February 19th, 2007

Gratisan
Apa-apa yang gratis memang menyenangkan. Tapi kadang tidak semuanya yang gratis mendatangkan manfaat yang baik. Terutama pada para penduduk lokal yang sebagian besar dari mereka tidak bisa merasakan apa kata GRATIS sesungguhnya.

Telepon gratis

Telepon gratis HANYA untuk sambungan lokal saja. Kalau di Indonesia, mungkin perandaiannya sama dengan telepon yang ada di rumah. INGAT, bukan telepon ke luar negeri, tapi telepon ke sesama Kuwait (penjelasan ini kadang masih tidak dimengerti oleh orang-orang tertentu).

Jika anda menelpon ke handphone dari telepon rumah, maka yang membayar biayanya bukan telepon rumah, tapi pihak yang menerima telepon.

Tapi sebenarnya tidak gratis, tis, tis sih. Tiap TAHUN dikenakan biaya 30 dinar (kurang lebih 1 juta rupiah). Dengan biaya sebesar itu tentunya sudah termasuk sangat murah sekali. Nah, kapan Indonesia seperti ini? yuk kita tidur dulu, kali aja nanti mimpi…. hihihi… :D

Listrik Gratis

Aku masih ingat ketika di Indonesia dulu. Menyalakan komputer dan air kran tidak boleh bersamaan, karena sering sekali ‘turun’.

Di Kuwait beda. Sampai tidak ada lagi yang mau dialiri listrik, maka halaman rumahpun jadi. Rumput, batang pohon, daun, pagar, sampai jalan menuju pintu kadang diberi cahaya lampu. Keren kan? serasa setiap hari tahun baru!

Air minum gratis

Di tempat-tempat keramaian biasanya disediakan sebuah bangunan penampung air minum. Tingginya sekitar 2,5 meter. Bentuknya bisa bermacam-macam, menyerupai Kuwait Tower, botol air mineral, atau bahkan hanya sebuah persegi panjang saja.Tentu saja isinya air putih. Biasanya tiap masjid disediakan bangunan-bangunan ini. Disediakan 2 sampai 3 buah gelas alumunium sebagai wadah. Tapi yang biasa aku lihat gelas tersebut tidak berguna. Orang-orang lebih senang minum dengan cara ‘kokop’.

Sekolah Gratis

Sekolah gratis diperuntukan hanya untuk Kuwaiti. Mereka diberikan keleluasaan untuk sekolah sampai dengan S2 tanpa biaya sama sekali. Enak ya? Tapi mungkin karena itulah para Kuwaiti jadi seenaknya. Mentang-mentang gratis, mereka jadi tidak sungguh-sungguh untuk belajar. Alhasil, otak-otak mereka masih orisini. Tidak pernah digunakan.

Tentang otak yang orisinil itu bukan saja pendapatku. Tapi beberapa teman yang berasal dari negara lain juga sependapat. Eh, memang tidak semua sih. Cukup 99%! :D

Dokter gratis

Biaya kesehatan untuk para kuwaiti juga gratis. Mereka sama sekali tidak dipungut biaya untuk berobat. Mungkin itulah sebabnya mereka ugal-ugalan naik mobil, tabrakan mobil dimana-mana, karena mereka masuk rumah sakit pun gratis. Tidak lagi memikirkan biaya yang menjulang tinggi. Harga sebuah kesehatan para Kuwaiti murah!

Naik Bis Gratis

Ini juga HANYA untuk kuwaiti saja. Seharusnya, mereka bayar. Tapi sepanjang pengetahuanku melihat langsung, mereka banyak memilih untuk tidak bayar. Eh, bayar kok, tapi tiket yang mereka bayar cuma 2 kata, “ANA KUWAITI”.

Dan khalas, mereka bebas biaya kemana saja untuk keliling Kuwait. Tidak hanya naik bis yang gratis. Merokok di dalam bis, mengolok-olok supir, menghina supir, memecahkan kaca jendela bis, mengolok-olok orang-orang asia, melempar kulit kacang sembarangan di dalam bis tidak perduli ada orang atau tidak, berteriak-teriak seperti beraada di kamar sendiri, dan menaruh kaki di atas kursi yang lain JUGA GRATIS.

