blog

Sulitnya untuk tidak melanggar peraturan lalu-lintas di Jakarta

November 8th, 2006

Jakarta, yang katanya adalah kota besar kini semakin menjadi besar. Kemacetan terjadi di setiap ruas jalan. Pagi hari dan sore hari di hari kerja adalah waktu-waktu yang sulit untuk dihindari dari kemacetan. Setiap orang rasanya maklum dengan keadaan ini.

Nah pengalamanku selama tinggal di Jakarta dalam beberapa minggu ini mendapati hal-hal yang sepertinya sulit untuk dihindari untuk tidak melanggar.

Memakai Helm

Pada suatu pagi aku mengantar ayahku untuk pergi ke kantor. Jarak dari rumah ke kantornya mungkin kurang dari 10 km. Tapi masalahnya, harus melewati jalan besar Let. Jend Suprapto di daerah Cempaka Putih.

“Kamu mau pakai motor kan nanti? ayo kamu anterin bapak ke kantor” begitu katanya.
“Loh, bapak gak pake helm?” tanyaku
“Gak usah ah, lagian deket kok. Cuma nyebrang doang” jawabnya santai
“Tapi kan nyebrangnya nyebrang ke jalan besar” tanyaku lagi
“Halah, gak usah deh. Repot banget sih” jawabnya.
“Kan penting buat keselamatan” begitu kataku.
“Mau nganterin gak?” tanyanya seperti malas menjawab pertanyaanku
“Iya deh… ” jawabku dengan kebingungan

Budaya menggunakan helm ternyata hanya terjadi jika perjalanan jauh. Untuk sekedar pergi ke pasar, atau bahkan pergi ke rumah teman yang hanya beberapa komplek, jangan harap helm melekat di kepala. Padahal, helm dipakai untuk melindungi kepala, bukan karena takut kena tilang polisi bukan?

Kenapa? heran? lihat saja orang Bali. Di Mall saja masih tetap menggunakan helm…
*ngumpet*

Dilarang memutar

Juga pada suatu hari, sebagai pengangguran aku ditugaskan untuk mengantarkan ibuku ke suatu tempat.

“Anter emakmu ke belakang Arion di Rawamangun yuk” ajaknya.
“Tapi pake helm kan?” tanyaku.
“Ya iya laaah” jawabnya.

Oke. Jarak antara Arion Rawamangun dengan rumahku di Sumur Batu memang agak jauh. Lagipula melewati jalan besar. Sesampainya di daerah Arion, Ia menunjuk suatu tempat yang berada di seberang jalan.

“Kamu mutar di jalan itu aja” katanya sambil menunjukkan jalan
“Loh, itu kan ada tanda gak boleh muter?” tanyaku kebingungan
“Ah, biarin aja. Jauh kalau musti ke sana lagi. Lagian kamu gak sendiri kok. Itu banyak yang muter kok” jawabnya santai.

Sesuatu yang dilakukan bersama-sama rasanya lebih nyaman. Walaupun itu salah. Bukan tidak mungkin, nanti suatu saat jalur busway adalah jalan yang juga dilalui sepeda motor dengan beramai-ramai. Mungkin saja bukan?

Melewati garis lampu lalu lintas

Masih ingat GDN (Gerakan Disiplin Nasional)? Saat GDN digalakkan, maka jalan protokol dijadikan tempat uji coba. Di tiap lalu lintas, ada orang yang ditugaskan untuk membawa plang dengan tulisan “Berhenti di belakang garis” ketika lampu merah menyala. Sampai sekarang mungkin masih berbekas, tapi HANYA di jalan protokol saja. Selain itu? jangan harap!

Pengalamanku, ketika lampu lalu lintas berwarna merah, seperti biasa, aku tetap berada di belakang garis. Tapi mobil yang berada di belakangku tetap saja mengklakson agar aku lebih maju lagi. Tapi tetap saja aku tidak bergeming. Kalau lawan kita mobil pribadi mungkin menjadi agak mudah.

Yang sulit adalah, ketika ternyata aku menutup jalan untuk motor lain yang ingin berada di garis depan (letaknya sekitar 3 sampai 5 meter dari garis lalu lintas), maka tak ayal anda akan dimaki-maki! Makian kebun binatang bisa saja muncul… hihihi… :D

Itulah sekelumit cerita dari pengalamanku berkendara dengan sepeda motor. Sebenarnya, dari sejak mulai naik motor dulu, aku sudah mengetahui bagaimana sulitnya. Tapi akhir-akhir ini kok menjadi lebih sulit ya. Untuk pengalaman bermobil di Jakarta, aku tidak punya pengalaman sama sekali. Secara nggak punya mobil gitu loh…

Solusi?

