December 10th, 2006

Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka melihat para TKW. Selama ini mereka dieksploitasi sejak dari tanah air mereka sendiri. Para agen-agen TKW yang berada di Indonesia maupun Kuwait hanya meraup keuntungan demi perutnya sendiri!

Beberapa agen TKI yang sempat aku temui ketika mengurus visa di Kedutaan Kuwait yang di Jakarta, dalam 1 bulan mereka bisa mengirim sampai dengan 600 TKW untuk perusahaan besar. Kalau “pasar” sepi, paling sedikit dalam 1 bulan bisa kurang dari 100 orang.

Jalan pos TKW?

TKW yang diberangkatkan dari Jakarta juga sudah menerima kenyataan pahit sejak dari tanah air mereka. Dibentak-bentak oleh para petugas bandara. Perandaiannya seperti seorang majikan yang sedang darah tinggi memarahi seorang pembantu yang kebetulan bersalah. Nah, masalahnya, para TKW yang berada di Bandara tidak salah apa-apa. Tapi sudah dibentak-bentak secara tidak wajar. Ini aku lihat sendiri ketika berangkat dari Jakarta.

Setelah berangkat dari bandara, di dalam pesawat mereka juga menerima perlakuan yang kurang ramah dari para pramugari Kuwait Airways. Sekedar informasi, para pramugari Kuwait Airways tidak ada yang cantik. Berpenampilan seperti biasa, tidak seperti kebanyakan pramugari penerbangan lokal di Indonesia. Ditambah, ada pramugara jugak! Heh? jadi makin merusak pemandangan aja! Kuwait Airways, sangat tidak direkomendasikan!

Para TKW akhirnya sampai di Kuwait. Mereka dijemput agen yang ada di Kuwait. Nantinya, akan ada seorang majikan yang “membeli” TKW dari agen tersebut.

Perlu diketahui, para Kuwaiti mempunyai rumah yang saaaangat besar, secara mereka digaji oleh pemerintah. Hanya tidur-makan-nonton tv saja, mereka sudah kaya. Tanpa perlu bekerja, mereka dapat gaji. Sekolah gratis sampai dengan S2. Kesehatan dijamin oleh pemerintah dengan menggratiskan biaya pengobatan hanya untuk para Kuwaiti. Dalam satu rumah, biasanya tinggal keluarga besar, dan punya sampai dengan 3 lantai. Nah, rumah sebesar itu hanya diurus oleh satu orang TKW.

Memang sudah adat bangsa Arab, jika mereka “membeli” TKW, itu berarti TKW tersebut adalah BUDAK. Mereka berfikir adalah HALAL untuk menyiksa para TKW tersebut, memukul, menyetrika, menggasak, mengguyur air panas, bahkan memperkosa!

Alhasil, TKW tersebut kabur dari rumah. Tanpa membawa paspor (karena paspor dipegang oleh majikan). Dengan rasa penyesalan karena sudah datang ke Kuwait, TKW tersebut “mengadu” ke KBRI. Oleh KBRI mereka ditampung terlebih dahulu, sambil mengurus paspor. Oh iya, tempat penampungan di KBRI sampai hari ini mempunyai 250an TKW.

Beberapa waktu ke depan, TKW tersebut akan berpindah ke majikan lain. DAN MEREKA MENDAPATKAN SIKSAAN LAGI.

Maka tidak heran jika para TKW yang ada di penampungan KBRI rata-rata sudah tidak *maaf* perawan dan beberapa kali pindah majikan. Di majikan pertama hanya tahan 1 bulan, 1 minggu, atau bahkan HANYA 1 HARI. Padahal, mereka sudah menandatangani surat pernyatan akan bekerja selama 2 TAHUN!

Setelah pindah-pindah majikan, nasib mereka ternyata tidak berubah. Dan akhirnya mereka meminta untuk pulang kembali ke tanah air dengan rasa SANGAT MENYESAL. Akhirnya KBRI juga yang memulangkan mereka.

Pesanku lewat tulisan ini adalah, JIKA DIANTARA PEMBACA ADALAH TKW (eh, ada ga ya), URUNGKAN NIATMU BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGERI LAIN (kalau selain PEMBANTU boleh! Justru dianjurkan). ATAU JIKA DIANTARA PEMBACA MEMPUNYAI SAUDARA YANG AKAN BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGARA LAIN, CEGAH! PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT, KAWAN.

