November 10th, 2007

Beberapa ceritaku tentang TKW memang selalu tragis. Dan ini menurutku paling tragis. Pedagangan manusia di jaman modern ini memang sangat rapi. Tidak seperti dulu yang dalam bayangan kita, di jejer di pasar kemudian diberikan bandrol harga.

Informasi ini tentu saja valid. Aku langsung mendapatkan langsung dari orang yang memang mengurusi hal ini dan tahu benar seluk beluk perdagangn versi modern ini.

Proses Penjualan

Majikan datang ke sebuah agensi penyaluran TKW. Ketika datang dan menyampaikan maksud, ia ditawarkan 2 hal, yaitu mengambil pembantu baru dan mengambil pembantu yang ada di Kuwait yang tentunya sudah berpengalaman.

1. Mengambil pembantu baru

Harga yang dipatok untuk penawaran jenis ini, majikan diwajibkan membayar sebesar 360 Dinar (12 Juta rupiah), tapi harus menunggu sekitar 1 bulan untuk mendatangkan TKW yang dia inginkan. Dan sebagai DP, ia boleh membayar antara 10 KD (300 ribuan) sampai dengan 20 KD(600 ribuan) kemudian dilunasi setelah ia menerima TKW yang ia pengen.

Tentunya, majikan ini akan memilih dengan melihat-lihat biodata si pembantu. Biodatanya bisa tertulis jumlah anak, apa ia sudah berkeluarga atau belum, umur, dan tentu saja fotonya.

Syarat-syarat tertulis yang ada biasanya:

  • Jika dalam kurang dari 6 bulan majikan sudah mengeluh akan TKW, maka ia boleh mengembalikan TKW tersebut, dan uangnya akan dikembalikan dengan perhitungan, tiap bulan dikurang 10 KD (300 ribuan).Jadi, jika TKW baru bekerja selama 2 bulan, dan si majikan sudah tidak sreg, ia bisa mengembalikan lagi ke agensi. Karena ia membayar sebesar 360 DInar, dan ia sudah memperkerjakan TKW selama 2 bulan, maka uang yang dikembalikan adalah 340 dinar.

    Dan dari jangka waktu 6 bulan ini, ada 2 jatah agensi. Jika kurang dari 3 bulan, maka agensi di Indonesia harus mengembalikan uang yang telah dibayar agensi di Kuwait. Untuk ini, aku tidak tahu persis perhitungannya. Dan jika lebih dari 3 bulan, maka yang bertanggung jawab mengembalikan uang si majikan adalah agensi yang berada di Kuwait.

  • Jika sudah lebih dari 6 bulan si majikan tidak puas dengan kerjaan si TKW, maka TKW bukan lagi menjadi tanggung jawab si agensi. Agensi sudah tidak akan mengembalikan lagi uang si majikan.Daaaan… ternyata…

    Untuk mengembalikan uangnya lagi, maka si majikan bisa saja menjualnya ke agensi lain yang rata-rata sebesar 250 KD (8,2 jutaan). Tergantung kondisi barang. Halah.

2. Mengambil TKW yang berpengalaman

Pengalaman di sini bisa diartikan, pembantu yang bekerja kurang dari 6 bulan di majikan pertama. Karena masih dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, maka TKW ditampung di agensi.

Untuk mendapatkan TKW yang berpengalaman ini, si majikan diharuskan membayar sebesar 400 dinar. Kenapa lebih mahal? karena biasanya pembantu ini sudah bisa berbahasa arab walaupun hanya sedikit. Tapi rata-rata bisa lancar berbahasa arab.

Jika ternyata majikan tidak juga puas dengan pekerjaan TKW, maka seperti kasus di atas, ia akan menjualnya lagi di agensi lain.

Sungguh mengerikan!

Dari cerita-cerita ini, aku bertanya banyak hal. Dimana peran pemerintah Indonesia dan Kuwait?

Perlu diketahui juga, bahwasanya setiap bulan, TKW yang datang ke Kuwait sebanyak lebih dari 500 orang. Dan itu pasti! Dan dari jangka waktu sebulan itu, TKW yang pulang ke tanah air hanya sebanyak 3 – 7 orang tiap bulan.

Itu baru Kuwait. Belum lagi negara seperti Arab Saudi, Emirat, dan negara-negara arab lain. Mungkin dalam bayanganku, bisa jadi minimal ada 1000 orang TKW yang diimpor dari Indonesia ke daerah Arab.

