<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: TKW, merajut impian yang sia-sia</title>
	<atom:link href="http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/</link>
	<description>Web Application Developer and Designer</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Sep 2011 07:23:00 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: delaney</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-26736</link>
		<dc:creator>delaney</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 09:29:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-26736</guid>
		<description>Emang masalah TKW-kemiskinan-kurang pendidikan-keblinger kilau kapitalisme itu seperti lingkaran setan. Kalo di Jawa penduduknya enggak keterlaluan padat, orang masih bisa bercocok tanam, hutan enggak gundul, air masih ada, listrik masih menyala, orang enggak sikut2an berebut kerja, mahasiswa enggak bakar2in pabrik, investor asing enggak pada lari ke Vietnam &amp; Cina, rakyat masih bisa pada makan, perempuan2 desa enggak perlu membabu atau melacur demi sesuap nasi dan menopang hidup keluarga...

Kayaknya sampe kiamat aja Indonesia masih tetap jadi negara miskin dan merana...

* Bravo, Mas Didats, atas artikel2nya ! Ditunggu karya2 lainnya ! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Emang masalah TKW-kemiskinan-kurang pendidikan-keblinger kilau kapitalisme itu seperti lingkaran setan. Kalo di Jawa penduduknya enggak keterlaluan padat, orang masih bisa bercocok tanam, hutan enggak gundul, air masih ada, listrik masih menyala, orang enggak sikut2an berebut kerja, mahasiswa enggak bakar2in pabrik, investor asing enggak pada lari ke Vietnam &amp; Cina, rakyat masih bisa pada makan, perempuan2 desa enggak perlu membabu atau melacur demi sesuap nasi dan menopang hidup keluarga&#8230;</p>
<p>Kayaknya sampe kiamat aja Indonesia masih tetap jadi negara miskin dan merana&#8230;</p>
<p>* Bravo, Mas Didats, atas artikel2nya ! Ditunggu karya2 lainnya ! :)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: indri</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-26635</link>
		<dc:creator>indri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 07:20:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-26635</guid>
		<description>Dats... jumpa lagi nech....
artikel qm.. ok juga .. aq nyampe kesengsem.. 
no coment bwt Tkw krn emang pemerintah kt dh ga perduli...
jujur nech dats,,, sejujur222nya GUE ITU JIJIK SMA PEMERINTAH KT... mereka itu rakus uang semua...Mereka bnr222 ga perduli sma nasib para TKw. maaf karena saya pernah mengalaminya sendiri
MAAF KLO BLH KASIH SARAN
RASANYA GA ADA GUNANYA INDONESIA KASIH DUTA DI SETIAP NEGARA.ITS REALLY USELESS
GA ADA PERANNYA SAMA SEKALI, MEREKA ITU CUMA MEMANDANG SAMPAH KEPADA SETIAP TKW.... JGNKAN PEMERINTAHNYA.. TUKANG CLEANING SERVICE DI BANDARAPUN SELALU MEMANDANG SEBELAH MATA KE TKW. BENER222 IRONIS HIDUP INI,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dats&#8230; jumpa lagi nech&#8230;.<br />
artikel qm.. ok juga .. aq nyampe kesengsem..<br />
no coment bwt Tkw krn emang pemerintah kt dh ga perduli&#8230;<br />
jujur nech dats,,, sejujur222nya GUE ITU JIJIK SMA PEMERINTAH KT&#8230; mereka itu rakus uang semua&#8230;Mereka bnr222 ga perduli sma nasib para TKw. maaf karena saya pernah mengalaminya sendiri<br />
MAAF KLO BLH KASIH SARAN<br />
RASANYA GA ADA GUNANYA INDONESIA KASIH DUTA DI SETIAP NEGARA.ITS REALLY USELESS<br />
GA ADA PERANNYA SAMA SEKALI, MEREKA ITU CUMA MEMANDANG SAMPAH KEPADA SETIAP TKW&#8230;. JGNKAN PEMERINTAHNYA.. TUKANG CLEANING SERVICE DI BANDARAPUN SELALU MEMANDANG SEBELAH MATA KE TKW. BENER222 IRONIS HIDUP INI,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sakdul</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-25563</link>
		<dc:creator>sakdul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 20:49:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-25563</guid>
