SMS Di Hari Lebaran

Saya teringat lebaran beberapa tahun lalu, ketika handphone masih belum menjadi barang biasa di Jakarta. Saat itu kartu lebaran masih dijual dimana-mana, dan masih menjadi alternatif murah untuk sekedar mengucapkan maaf. Menjelang lebaran, aku pasti membeli banyak kartu lebaran, dan menulisnya dengan kata-kata manis bak seorang pujangga.

Jaman telah berubah. Entahlah, masih adakah yang menggunakan kartu lebaran untuk tahun ini. Karena jelas saja, SMS lebih murah dan lebih cepat sampai, walaupun banyak yang mengalami masalah dengan provider tertentu. Huh! kesalahan yang sama kok terulang lagi. Beruntunglah aku tak lagi memakainya… :D

Aku sendiri menerima sekitar 60 SMS yang rata-rata mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Mengucapkan selamat, dan memohon maaf. Tapi bukan jumlah yang akan kubahas dalam tulisan kali ini, tapi lebih kepada isi SMS tersebut.

SMS versi global
Cukup banyak aku menerima SMS dengan isi yang persis sama seperti ini. Maklum, sebagian orang lebih suka mengedit nama pengirim saja, isinya dibiarkan sama.

Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1426H. Minal ‘Aidhin wal faidzin, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah puasa kita diterima Allah SWT.
-nama pengirim-


SMS versi pujangga

Ini yang seru. Teman-temanku banyak yang rupanya punya bakat menjadi seorang pujangga. Buktinya mereka pintar dalam menyusun kata, persis seperti seorang pujangga yang beraksi. Tapi entahlah, tulisan itu ia buat sendiri atau hanya sebuah template yang bisa diganti nama pengirimnya.

Kedewasaan bukan berarti hidup tanpa kesalahan. Kecerdasan bukan berarti hidup tanpa khilaf. Dengan segala kerendahan hati ku tundukkan kepala tuk memohon maaf.

SMS versi orang IT
Kreatif dan lucu. Sekali lagi, aku juga tak tahu, itu hasil karangan sendiri atau hanya sebuah template.

Sebening fiber optic, setinggi tower antena radio, secepat broadband access. Kami sekeluarga mohon dibukakan bandwidth maaf selebar-lebarnya.

SMS versi ABG
Berani sumpah! aku sama sekali tidak merubah keberadaan huruf besar dan huruf kecilnya. Kok ada ya, yang iseng dengan tulisan yang susah dibaca dengan kombinasi huruf besar dan huruf kecil tak beraturan.

OnE daY BeFoRe IEd,
…i WaNna SaY
FoRgiVe My SinS,
MaY OuR HeaRtS PuRiFieD
FRoM aLL MiStakeS,
hApPy iEdul FiTRi
MiNal AidZiN waL FaiDziN =).

SMS versi bahasa daerah
Hihihi. Aku kirim versi kromo inggil ke semua teman-temanku. Sebagian besar membalas dengan bahasa jawa juga. Ada juga yang hanya bisa menggarukkan kepala, ada yang bingung karena aku dianggap bisa berbahasa jawa, dan reaksi lainnya. :D Tapi jujur, itu cuma template… :D

Kromo Inggil:
Ngaturaken sugeng riyadi, sedaya kalepatan nyuwun pangapunten, mugi tansah pinaringan seger kuwarasan & karaharjan. Minal aidin wal faidzin.

Sunda:
Wilujeung boboran siam. Nyhunkeun hampura tina sadaya kalepatan sareng kakhilfan. Taqaballahu mina wa minkum minal aidzin wal fa idzin

Dan mumpung masih dalam suasana lebaran. Aku juga ingin mengucapkan:

Banyaknya baris kode xhtml,
Sulitnya memvalidasi hasil design,
Susahnya menyesuaikan kode di berbagai browser,
tidak bisa dilukiskan dengan kecantikan design css,
juga tidak bisa menghalangi niatku untuk meminta maaf.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1426H.
Taqabbalallahu minna wa minkum
Minal Aidzin wal fa idzin

*nyambung gag sih*

51 thoughts on “SMS Di Hari Lebaran”

  1. Bila ada janji tak setepat waktu sholat tiba
    Bila ada serangkai kata dusta
    Bila ada prasangka tak seindah serangkaian do’a
    Bila aku teman,sahabat atau keluarga yang tak sebaik suara adzan bergemah
    Bila ada kata lara yang masi membekas dihati
    Bila hati tak sebening emun pagi
    Bila wajah tak secerah mentari
    Bila ada tingkah laku tak sebaik bacaan qur’an
    Bersikan jiwa dan
    Sucikan hati
    Di hari yang fitri ini
    Tak ada kata yang baik dan bijaksana selain

    “TAKOBALLAHU-MINA-WAMINKUM”
    *MINAL AIDIN WAL-FA IZIN*
    ~WANDA SEKELUARGA~
    #MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN#

    http://4wand4.wordpress.com/

Comments are closed.