blog
Tahun Baru
December 31st, 2004
“Nanti kamu pulang nggak ?”, tanya seorang wanita didepan saya sambil membungkuskan nasi uduk untuk bekal sarapan dikantor hari ini. Mama saya memang penjual nasi uduk, dan beliau sudah sekitar 4 tahun lebih berjualan didekat rumah, dan karena kegigihannya jugalah saya bisa menyelesaikan kuliah. Pertanyaan itu langsung menyadarkan saya, kalau hari ini adalah hari terakhir ditahun 2004. Dan nanti malam, adalah perayaan tahun baru. Saya memang kadang tidak pulang kalau besoknya adalah hari libur. Dan Labkom UBL menjadi tempat alternatif untuk menginap, karena disana saya bisa selalu online dan bisa bermain game secara jaringan. Dan biasanya saat tahun barupun, tak berbeda suasananya, semua alumni Lab akan berkumpul dan bermain bersama. Tak ada bedanya antara hari biasa atau tahun baru sekalipun.
Tahun baru, pantaskah dirayakan? jujur saja, saya sendiri tak pernah merayakan tahun baru dengan sengaja pergi kesebuah tempat, atau
berjalan-jalan keliling kota. Yang saya lakukan selama tahun baru selama ini hanya menonton tv, atau tidur, atau didepan komputer mengerjakan sesuatu.
Banyak pihak yang menganjurkan, agar tahun baru tak perlu dirayakan secara meriah, tak perlu dirayakan secara besar-besaran, karena kita, bangsa Indonesia, sedang dalam kesedihan mendalam, dan tak pantas kiranya kalau kita bersenang-senang, sedangkan saudara kita di Aceh masih dalam situasi yang tak menentu sehabis bencana tsunami.
Bangsa Indonesia sedang menangis, dan pantaskah kita merayakan tahun baru secara mewah ??
Selamat Tahun Baru 2005. Semoga kita bisa mengambil hikmah atas apa yang kita lakukan pada tahun 2004, dan memperbaikinya ditahun 2005. Ingat, umur kita semakin pendek, dan kesempatan kita hidup juga semakin pendek.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















saya juga tak pernah merayakannya… semoga kita bisa mengambil hikmah atas apa yang menimpa kita :)