		<description>salam sejahtera..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya sakdullah, setelah membaca opini atau penyesalan anda sendiri mungkin ,, saya jadi yakin bahwa anda terlalu melihat sisi negativ dari semua resiko di dunia ini,, cobalah lihat dari sisi positifnya aja dulu biar bangsa ini tidak pesimis melihat ke depan,,saya bukan pemerhati yg handal dalam urusan tenaga kerja diluar atau di dalam negeri,, didalam negeri kita aja masih carut marut masalah tenaga kerja,, mereka yg lulusan SMU yg kerja dipabrik2 masih sangat tidak lanyak nasib mereka,, ada yg dikontrak, ada yg nggak dibayar THR bahkan ada yg tidak digaji,bahkan ada gadis2 kampung yg dibawa ke kota-kota untuk dilacurkan,saya kira nasib TKW sudah cukup dan sangat baik,, coba anda jalan2 ke daerah cianjur, sukabumi, indramayu, dll mereka bisa bangun daerahnya itu bukan dari pemerintah apalagi sumbangsih pemikiran anda,, tapi dari jerih payah mereka kerja di negara orang,, yg hanya cukup permodalkan ijazah SD atau kadang nggak lulus SD. coba pikir sekali lagi apa yg dapat kita berikan buat negeri ini kedepan?????&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam sejahtera..</p>
<p>saya sakdullah, setelah membaca opini atau penyesalan anda sendiri mungkin ,, saya jadi yakin bahwa anda terlalu melihat sisi negativ dari semua resiko di dunia ini,, cobalah lihat dari sisi positifnya aja dulu biar bangsa ini tidak pesimis melihat ke depan,,saya bukan pemerhati yg handal dalam urusan tenaga kerja diluar atau di dalam negeri,, didalam negeri kita aja masih carut marut masalah tenaga kerja,, mereka yg lulusan SMU yg kerja dipabrik2 masih sangat tidak lanyak nasib mereka,, ada yg dikontrak, ada yg nggak dibayar THR bahkan ada yg tidak digaji,bahkan ada gadis2 kampung yg dibawa ke kota-kota untuk dilacurkan,saya kira nasib TKW sudah cukup dan sangat baik,, coba anda jalan2 ke daerah cianjur, sukabumi, indramayu, dll mereka bisa bangun daerahnya itu bukan dari pemerintah apalagi sumbangsih pemikiran anda,, tapi dari jerih payah mereka kerja di negara orang,, yg hanya cukup permodalkan ijazah SD atau kadang nggak lulus SD. coba pikir sekali lagi apa yg dapat kita berikan buat negeri ini kedepan?????</p>
<p>trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: david</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-24680</link>
		<dc:creator>david</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 22:28:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-24680</guid>
		<description>Ya..sdikit komentar boleh kan? g smua  TKW diperlakukan tidak manusiawi di negeri orang.Tapi kalau boleh kasih saran kalau mau jadi TKW mending ke zona ASIA TIMUR,karna org2 asia tmur dan juga smua negara2 di asia timur sangat menjunjung tinggi HAM,TIDAK ADA ISTILAH BUDAK seperti yang di terapkan negara2 moslim di dunia tak terkecuali MALAYSIA,jiancok njaran....dalam islam budak wajib melayan majikan,!!!!ini jadi PR bagi pemerintah Indnesia mending gak usah ngirim TKW kenegara2 muslim keparat!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya..sdikit komentar boleh kan? g smua  TKW diperlakukan tidak manusiawi di negeri orang.Tapi kalau boleh kasih saran kalau mau jadi TKW mending ke zona ASIA TIMUR,karna org2 asia tmur dan juga smua negara2 di asia timur sangat menjunjung tinggi HAM,TIDAK ADA ISTILAH BUDAK seperti yang di terapkan negara2 moslim di dunia tak terkecuali MALAYSIA,jiancok njaran&#8230;.dalam islam budak wajib melayan majikan,!!!!ini jadi PR bagi pemerintah Indnesia mending gak usah ngirim TKW kenegara2 muslim keparat!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: joko</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-20758</link>
		<dc:creator>joko</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Feb 2007 18:50:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-20758</guid>
		<description>kok jarang ada demo tentang peristiwa-peristiwa seperti ini ya.kayaknya pada sibuk demo menuntut uang rapelan di golkan.dasar gak punya malu DPRD</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok jarang ada demo tentang peristiwa-peristiwa seperti ini ya.kayaknya pada sibuk demo menuntut uang rapelan di golkan.dasar gak punya malu DPRD</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iroel</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-20273</link>
		<dc:creator>iroel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Feb 2007 13:45:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-20273</guid>
		<description>sungguh serem dan mengharukan bro! hiiii.. TANYA KENAPA emang beneerrr..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh serem dan mengharukan bro! hiiii.. TANYA KENAPA emang beneerrr..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Atha</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-19804</link>
		<dc:creator>Atha</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 22:45:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-19804</guid>