Kita bisa apa?

Tidak mengherankan bukan, jika nama Indonesia di negara arab bukanlah nama yang harum di telinga mereka. Indonesia adalah negara pembantu. Titik.

Related posts:

  1. Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca… :P Aku tak...
  2. Membuka peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri Bekerja di luar negeri bagi orang Indonesia masih berupa hal...
  3. Tahun baru 2008 dan kehidupan setelah menikah Alhamdulillah semua lancar. Pernikahanku yang tanggal 16 Desember itu akhirnya...
  4. Kenaikan standar gaji TKW Indonesia Sebuah kabar gembira tentunya untuk para TKW Indonesia. Tapi sebuah...
  5. TKW, merajut impian yang sia-sia Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka...



Kategori:blog, general, indonesia, tkw indonesia



29 Responses

  1. Hedi says:

    ya, indonesia memang surga (korban) trafficking, ga anak kecil, ga orang dewasa sama nasibnya…

  2. daustralala says:

    bodohnya, masih banyak saja dari tahun ke tahun yang ingin menjadi TKW. capek euy.

  3. nah tuh dia… itu baru cerita real intern dan teknis di sana. lah cerita ttg TKW di sini yg seliweran di tipi kan mostly ttg penganiayaan, pemerkosaan, dan kekerasan thdp TKW. teteuuuuppp aja pada berangkat… hidup tuh emang bener2 selalu tentang pilihan ya…

  4. ayahshiva says:

    1000 orang itu dari indonesia semua ya mas?
    duh begitu tragisnya nasib bangsa ini.
    pemerintah mana peranan mu?

  5. didats says:

    #3 yang jadi masalah awal, memang pendidikan dan kemiskinan mas. apalagi, dengan pendidikan rendah, dengan gampangnya diiming-imingi hidup layak di negara orang.

    padahal, harapan tinggal harapan. semua sia-sia.

    #4 ya mreka juga gag bisa disalahkan keseluruhan. mreka begitu karena ga ada nasib yang jelas di negara sendiri. ditambah iming-iming ga jelas yang ternyata hanya bohong belaka.

    #5 iya mas, kita ngomongin indonesia. 1000 orang PEREMPUAN tiap bulan.

  6. raida says:

    demen banget mempelajari tentang seluk beluk tkw, mo buka agency baru yakk :P

  7. DiN says:

    Dari uraian di atas, sepertinya tidak terlalu jauh berbeda antara proses rekrutmen TKW dengan para pencari pekerja lainnya (misal: yang bergerak di bidang engineering).

    Ada headhunter, advertisement, serta proses tawar-menawar.

  8. blacque says:

    “Indonesia adalah negara pembantu” Yah, mungkin juga ya. Soalnya dulu punya tetangga orang arab. N keliatannya dia agak sombong ke tetangga2 yang lain.

    Hah.. kita sudah dianggap rendah di negara sendiri.. :(

    btw, kok ngenet dimana2 dianggap spammer ya? :D suerrr.. ga ngapa2in :D :D

  9. geblek says:

    kau termasuk mana dats tki ato tkw nya

  10. Jauhari says:

    Trus gimana dats? ini pengalaman pribadi atau apa?

    *kabuur

  11. nidya says:

    pembantu tuh bukan pekerjaan rendah loh…kecuali kali pembantu tukang copet.
    Indonesia negara pembantu?yah…what did they saidlah..yg penting indonesia masih punya didats yg bukan pembantu di negara orang ;)

  12. edwin says:

    masalah-nya urusan perut adalah urusan nombor satu untuk sebagian besar orang Indonesia…coba kalo urusan perut udah beres alias nggak perlu di-pikirin lg, niscaya (taela!) pendidikan pun akan lebih bisa di-andalkan…

  13. mo gimana lagi, di Indo kerjaan minim smentara kebutuhan hidup ga; bisa diajak kompromi. gpp lah kalo sampai saat ini indo dicap negara pembantu, yg penting pemerintah tuh bener2 melindungi para pahlawan devisa itu. jgn ka’ sekarang, duitnya mau tapi keselamatannya cuexx:[

    dukung didats jd duta perlindungan TKI!!;))

  14. windede says:

    perbudakan telah lama hilang, namun praktik manusia yang “diperbudak” sebenarnya masih saja terjadi. repotnya, orang kita frustrasi di negeri sendiri — yang penuh masalah ini, lantas berharap berkah di negeri orang, dan tak semuanya menemukan apa yang dicari.

