blog
Saya telah membunuhnya
May 17th, 2005
Ya, kejadiannya pagi tadi. Emosi saya sudah tak tertahankan lagi. Dia selalu saja mengganggu saya dan keluarga setiap hari. Dan saya tak rela diganggu. Dengan sebuah gagang sapu yang sudah dimodifikasi agar berbentuk seperti bambu runcing adalah saksi bisu peristiwa tadi pagi.
Menyesal? sedikit memang. Tapi, yang lebih mengkhawatirkan saya adalah, apakah saya berdosa telah membunuhnya? Saya hanya membela diri, karena ketenangan rumah dan keluarga telah diusiknya.
Awal kejadian bermula ketika saya baru saja mengantarkan adik ke sekolahnya. Sampai dirumah, ia terlihat menantang saya. Secepat kilat, saya langsung mencari sesuatu yang bisa mencelakainya. Ah, dapat. Sebuah tongkat runcing, yang tampaknya mantan gagang sapu ijuk yang biasa digunakan. Saya kejar dia, dan langsung menghujamkan tongkat yang saya pegang ke perutnya.
Darah berceceran ditembok. Tak banyak memang. Tapi cukup untuk membunuhnya. Semula saya senang karena telah membunuhnya, tapi, setelah beberapa menit kemudian, perasaan berdosa telah membunuhnya kini mampir di otak saya.
Berdosakah saya? karena yang saya bunuh juga makhluk hidup, walaupun ia hanya seekor TIKUS.

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















tikus khan mengganggu ‘dats.. jadi gak apa2 kalo dibasmi :P dari pada ntar nularin penyakit PES kayak tetangga gw..