blog
Yang Miskin gak boleh sekolah
May 4th, 2005
Kasus SMU 3 Bandung yang diterangkan Priyadi sudah cukup jelas, bagaimana sekolah banyak memberikan tekanan mental kepada pelajarnya yang belum melunasi uang sekolah bulanan, atau tidak mengikuti kegiatan sekolah yang intinya adalah uang.
Kini, tepatnya di Tegal, siswa kelas enam Sekolah Dasar Kepunduhan 02 berusaha menyudahi nyawanya dengan melilitkan kain kelehernya. Keterangan yang berhasil dihimpun, bocah malang itu merasa malu, karena sudah 9 bulan belum melunasi biaya sekolah. Apalagi, ditambah dia dihadapkan pada seluruh pengajar, dan kepala sekolah dalam satu ruangan. Dia disidang didalamnya, dimintai keterangan, dan entah, para pengajar itu sadar atau tidak, kalau hal itu benar-benar menjatuhkan mental bocah itu.
Eko Haryanto namanya. Ayahnya hanya seorang kuli yang membawa barang-barang dipasar, yang masih merasa beruntung jika masih bisa memakan nasi setiap harinya.
Salah seorang guru yang diwawancarai, malah mengatakan hal yang tidak seharusnya. Ditanya, apakah ada jalan lain untuk melunasi uang sekolah, pengajar tersebut berkata memang ada. Setelah ditanya lagi, kenapa tidak diusahakan pihak sekolah, dengan entengnya, pengajar tersebut berujar, “Kami tak tahu kalau Eko adalah keluarga yang miskin”. Gubrak!!! belum cukup jelaskah tunggakan 9 bulan ?
Tapi untunglah, nyawa eko belum hilang, walaupun mental bocah tersebut sudah hilang dihabisi para pengajar disekolah itu.
Seorang teman, yang mempunyai anak yang duduk dibangku SMP, pernah mengatakan bahwa anaknya diusir, tak boleh mengikuti pelajaran sekolah karena belum membayar tunggakan yang entah berapa bulan.
Tolong jangan rusak masa depan mereka dengan menjatuhkan mentalnya. Cukup beritahu orangtua yang bersangkutan, seorang anak tak punya salah. Tugasnya hanya belajar, jangan bebankan ia dengan komentar menjatuhkan.
:(
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















di sini blom ada yang komen
mungkin kalo yang gantung diri itu mariana renata langsung pada komen deh