  15. MaNongAn says:

    so … u = TKW?

    /me = TKW = Toekang Keboen Wireless – Jogja.

    .::he509xâ„¢::.

  16. pembantu tuh bukan pekerjaan rendah loh

  17. hanum says:

    Klo baca ttg TKI, TKW, perdagangan orang….pasti deh kebayang pengusaha PJTKI yg kaya2. Di Jateng, tempat asal saya, klo mau cepet kaya ya jadilah pengusaha PJTKI

  18. arie says:

    horeeee didatss kawinnnnnn
    horeggggghhhhhhhhhhhhhhhh

    -salah komen biarin salahe dewe gak bikin postingan- hahahakzx

  19. admin says:

    Iya gimana lagi emang negara kita begini mungkin peminpinya kurang memperhatikan kesejateraan warganya, coba saja expat di indo hidupnya enak kerjaan gampang, gaji gede. just opini lho. :)

  20. andi bagus says:

    miris banget baca tulisan mas didats..TKW spt barang aja, padahal kan sama sama manusia..

  21. Susah emang kalo perekonomian dinegara kita terpuruk, jadinya ya begitu. Kita rela jauh-jauh mencari makan, yang dimana harga diri kita belum tentu terjaga.

  22. dini says:

    sya tidak setuju dengan adanya perdagangan manusia apapun alasannya. tp tolong kita obyektif sedikit krn tidak semua TKW yang diberangkatkan untuk diperdagangkan banyak dari mereka yang berangkat 100 % murni untuk bekerja. sekali waktu coba dtg ke daerah, banyak dari mereka yang berhasil bekerja disana dan hasilnya untuk pebaikan rumah atau membeli sawah, bahkan menyekolahkan anak mereka sampai universitas. Mereka lebih mulia daripada pejabat ataupun mentri2 yang ada diIndonesia yang makan keringat orang lain. So be Positif Thinking Guys OK…

  23. kaboe says:

    haiii temen-temen aqu senang dgn perlawanan penindas penjualan manusia apalagi tentang pelanggaran Ham – karena di negara kita ini sudah terjangkit penyakit cari makan di negara orang .. haha setelah itu kita dimakan orang luar sedihnya indonesia qu

  24. azis arifin says:

    apa yang dikatakan semua betul dan ada pula salahnya, karena tidak semua orang yang di negara Timur Tengah itu seperti yang kita anggap dalam artikel ini. karena banyak juga yang berhasil setelah pulang dari negeri perantauan, walaupun ada juga yang sesuai seperti yang dibicarakan.

  25. oji says:

