November 25th, 2005
Aku lahir dan dibesarkan di kota Jakarta, kota besar yang katanya kejam, yang penduduknya individualis (walaupun tidak semua sih) dan yang mulai panas udaranya. Selama 23 tahun aku tinggal di Jakarta, tentunya banyak kenangan yang sudah terjadi. Entah itu pahit atau manis.
Kini, aku harus pergi dari kota ini, menetap di sebuah tempat jauh, berbeda pulau pula. Tanggal 29 November besok, hari Selasa pukul 10.50 WIB aku akan resmi meninggalkan kota ini dengan pesawat terbang *akhirnya aku naik pesawat*. Cintah yang memesankan tiketnya untukku. Terima Kasih Cintah! Oh iya, biaya perjalanku ditanggung perusahaan. Begitu juga dengan biaya menginap dalam beberapa hari… :D
Siang harinya, aku kembali lagi bisa menikmati waktu-waktu bersamanya, mengobrol. Ya, aku sangat-sangat menikmati disaat kita saling ngobrol. Menumpahkan segala pikiran yang tersembunyi, entah itu pahit atau manis. Cintah memang bisa membuat suasana ngobrol menjadi sangat mengasyikkan.
Tapi hari itu ternyata tidak seperti dugaanku. Aku pikir Cintah adalah orang yang kuat. Beberapa kali aku mengusap air mata yang menetes di pipinya. Duh, aku paling tidak kuat melihat air mata. Akhirnya, mataku jadi ikut berkaca-kaca.
“5 hari lagi aku tak akan bisa lihat kamu lagi..!” katanya sambil menangis. Aku hanya bisa terdiam. Lalu untuk sedikit mengenang masa-masa saat kita sering bersama, aku ajak ia makan ikan gurame, salah satu makanan favoritnya. Ia juga kuajak ke Lab di kampus menemui teman-temanku yang sudah berkumpul disana, mungkin sekaligus pamit.
Didepan rumahnya, sebelum aku pulang ke rumah, ia semakin sedih. Apalagi aku menitipkan jaket lab berwarna biru kepadanya. Ia paling suka aku menggunakan jaket itu. Dan aku tahu itu.
“Kamu hati-hati disana ya, kalau ada apa-apa cerita sama aku” katanya sambil meneteskan air mata.
“Disana, siapa yang mengurus kamu nanti?” tambahnya lagi.
Aku hanya bisa terdiam, tanpa sadar aku juga meneteskan air mata.
55 Responses
inget komen aku, Dats? tanda kedutan? bahwa kamu akan pergi jauh?
btw, met meraih sukses, Dats :))
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
my friend, my best friend, all the best for you, may Allah be upon you.
Be remember, whereever you go, just be the naturally you, remember from where you belong.
my friend, my best friend, dont forget us here, and believe that we will never forget you.
my friend, my best friend, still remember when we chat together in Al Falaah, that’s when i see the real you talk the truth about you and your family.
Dian Agus Triadi, be tough out there. Call us when you need us.
May Allah bless you.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
selamat buat didats!
saat aku baca ceritamu…air mataku langsung jatuh..aku langsung keingat ama seseorang yang akan pergi jauh meninggalkanku
ya uda kalau misal berat perginya mendingan tidak usa pergi key lebih baik kamu hidup berdua sama dia
bisa kikuk-kikuk sepuasnya key
ya da mat berjuang ja