Jika menengok iklan dari sebuah produk rokok yang gencar menyindir itu, maka mungkin itulah SATU-SATUnya cara. Polisi harus tegas, dan berjaga di seluruh lampu merah yang ada di Jakarta. Terapi takut kena tilang sepertinya akan berhasil. Atau, beberapa polisi berjaga dengan berpura-pura sebagai pohon seperti yang divisualisasikan oleh iklan tersebut.

Dan khusus untuk yang melewati garis rasanya sudah agak sulit. Karena walaupun polisi berada di dekat tempat tersebut, mereka hanya diam saja. Serba salah memang menjadi polisi, menilang orang-orang yang berada di depan garis lalu lintas bisa jadi disangka cari duit, tapi jika tidak, maka kebiasaan ini bisa menular kemana-mana!

The last words is, Welcome to Jakarta!


Share:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

  • bodytext
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Ma.gnolia
  • StumbleUpon
  • Technorati

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog


55 Comments


Gravatar
#1. Rizky » 08.11.2006

welcome to the jungle!

namanya juga polisi jakarta, emang gitu lagih. kalopun kadang-kadang bisa tegas, tapi itu juga hanya jam-jam tertentu aja.

mungkin pas komandannya lagi inspeksi. jadinya sok tertib.

btw, kapan ke hard rock lagi nih kita? kali ini yg di jakarta ya.

Gravatar
#2. irwansyah » 09.11.2006

he he he…
Biasa itu dats di bandar-2 besar.
Mau cepat dan ringkas.. Nyawa?.. Mungkin orang dikota lebih sayang masa dari sayang nyawa.

Gravatar
#3. arjuna » 09.11.2006

Tapi tetap saja aku tidak bergeming

http://yulian.firdaus.or.id/2006/07/12/geming/

Entah mengapa kini semakin banyak media salah menuliskan arti kata geming. “Tak bergeming” sering dimaksudkan sebagai ungkapan tak bergerak atau diam, padahal sebaliknya justru arti “tak bergeming” adalah tidak diam. Bisa anda lakukan pencarian di Google media mana saja yang salah menuliskan arti kata tak bergeming.

Gravatar
#4. cahyo » 09.11.2006

Walah…rumahnya daerah Sumur Batu to mas Didat???

Tetanggan dong kita… ;-)
Satu kecamatan lagi.

Saya di harapan mulia, kemayoran.
Hehehehehe….

Gravatar
#5. Yogi » 09.11.2006

Saatnya revolusi mental bangsa Indonesia :)

Gravatar
#6. Brahmasta » 09.11.2006

Waduh.. mari kita mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari yang kecil. Hehehe.. Jangan melanggar lalu lintas, kasian pak polisi.

Eh tapi, kok saya lebih sering ngerasa dikejar2 ama polisi ya daripada dibimbing ke jalan (jalan beneran loh) yang benar?
Tanya kenapa…

Gravatar
#7. bangsari » 09.11.2006

lha gimana pada mau taat aturan? pertama, karena yang berwenang juga tidak konsisten dengan aturan itu sendiri. kedua karena aparat juga ikut melanggar. ketiga karena aturan itu tanpa pengawasan. keempat, karena aturan itu dibuat bukan untuk membela kepentingan umum, tapi sekedar imajinasi orang-orang di belakang meja. dst….

Gravatar
#8. rifie » 09.11.2006

ngga sekalian, dats?? Jalan di jalur busway yang belum jadi.. ? kan sekarang lagi tren tu.. hehe

Gravatar
#9. rifie » 09.11.2006

ngga sekalian, dats?? Jalan di jalur busway yang belum jadi.. ? kan sekarang lagi tren tu.. hehe

Gravatar
#10. simpatisan » 09.11.2006

wuih sejak di jkt jadi pengamat lalu lintas mulu nih…:)

Gravatar
#11. jack59 » 09.11.2006

wah iya.. tetanggaan :)
sebenarnya lebih tertarik ngomentarin tentang iklan polisi pohon itu..
lucu banget.. keren.. hebat yang bikin iklan. kreatif banget. itu baru sangat Indonesia.. original, gak nyontek dari luar :))

Gravatar
#12. anima » 09.11.2006

heheh, aku dulu juga suka mbawa2 helm masuk mall tapi dah ga lagi sejak helm itu hilang..

bli didats kebiasaan di bali yah, *agak* tertib gitu deh. hehehehh

Gravatar
#13. -f » 09.11.2006

jakarta!

Gravatar
#14. husein » 09.11.2006

jakarta oh jakarta!

