa menambla 4kg yg kmrn ilang ga??
Btw kalo ce’nya ga dpt kan bisa lo embat co’nya hihihi…drpd ga ada