Pertanyaannya, DIMANA KESERIUSAN PEMERINTAH KUWAIT DAN INDONESIA? Apakah ini hanya kepentingan beberapa orang yang hanya ingin meraup keuntungan demi buncitnya perut sendiri?

TANYA KENAPA.

Related posts:

  1. Yang Gratis di Kuwait Apa-apa yang gratis memang menyenangkan. Tapi kadang tidak semuanya yang...
  2. Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara Waduh, maap saudara-saudara sekalian. Koneksi internet sempat putus di kamar....
  3. Jam kerja yang aneh Jam kerja yang menurutku tidak manusiawi ini mungkin cuma terjadi...
  4. Denda 50 dinar bagi yang tidak menghormati orang puasa Selamat datang di negara arab. Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari...
  5. Kekuatan yang hilang Ketika melihat serial Heroes volume kedua, terlihat bagaimana gigihnya seorang...



Kategori:blog, general, kuwait, tkw indonesia



78 Responses

  1. aRdho says:

    ayo dats.. mumpung kamu disana..

    kali2 bisa ngubah nasib mereka.. hehe..

    using the power of blog.. ;)

  2. Fany says:

    Kok aku malah ketawa ya baca postinganmu ini hihihi… =))
    *membayangkan didats lagi cerita menggebu-gebu :P*

    Eh tapi prihatin juga sih..

    Btw komen di t4ku kmrn kok tumben pake ‘gue’ ;))

  3. azfaaziz says:

    selamat datang di Kuwait mas Didats… kmr2 udah saya iklankan juga ditemen2 :(…
    yah begitulah nasib TKW memang mas…
    Mungkin memang pemerintah (kuwait&ndonesia) kurang serius menangani hal ini… beberapa usaha yg kita lakukan krn mkn dariluar jalur juga kurang ada hasilnya…
    tapi…
    sedikit ttg kuwait dan TKW
    mkn sebenarnya prosentase fenomena buruk yg terjadi pada TKW terutama diKuwait tidaklah terlalu besar…
    kita anggap misalnya yang bermasalah 5000 orang (diKBRI 300an) dibandingkan dng jumlah semua TKW dikuwait yh 40000an tidaklah begitu besar.
    Bukan berarti saya mengecilkan jumlah yg 5000an itu… sehingga tidak ditindaki .. tidak..
    tapi saya hanya memberi cara pandang lain tentang orang Kuwait… bahwa tidak semua dari mereka menganggap pembantu adalah budak, dan tidak semua yg rumahnya tiga tingkat pembantunya 1 saja.
    Karena banyak teman2 saya yg memperlakukan pembantu dgn sangat baik… bahkan ada yang satu rumah 1 tingkat pembantunya ada 3. dan mereka insyaAllah sangat banyak… (masih lebih banyak orang kuwait yg baik)…
    tetapi kemana mereka?? yg 35ribuan itu… yg mkn bnyk majikannya yg baik???
    tidak ada beritanya maka tidak ada yang tahu…
    sedangkan yang diberitakan adalah yang jelek2 saja sehingga yg diketahui orang yg yg jelek2 saja…
    Akhirnya… (panjang bgt)
    Jadi semuanya memang tergantung personal… dimana2 kuwait Indonesia, ada orang2 baik dan ada juga yg buruk… mudah2an baik disini atau di Indonesia masih lebih banyak orang yang baik…
    Syukron… (dah bs bs Kuwait lum :)

  4. didats says:

    #2 ape neng? heheh… itu lagi buru2.. abis ntar di bilang seleb blog yg sombong… kekeke… :D jadi saat itu lagi buka banyak blog, jadi gag terlalu merhatiin…

    maap… :D

    #3
    Halo mas aziz! Aku sudah tanyakan ke beberapa orang indonesia, dan mereka kenal… kapan-kapan kita harus ketemu… :D

  5. 5 besar!!!

    resign dr bali jebule balik haluan ke kuwait.

  6. husein says:

    nasib TKW di malaysia juga kurang lebih begitu, KBRI-KL sekarang jadi tempat penampungan TKW yang kabur. Pemerintah harus lebih serius dengan hal ini!

    oh ya, mas didats peduli juga ternyata! :D

  7. wadehel says:

    Jangan cuma tanya kenapa

    Saya membayangkan seorang didats dengan “kekuatannya” bisa membantu para TKW itu.