Gravatar
#15. Hedi » 09.11.2006

Lalu lintas adalah cermin sebuah masyarakat. Soal ini, kita (di Indonesia) memang lemah. Bermental budak, ada petugas tertib, ga ada, ya cuek :)

Gravatar
#16. oón » 09.11.2006

dikeplak kepalaku sama senior xixixi…pas mo bonceng dia aku kasih pelindung dengkul
abisnya ngapain kepala dilindungi..secara otaknya didengkul..abis dibilangin suruh pake helm susah memang

Gravatar
#17. vini » 09.11.2006

ehm ,., maklum pak namanya jg kota metropolitan ,.,.,

Gravatar
#18. Leo » 09.11.2006

Ada larangan negblog di tanah betawi sana..Om?

Gravatar
#19. medon » 09.11.2006

yang salah siapa dat? sadar diri saja, dan siap dimaki-maki.. ini jakarta Bung! :)

Gravatar
#20. andriansah » 09.11.2006

welcome back

Ada keinginan pindah ke bali…

Gravatar
#21. cahyo » 09.11.2006

hai tetangga !

jujur yo…pasti sering lewat jalus busway kan kalo sore pulang kantor naik motor setelah tugu tani ke arah sumur batu??? hehehehehe..taruhan pasti iya. kalo nggak, kena macetnya itu lho mas didats

*sering nglakuin juga :-( *

Gravatar
#22. Emma » 09.11.2006

Dats, Bali polisi nya hebat ya… Kakak ku 3 tahun di Jakarta bawa mobil ga punya SIM, ga pernah di tangkep tuh… di Bali pertama kali bawa mobil langsung di tangkep, xixixi….

Gravatar
#23. dewi » 09.11.2006

sebenarnya hal2 kek gitu lumrah adanya..sebelum elo moving ke Bali, khan? dan ngaku aja deh.. sebelumnya lo juga bagian dari itu smua khan? skarang aja deh..setelah nglongok dunia luar baru nyadar, jakarta benar2 kota yg patut dikeluhkan.. hihihii..

balik sini aja gih, gw temenin sepedaan sampe uluwatu dehh… *boong banget* :D

Gravatar
#24. andrianto » 09.11.2006

intinya komitmen bos didats, kalo kita komitmen untuk tidak melanggar, pasti yang lain bakal menghormati kita deh,

been there done that! :)

Gravatar
#25. Andry » 09.11.2006

Mungkin polisi sini berpikiran : “ngapain ngurusin sepeda motor, ngurusin mobil saja dapetnya lebih banyak”.

Bukan salah kita kok.

Gravatar
#26. Fany » 09.11.2006

ya dinikmatin aja lah, mumpung masih di Jakarta bisa langgar sana-sini hihihi.. *evil mode*

Ntar kalo udah di ‘ujung sana’ kan gak bisa lagi.. (karena motormu jg gak kamu bawa kan :p)

Gravatar
#27. kinkin » 09.11.2006

wah jangan sering-sering ngelanggar tuh, ntar masuk http://www.maludong.com/ hehehe ..

Gravatar
#28. Anang » 10.11.2006

surabaya juga gitu bung…. sama saja….

Gravatar
#29. Yanuar » 10.11.2006

Masih Enak Dibali toh.. he.3
kapan ke bedugul pake sepeda dats.??
tak tunggu

Gravatar
#30. Rara » 10.11.2006

naa ini.. sebenernya yg ngga beres tuh ya pengguna jalan.. ya polisi.. (itulah indonesiah… Jadi ber-ide posting pengalaman ketangkep polisi hari selasa lalu.. tunggu ceritanya yaa..

Gravatar
#31. rinnie » 10.11.2006

Jadi takut bawa motor ke kantor neh…

Gravatar
#32. mr.bink » 10.11.2006

Iya nih kang Didats. Daku juga baru seminggu ini di Jakarta,,,hahhhh….macetnya bukan main…ada saya lihat juga yang melanggar…tapi enggak begitu kaget sih karena dulu pas di Solo juga banyak yang gitu…Lampu merah seharusnya berhenti di belakang garis marka, tapi majuuuuuu…ke depan…*terkadang ikut-ikutan*…trus kalo lampu merah..misal yang di depan kita itu ijo…yang sejalur berlawanan itu juga ada beberapa yang nyelonongg ….trus kalo ini kelihatannya udah di smeua tempat…jam-jam malem seperti jam 12 ke atas…mayoritas pasti melanggar lampu lalu lintas…hayo ngaku *karena terkadang saya juga gitu* :D, cuma sekarang berusaha sebisa mnungkin untuk disiplin…

Gravatar
#33. pradabhasu » 10.11.2006

i love jakarta,macetnya, banjirnya,sebentar lagi neeh, polusinya, dan yang lainnya, bener ga neeh…?setuju ga????

Gravatar
#34. Jauhari » 10.11.2006

Cari alasan Pembenar?