Dan tanpa ada yang menegur. Kenapa? Siapa sih yang mau berurusan dengan manusia yang menaruh otaknya di mata kaki? :P

Oh iya, ada sedikit animasi jelek yang sengaja aku buat untuk membuktikan bahwa ternyata sekolah gratis tidak selalu membuat para kuwaiti pintar. Ini didasari dari kisah nyata. Memang tidak semua berlaku seperti ini, tapi cukup 99%.

Related posts:

  1. Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara Waduh, maap saudara-saudara sekalian. Koneksi internet sempat putus di kamar....
  2. TKW, merajut impian yang sia-sia Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka...
  3. Dishdasha, baju arab yang punya nilai lebih Sekali lagi mohon maaf karena Projek30 pertanggal 27 Juli 2007...
  4. Jam kerja yang aneh Jam kerja yang menurutku tidak manusiawi ini mungkin cuma terjadi...
  5. Denda 50 dinar bagi yang tidak menghormati orang puasa Selamat datang di negara arab. Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari...



Kategori:blog, kuwait



71 Responses

  1. edipsw says:

    Mas didats, apa sih alamat website yg memuat pembuatan web menggunakan css? Thx

  2. abah oryza says:

    promosi wisata lampung gratisan he.. he..

  3. geblek says:

    dats kencing gratis gak di kwait ?

  4. Tresno says:

    animasi nya mantap!
    berarti orang indonesia juga banyak dunk yang otaknya dimata kaki?
    gak banyak seh cuma 99% :P

  5. Syaiful says:

    Tapi ada juga di LN yang gak gratis, di Frankfurt, Jerman, waktu saya mau kencing aja hrs bayar, mahal lagi sekitar 7500, kalo di Indonesia udah berapa kali kencing tuh, bisa rombongan lagi…ha..ha..ha..

  6. oon says:

    waks…letak otak makin kebawah makin bahagia ya dats?
    kan katanya otak kita orang endonesa kebanyakan masih baru sampe dengkul tuw :p
    cuman 68% lah kali ye?

  7. tiaRa says:

    ada stok cowo kuwait ga? mau doooongg… ;D

  8. ShOFa says:

    klo parkir ato k toilet bayar ga?
    apa gratis juga?

  9. Presiden RI says:

    Terimakasih Saudara Didats yang sudah memberikan laporan tentang keadaan di sana tetutama yang berhubungan dengan Ke-GRATIS-an.

    itulah sebabnya, sampai saat ini saya tak mau memberikan hal-hal gratis untuk negeri ini, karena saya tak mau rakyat menjadi bodoh, dan tidak menghargai segala sesuatu yang gratis.

    benar begitu :)

    tembusan: Untuk Rakyatku

  10. mia says:

    beneran ini bapak presiden yg nulis..??? #$%^#^&&^@$^^&$&*(

  11. Edi says:

    Kalo makan ada yg gratis ga ya… Klo ada aq pengin pindah kesana!

  12. iRene says:

    aBang y flashnya mobilnya warnanya dibedain dunk, biar keliatan ugal2annya hehehe,Bang itu teh bener2 bpk presiden?? *memandang penuh curiga*

  13. Chapez says:

    Aku mau donk gratisan!

  14. bluedee says:

    software ada yang gratisan ga mas?

  15. ario says:

    wahhh payah bener yah..
    *mikir cicilan 24 bulan lagi*

  16. ario says:

    wahhh payah bener yah..
    *mikir cicilan 24 bulan lagi*

  17. u see says:

    yang suka naik bis gratis itu,bedoin/stateless people.kalau kita melawan,mereka gak akan semena2 ke kita.sering juga kok kita berantem sama mereka.orang arab kan gak bisa kelahi hehehe,pake rok sih..tinggal pakai jurus tendangan tanpa bayangan aja,pasti babak belur tuh si alibaba.

  18. Joan says:

    Negara maju dan kaya tapi penduduknya nggak ‘berpendidikan’. *geleng-geleng kepala*

  19. Libert says:

    Haha… gw baca yg naik bis gratis lucu jg. btw, u dah pernah cb yg ngolok2 supir… loncat2… teriak2… de el el ga?! kan gratis tuh Dat. sayang klo dilewatin.

  20. ahmad ridwan says:

    bang didats gmna cr nya bs prgi ksna? blh kan th…….

  21. ahmad says:

    hmmmm…. kuwait ya??kota nya katanya bagus tp knp org2 nya bar2 bgitu ya?trus infonya jg disana laki2 nya suka kurang ajar…!! hmmm ada apa ini???