    proses perekrutan kurang lebih memang seperti itu mas didat, tapi apa yang anda utarakan diatas sepertinya ada salahnya menurut saya ( bahkan banyak yang salah ! )
    untuk didaerah UAE, Kuwait dan sebagainya selain arab saudi, prosesnya memang melalui pengiriman biodata terlebih dahulu, majikan datang ke agency dan meilih calon TKW yang kira2 cocok untuk menjadi pembantu rumah tangga mereka, harga TKW non ( non = TKW yang belum berpengalaman ) memang lebih murah dibandingkan TKW EX ( Ex = TKW yang sudah pernah berangkat bekerja ke luar negeri ) untuk negara timur tengah selain arab saudi hal ini dikarenakan calon TKW tersebut belum menguasai bahasa arab atau skil2 yang lain.
    setelah majikan setuju dengan calon TKW yang tersedia melalui biodata, maka agency menghubungi DInas Tenaga Kerja Negara tersebut untuk memberikan visa kerja kepada TKW yang dipilih tadi. setelah itu baru visa dikirmkan beserta PK ( Perjanjian Kerja antara majikan dan TKW ) ke Indonesia. setelah visa datang, visa dan TKW didaftarkan di Disnaker memlalui asosiai SYAMINDO untuk negara tujuan timur tengah selain arab saudi, lalu PPTKIS selaku pihak yang bertanggung jawab atas TKI membayar fiskal kepada negara untuk setiap TKI setelah itu barulah TKI tersebut bisa diberangkatkan ke negara tujuan.
    TKI memang bagaikan sebuah produk, dan kebayankan produk ada garansinya, garansi TKI inilah yang anda sebut 6 bulan bekerja diatas, setau saya garansi tersebut adalah dibawah 3 bulan,. bukan 6 bulan seperti yang anda tulis. dan PPTKIS di INdonesia memang harus mengganti TKI lain apabila TKI yang dikirim menolak kerja dalam masa waktu dibawah 3 bulan jadi klo sudah 3 bulan keatas garansi TKW itu hangus. pengurusan garansi TKI juga sangatlah rumit, majikan harus pergi dahulu ke agency setelah itu agency mengurus lagi ke Dinas tenaga kerja negara tersebut untuk mendapatkan surat penolakan kerja, membeli tiket untuk TKW dan sebagainya. hal ini sesuai dengan Perjanjian Kerja yang dibuat dan ditanda tangai oleh KBRI.
    klo anda bilang bahwa bahwa TKW di negeri arab adalah gaya baru perdagangan manusia maka akan saya jawab “IA” karena memang TKW/TKI adalah sebuah produk. produk bergaransi yang sangat menguntungkan pemerintah.
    Anda betul, jika ditanya dimana peran pemerintah ? maka jawabannya pasti TIDAK ADA, pemerintah INDONESIA itu mau enaknya aja, habis manis sepah dibuang, perlindungan terhadap TKI di luar negeri sangat minim bahkan cenderung tidak ada sama sekali, karena pemerintah Indonesia disana “TUNDUK DAN PATUH TERHADAP PEMERINTAH NEGARA TUJUAN” kenapa ? ( bukan mau menuduh ) KARENA SAYA RASA SESUAI DENGAN KEBUDAYAAN INDONESIA YANG MUDA DISUAP, AKHIRNYA DENGAN UANG PELICIN MAJIKAN-MAJIKAN YANG MENGANIAYA TKI BISA DENGAN MUDAH MELOLOSKAN DIRI DARI JERATAN HUKUM.
    Saya rasa Anda pernah mendengar BNP2TKI, ( Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ) Inilah Badan yang sampai sekarang dapat membangun gedung tinggi hanya dengan waktu yang singkat, tetapi tidak sesuai dengan namanya yang MELINDUNGI TENAGA KERJA INDONESIA di luar negeri, anda tahu dari mana mereka dapat membangun gedung BNP2TKI, jawabannya dari keringat-keringat TKI Indoensia yang berjuang demi sesuap nasi demi anak dan keluarganya di rumah.

  26. indri says:

    kasian amat yach…
    ternyata bukan brg aja yg di perdagangkan… tapi manusia juga,,,
    tapi..
    ini pastinya dampak dari pemerintah kita juga yg kurang memperhatikan kehidupan rakyatnya, setahu aq sech,,, pemerintah kita egoisnya guuuuedee bngt… mereka cuma mentingin perutnya aza… dn selalu menutup mata ttg nasib para TKI TKW juga rakyat kecil…

  27. sponsor says:

    gimana cara “memerangi” perdagangan manusia ini?

  28. komenkan says:

    DH
    Salam kenal. BAru lihat blog ini. mungkin telat ya kasih comment
    Saran sy (CMIIW), Lebih objektiflah dlm membuat opini. Apakah krn anda baru mendengar dari (satu maybe?) nara sumber anda langsung sinis memandang TKI or (businessnya…?) Sudahkan anda melihat realita yg ada di daerah2 yg ikut maju karena warganya bekerja sbg tki. Coba lihat juga berapa devisa dan pajak yg masuk ke pemerintah. Kita semua secara gak langsung pun menikmati hal ini. SAtu hal lagi.. (bahan renungan) apa yg sdh kita perbuat bagi sebagian saudara2 kita yg mungkin cuma lulus SD dan sulit cari penghasilan.. Kerja di indonesia masih sulit boss.. mereka kan mungkin belum bisa “gampang cari uang lewat blog” seperti mas didats ini. Well lebih baik kita sama2 kritis pada kebijakan pemerintah agar lebih perhatian pada nasib warga negaranya yg adu nasib di negara orang, realitanya pemerintah kan masih malu malu kucing dg kenyataan ini. Lihat lah philipina dan india yg support dg warga nya yg ingin bekerja ke LN. Standar gaji dan keamananan mereka pun lebih jadi lebih tinggi. Ini tujuan yg harus sama2 kita perjuangkan. Mungkin lebih baik juga lewat blog ini ada perimbangan berita. Sehingga pemerintah punya kesadaran yg lebih dlm memperjuangkan warga negaranya yg ingin bekerja di dalam maupun di luar negeri.