		<description>Indonesia memang bangsa babu. Malu aku jadi bangsa Indonesia. Walaupun ada juga beberapa anak bangsa yang berhasil. tapi kebanyakan ya jadi babu di negeri orang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia memang bangsa babu. Malu aku jadi bangsa Indonesia. Walaupun ada juga beberapa anak bangsa yang berhasil. tapi kebanyakan ya jadi babu di negeri orang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: some1</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-19488</link>
		<dc:creator>some1</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jan 2007 10:57:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-19488</guid>
		<description>eh,udah dikuwait... hebat,..&lt;br /&gt;
emang sih gue juga sering bingung sama negara arab..dulu,lagi ngantri diimigrasi skarno hatta gue juga ketemu tkw kita yg baru lari dr arab,abis diperkosa..kasian,wajahnya pucat,kuyu dan kaya&#039; org ling lung gitu..kasian deh liatnya,secara gue diblakang dia..dan officer kita cuman bilang tanpa rasa kaget,ya udah pergi kepojok sana,laporkan kebagian HAM... &lt;br /&gt;
gimana sih ini imigrasi,...kok nggak ada rasa simpatinya ya..atau udh tiep hari kali tkw begini...walah... &lt;br /&gt;
mangkanya pemerintah, yg plg penting skrg tingkatkan mutu pendidikan kita sampai kepelosok desa... biar nggak selamanya kita jadi negara yg ngekspor pembantu..sedih ya,jadi org indo dinegara yg sodara setanah aernya jadi pembantu..disini juga banyak pembantu ngalemin nasib yg sama..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>eh,udah dikuwait&#8230; hebat,..<br />
emang sih gue juga sering bingung sama negara arab..dulu,lagi ngantri diimigrasi skarno hatta gue juga ketemu tkw kita yg baru lari dr arab,abis diperkosa..kasian,wajahnya pucat,kuyu dan kaya&#8217; org ling lung gitu..kasian deh liatnya,secara gue diblakang dia..dan officer kita cuman bilang tanpa rasa kaget,ya udah pergi kepojok sana,laporkan kebagian HAM&#8230; <br />
gimana sih ini imigrasi,&#8230;kok nggak ada rasa simpatinya ya..atau udh tiep hari kali tkw begini&#8230;walah&#8230; <br />
mangkanya pemerintah, yg plg penting skrg tingkatkan mutu pendidikan kita sampai kepelosok desa&#8230; biar nggak selamanya kita jadi negara yg ngekspor pembantu..sedih ya,jadi org indo dinegara yg sodara setanah aernya jadi pembantu..disini juga banyak pembantu ngalemin nasib yg sama..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Oskar Syahbana</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-18851</link>
		<dc:creator>Oskar Syahbana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2007 11:06:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-18851</guid>
		<description>Lah TKW-TKW itu kalau  ga kesana di sini pun kerjanya jadi apa toh? Yang jadi masalah itu bukan kita yang terus menerus jadi bangsa pengekspor pembantu, yang jadi masalah itu perlindungan terhadap TKW.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lihat tuh India, dulu jadi supplier tenaga kasar terbesar di dunia, sekarang jadi supplier engineer terbesar di dunia. A thousand miles journey starts with a single step</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lah TKW-TKW itu kalau  ga kesana di sini pun kerjanya jadi apa toh? Yang jadi masalah itu bukan kita yang terus menerus jadi bangsa pengekspor pembantu, yang jadi masalah itu perlindungan terhadap TKW.</p>
<p>Lihat tuh India, dulu jadi supplier tenaga kasar terbesar di dunia, sekarang jadi supplier engineer terbesar di dunia. A thousand miles journey starts with a single step</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daku</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/comment-page-2/#comment-18238</link>
		<dc:creator>daku</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jan 2007 07:20:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364#comment-18238</guid>
		<description>mas,akujuga TKW.tapi aku kerja di Malaysia doangan. untung juga bukan pembantu. tapi tetep aja jadi TKW itu ga enak. bener yang kamu bilang agen TKW emang brengsek. tengkiyu sempet nulis ini buat kami para TKW. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas,akujuga TKW.tapi aku kerja di Malaysia doangan. untung juga bukan pembantu. tapi tetep aja jadi TKW itu ga enak. bener yang kamu bilang agen TKW emang brengsek. tengkiyu sempet nulis ini buat kami para TKW.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