    Bisa dong! Please…

  8. dani says:

    bbrp rekan perawat disana lg membara semangat nge-blog-nya..

    didats jd ‘penyambung lidah’ TKW Kuwait.. :)

  9. hanindyo says:

    ahem maksud saya selain kuwait airways looh

    prihatin banget bacanya, masuk di quiclink enda gak yah?

    *tetepp*

  10. Hedi says:

    Kalo aku jadi presiden, aku hapus program pengiriman TKI/TKW, aku buat program seperti itu “Terlarang”.

    Pekerjaan pembantu hanya cocok di Indonesia, di luar negeri tak kenal istilah pembantu rumah tangga.

  11. rifie says:

    Kasian memang TKW, padahal dia bayar buat ke kuwait gede banged loh, ada yang sampe jual rumah segala.. abis itu di bandara di diskriminasi. lewat jalur ini lah, lewat terminal ini lah, bayar segala macem lah.. pas disana, disiksa…

    Uh, bener2 deh…

  12. alamster says:

    setuju sama wadehel, ardho dan azfaaziz , apa yang bisa dilakukan sekarang?

    Power of blog ?

    Gimana mulainya? (sambil garuk kepala yang jadi gatal)

  13. Imponk says:

    Maka tidak heran jika para TKW yang ada di penampungan KBRI rata-rata sudah tidak *maaf* perawan dan beberapa kali pindah majikan

    apa memang begitu, dats?
    wah, memperihatinkan!

  14. edwin says:

    mmhhh…faktor pendidikan emang di-perlu-in bgt tuh buat yg ngaku orang2 Indonesia…

  15. anima says:

    iya yah, pemerintah ngapain aja selama ini…

  16. cahyo says:

    trus gimana mas?

    * ga nyambung *

  17. dewi says:

    wah…. apakah yg bersorban itu gambar dirimu seperti yg dulu pernah kita bayangkan, dats?? hehehe

    nasib TKW dimana2 septri itu. tapi krn pemerintah juga membiarkan saja para agen mengiming-imingi. ya susah seh akhirnya..

  18. wandira says:

    Kasian para TKW itu … sepertinya susah dapat perhatian dari pemerintah yang sibuk ngurus video mesum,poligami dan lumpur.

  19. Yogie says:

    bener-bener memprihatinkan..

    *comment one liner aja ah*

  20. Qky says:

    jahiliyah bgt tuh… Dats… Kasihaan… :(

  21. -nisa- says:

    Tanpa perlu bekerja, mereka dapat gaji. Sekolah gratis sampai dengan S2. mauuuu Lah :D

    *yangseriusnya*

    sepakat sama #3. azfaaziz :

    sebetuLnya pemerintah indonesia dari sistem hukum sudah melindungi [katanya] secara saya pernah beberapa kali mengisi pelatihan di PJTKI cibubur :) hanya saja.. ya kembali lagi.. soal pendidikan para TKI yang kurang mumpuni dan terkesan pasrah gitu ditambah beberapa oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan :D hingga nasib para TKW menjadi sedemikan menggenaskan.
    Sepertinya butuh CP untuk para TKW tersebut agar mereka tidak tertinggal info *tunjuk satu didats* :)

  22. andi bagus says:

    setelah baca artikel mas didats, saya jadi ada gambaran ttg pertanyaan yg kerap kali meradang dlm otak saya (apa aja yg dilakuin TKW,kok sampe diperlakukan keji ?). Mgk ada baik nya pemerintah RI lebih pduli nasib TKW . Kok bisa yah negara Islam spt Kuwait memperlakukan TKW spt hewan (maaf!!agak kasar). TKW ada, krn lap kerja di Indonesia tdk memadai. Saya baca koran JP beberapa hari yg lalu, pengangguran di Sby dgn lulusan sarjana angkatan kerja 2006 mencapai 80000 an orang. Subhanallah..Smg nantinya Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas.amin

  23. agung says:

    ah malang benar nasib TKW kita ya, eh bung bagi-bagi ilmunya kapan lagi ya, terus gimana rencana kedpan anda setelah tinggal di negeri orang, salut buat ente

  24. andriansah says:

    Apa loe jadi tkw? udah gak perawan lagi yah sekarang?

    Kata pemerintah TKW/TKI merupakan ladang devisa bagi Indonesia, tapi pemerintah sendiri mendiskriminasikan para TKW/TKI itu dengan membuat terminal sendiri. PAdahal mereka2 itu adalah expatriate di bidangnya masing2.

  25. kus says:

    setuju, pemerintah cuma serius ngurusin hal macam perut dan hartanya sendiri, ngurusin hal halal dalam bermahtangga ( poligami) dan melupakan hal haram ( pelacuran ).

    Jadi pengen jadi warga Amrik , Inggris, dan Jerman , soale kalau ada warganya yg di kasarin di negara lain pasti presidennya ngamuk – ngamuk dan mati – matian membela.. huh

    Duhhh Indonesia

  26. tongkis says:

    Jayalah Indonesiaku.. Ayo dats buktikan kalo indonesia juga bukan cuma gudangnya babu? Mosok dari populasi approx 230 juta, ngga ada yang bisa berpotensi yg lebih tinggi dikit ketimbang cuma jadi babu? Positng beginian nihc yang gue demen bacanya… Go on uncle dats.. your blog rocks..btw, bos ente baca ini blog juga ngga?

  27. Luthfi says:

    Sekedar informasi, para pramugari Kuwait Airways tidak ada yang cantik.
    Sampelmu kurang kali’

  28. Emma says:

    Dats, kalo terlalu men-generalisasikan keadaan, ga semua TKW Indonesia di lakukan buruk, itu cuma beberapa, selebih nya banyak yg diperlakukan baik, saya rasa sama aja dengan Indonesia dan negara lain (Hongkong misalnya) Ada TKW indonesia yang juga di perlakukan buruk di sana, yang paling penting adalah pemerintah Indonesia jangan lg mengirim warga nya sendiri untuk jadi pembantu, kita bisa kirim orang2 yang punya skill untuk bekerja di luar. Contoh nya kamu, kamu bisa membuktikan kalo orang Indonesia Pintar buak cuma bisa jadi pembantu

  29. lantip says:

    negeri kita memang tidak memiliki kekuatan apapun di negeri sebrang. Jangankan di kuwait, di singapura saja gak bisa belain warganya. :(

    *sory ga nyambung*

  30. Jauhari says:

    NDak usah di TANYA… di NEGERI INI(tau dimanakhan ke.. ke.. ke..) nanti tuh para TKW juga DI PERKOSA secara lain karena seperi kita tau Negeri ini yang masih AH SUDAHLAH…

    Saya tidak tau apa yang salah dengan negeri ini atau itu yang jelas ada yang TIDAK NGGATUH dengan semua kekayaan Alam yang ada tapi HANCUR HANCURAN kayak gini.. mau bukti? liat aja tuh MILITER kita? berapa alat perang kita punya? mungkin kalaupun mau Singapura ngajak duel ama kita 1 lawan 1 aja bisa KOIT… hitung hitung aja… makanya dengan santainya waktu Malaysia ada masalah dengan Negeri ini atau Itu dengan lebih santainya lagi mereka patroli :D

    Yah negeri ini atau itu….

  31. Yanuar says:

    Turut prihatin dats..

    bikinin blog buat tkw dong ahh… biar mereka bisa keluarin uneg-uneg.

    next questions.
    kok bisa elu tau kalau di penampungan KBRI mereka nggak perawan semua.??

  32. conanâ„¢ says:

    wah … pantesan elu langsung ke kuwait dat. sejak abis dari bali kan elu dah ga perawan lagi sama si saylow.

    *siyul²

  33. didats says:

    #6 wah, harus peduli dong. mereka kan juga penduduk indonesia.

    #7
    Hehehe… jadi maluw… aku pasti berusaha, tapi belum menemukan jalan yg bagus aja.

    #10
    negara seperti pakistan sudah menyatakan fatwa haram mengirim pembantu ke negara lain.

    mereka menanggulangi masalah pengangguran dengan mengirim laki-laki bekerja di luar negeri, sedangkan perempuan bekerja di dalam negeri.

    #13 tidak semua mungkin mas… itu kesimpulan yg susah dibuktikan, tapi bisa ditebak… kekeke… :D

    #22 amiiin……..

    #26 gag tau deh… baca juga gpp kok.. :D

    #27 ini serius! masih jauh lebih cantik Lion Air atau Airasia…

    #28 memang tidak semua, tapi aku cuma mau menyampaikan kemungkinan terburuk aja, biar ga ada lagi yg ngirim pembantu…

    #31 hehehe… udah … *ga berani nerusin*

  34. adi says:

    tetep rumput dihalaman tetangga keliatan lebih ijo!!

  35. despite all the information from you, the fact is setiap tahun jumlah tkw/tki bertambah. keputusasaan kerja di negeri sendiri, atau nafsu memeroleh penghasilan besar di negeri orang? tanya kenapa lah…

  36. Yogi says:

    Tapi loe masih tetep perjaka kan Dats? :D. Sorry, joking :).

    Kasian banget TKW sampe digituin segala. Ayo Didats, perjuangkan hak2 para TKW di Kuwait!!

  37. Laks says:

    sedih juga bacanya.. kalo TKI apa juga seperti itu?

    *sedih gak bisa nerusin koment lagi*

  38. sigit says:

    wah… dapet ‘sisa’ donk Dats… :p

  39. sofie says:

    dats, jika ada persoalan buruh migran yang perlu penanganan bisa dikabari untuk bisa ditindaklanjuti oleh teman-teman pejuang hak buruh migran di indo, seneng de, kamu nulis persoalan hak asasi manusia, perspektifnya mesti digali lagi…bravo didats de!

  40. Irwan says:

    *bingung ‘baca’ diagramnya didats… hihihihi…

  41. MaIDeN says:

    … ini semua akibat salah milih waktu PEMILU kemaren …

  42. dodi says:

    bingung juga ya. harusnya ada pekerja kuwait disini yang disiksa juga.

    masa tayangan buser sergap dll isinya hanya kriminalitas sesama bangsa indonesia sih? ayo para kriminal domestik! LIBAS KUWAITI!

    hixxhiixhi

  43. Memang katanya naik kuwait airways tidak nyaman…

    Baidewei, kasian juga ya nasib para TKW, tapi mungkin itu jalan yang harus ditempuh untuk mencari segenggam berlian…

  44. buchin says:

    Yep, ini karena perbedaan pandangan tentang tki, di Indonesia bayangan tki adalah sebagai pembantu “saja”. Sedangkan di kuwait, orang kuwait menganggap mereka adalah budak. Tentu saja, kan mereka “membelinya”, jadi, mereka merasa berhak. Jadi perlu pemberian definisi saja: katakan bahwa TKI INDONESIA ADALAH PEKERJA, BUKAN BUDAK. :-( turut prihatin.

  45. didats says:

    #35
    sekedar informasi, TKW di Kuwait di bayar sekitar $250 (hehehe… kalo iya dibayar). Kecil kan? eh, mungkin bagi mereka besar kali ya…

    #36 ooops…… :D

    #38 gpp sisa, tapi stok kan banyak… wakakaka… :D

    #44 yeah, rite….

  46. iwank says:

    anjrit serem bener tuh cerita
    kaya sinetron indonesia aja.

  47. mr.bink says:

    Hi Mr.Didats, You are Indonesian Hero in Quwait. Ayo berjuang, kami dukung kamu dengan do’a, kalau perlu mungkin ada yang jadi panitia untuk bikin donasi :D

    atau SMS DIDATS SEPASI KUWAIT sms ke ……… :D

  48. basica.exe says:

    Tenaga Kerja Wanita dan Tenaga Kerja Webdesign yang ke Kuwait pake pesawat terbang itu mah pendatang halal… ada yang menjadi sponsor ,ada yang menjamin. Kalo mereka dianiaya , bahkan diperkosa, adalah harus lapor polisi karena ini sudah menyangkut kasus pidana/kriminal. Mas Didats perlu sekali untuk mengetahui apakah aparat hukum disana responsif gak dengan kasus2 pidana yang menimpa TKW sebagai korban. Jangan sampe lapor keilangan ayam malah jadi keilangan kebo. Kalo kondisinya runyam kayak gitu mending Didats balik aja ke NKRI. “Are you interested working in Jakarta, Didats?” makan-makan.

  49. geblek says:

    pulang ke indonesia didats pasti sudah tidak perwan lagi,awas homok disana gede2 loh :D:D:D:D

  50. oon says:

    wah..didat digasak, diperkosa?
    *spid riding