Gravatar
#35. ShOFa » 11.11.2006

hohoho..
lum lg ditambah bus” yg suka berhenti or ngetem seenakna yg bikin jlnan macet..

Gravatar
#36. hastu » 11.11.2006

Meskipun gak pake plat kuning, orang Jakarta tau ojek adalah angkutan umum komersial

Gravatar
#37. [BY]onicS » 11.11.2006

Yah, begitulah Jakarta. Rasanya susah menggugah semua orang untuk ber-safety riding. Gak akan sadar kalo belom kena merasakan celaka. Bahkan terlalu telat bila kecelakaan udah merenggut jiwanya.

Gravatar
#38. bebex » 11.11.2006

xixixixi….si maz didat :D
jakarta emang susah diatur,,eh ngga dink…
indonesia yang udah susah diatur,,,

Gravatar
#39. geblek » 11.11.2006

pak polisi didats telah melanggar aturan tuh, tangkap aja pak polisi
*kuwabur*

Gravatar
#40. Irma Citarayani » 13.11.2006

ealah orang sumur batu toh…

Gravatar
#41. windede » 13.11.2006

kan masih mending pake motor ga pake helem, dats… ketimbang pake helm tapi ga punya motor :p

Gravatar
#42. Imponk » 13.11.2006

kalo yang nglanggar aparat lain lagi dats…

Gravatar
#43. saylow » 14.11.2006

“Halah, gak usah deh. Repot banget sih” jawabnya.
“Kan penting buat keselamatan” begitu kataku.
“Mau nganterin gak?” tanyanya seperti malas menjawab pertanyaanku”

BAHKAN AYAHMU SENDIRI THINK THAT U ARE FREAK…HAHAHAHA!

Gravatar
#44. pyuriko » 14.11.2006

Susah memang kalo naik motor :(… apalg klo udh bawa secara emois… wwwiiiiissss….

Gravatar
#45. Luigi » 15.11.2006

Well, butuh peran aktif dua-duanya, ya polisinya dna pengguna jalan-nya, dua2nya harus sama2 enforcing the rules..

Pengguna jalan jangan sontoloyo dan si polisinya jangan maintilang atau main terima salam tempel..:)

Welcome to Jakarta indeed..

Gravatar
#46. firman firdaus » 16.11.2006

mending di rumah aja…tidur dats.

Gravatar
#47. bebek » 19.11.2006

jakarta emang suck…!

Gravatar
#48. ulfa » 19.11.2006

ya begitulah kalau peraturan kurang tegas.
Di Jepang, aturan lalu lintas sangat ketat dan tanpa pandang bulu mau anak pejabat ,pejabatnya sendiri pokoknya siapa saja deh. Sedikit ada pelanggaran pasti ada bakkin(denda) yang lumayan besar. Dari pada bayar, gak ada salahnya ikuti aturan pikir mereka, toh untuk kebaikan bersama juga.

Gravatar
#49. begajul » 20.11.2006

“Bukan tidak mungkin, nanti suatu saat jalur busway adalah jalan yang juga dilalui sepeda motor dengan beramai-ramai. Mungkin saja bukan?”

Heheheh…. sudah kejadian booss… udah lama….. coba deh ke kalideres…. klo ke jkt.. buswaynya balapan ama sepeda motor di jalur busway ehehe

Gravatar
#50. MaIDeN » 20.11.2006

Obatnya cuma satu.
Bangga sudah mengikuti peraturan lalu lintas. Peduli orang laen ..

Gravatar
#51. Ebo » 21.11.2006

Nomorku jauh banget.. 51 ‘tipikalblogartis’ Tapi jujur aku mo cerita waktu aku ke jakarta.. Sewaktu berhenti karena lampu merah.. tiba-tiba ada mobil polisi dari belakang maen terobos -melanggar- padahal nggak ada yang diuber. Di Jakarta.. polisi boleh seperti itu ya dats?

Gravatar
#52. Jauhari » 22.11.2006

Gandeng durung eneng POSTING anyar… KOMEN maneh wae neng kene…. :)

*isih kelingan nek duwe BLOG ora yo? ke.. ke… ke…

Gravatar
#53. Markus » 26.11.2006

emang orang Indonesia gak bisa disiplin :)

jakarta kota yang ‘ndeso’* semrawut, full polusi, cuma nempelin helm di kepala aja males. :D

*ndeso, bahasa jawa artinya desa

Gravatar
#54. preaxz » 17.12.2006

Masih berusaha tertib …
Masih berusaha tertib …
Masih berusaha tertib …

Biar bisa mengumpat pengguna jalan lain yang nggak tertib .. Huahahaha

Gravatar
#55. ala » 07.09.2007

ingin tahu bagimana situasi lalulintas di bandar jakarta.

Leave a Reply




Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog