Apple Music, 2 bulan kemudian

Dari awal kehadiran Apple Music, saya agak ragu untuk mulai mendaftarkan diri. Karena saya gak terlalu suka dengar musik, gak tau apa-apa tentang musik, dan malu-maluin kalo udah mulai coba nyanyi. Makanya jadi programmer, bukan artis. Dan saya gak nyesel dengan pilihan saya itu. Andapun seharusnya begitu.

Kemudian kartu kredit datang setelah berbulan-bulan daftar. Tepatnya lebih dari 5 bulan. Dengan adanya kartu kredit, artinya saya harus mengubah lokasi Apple ID ke Indonesia dari versi Amerika. Setelah mengikuti semua petunjuk dari Apple, akhirnya resmi akun Apple ID saya berpindah lokasi. Begitu juga dengan Apple ID kepunyaan istri, Bapak dan Ibu.

Dan kakak Isyana Sarasvati, bidadari lain yang turun dari langit setelah Raisa, mengeluarkan albumnya. Dan sukses saya beli. Dari situlah saya mulai daftar Apple Music. Toh, 3 bulan gratis ini.

Apple Music, semua ada.

Saya terdaftar sebagai akun keluarga dengan biaya sekitar 100 ribuan perbulan, dengan 3 bulan gratis. Semua lagu ada, dari lagu-lagu lama di tahun 70-an, 80-an, 90-an, sampai yang paling menarik perhatian saya, ada ustad Mishary Rashid dengan semua album Qurannya!

Kenapa saya singgung lagu-lagu 70-80an -walaupun saya lahir di akhir 80an (ini jelas pencitraan), semata-mata karena orang tua. Mereka antusias sekali ketika tahu tidak perlu lagi buka Youtube untuk mendengarkan lagu-lagu lama, lagu sunda, lagu jawa, dan lagu-lagu khas bapak-bapak dan emak-emak langsung dari telepon genggam mereka.

Bacaan Quranpun ada!

Jelas ini pencitraan. Tapi memang benar, rata-rata semua pembaca Quran terkenal punya album di iTunes store. Yang paling banyak jelas ustad Mishari Rashid yang asli Kuwaiti.

Kesimpulan akhir, lanjut kita… Entah sampai kapan.

*foto diambil tanpa ijin dari sini.

Review Apple Watch

Sebenarnya sudah banyak review pemakai Apple Watch, tapi tidak ada salahnya saya buat versi saya sendiri sebagai seorang pengembang juga pemakai. Di bahasan kali ini, saya akan menulis sebagai pemakai dulu. Kalau sempat, akan saya review sebagai pengembang.

Seperti kebanyakan produk Apple, atau mungkin ini pengalaman pribadi saya saja, ketika Anda sudah enak di platform buatan Apple, Anda mungkin tidak ingin lagi pindah ke lain hati. Beberapa orang sudah saya tanya, dan mereka bilang persis seperti yang saya tulis ini.

Begitu juga dengan Apple Watch, setelah menggunakannya selama kurang lebih 1 bulan, saya sudah tidak lagi tertarik dengan jam biasa. Ya iya pasti, harga termurah Apple watch bisa beli hampir 3 buah jam merek Swatch asli yang terhitung lumayan bagus.

Berikut ini adalah pengalaman pribadi saya sebagai pengguna Apple Watch. Sebagai informasi, saya menggunakan Apple Watch Alumunium 42″.

Apakah layak dibeli?

Kalau Anda pengguna iOS, dan akan terus menggunakan iOS, tidak perlu ngutang atau nyicil untuk membeli Apple Watch, dan ada dananya, maka jawabannya adalah layak.

Dengan perangkat ini, Anda akan lebih jarang nengak-nengok ke layar iPhone karena notifikasi akan datang ke pergelangan tangan Anda. Yang perlu diingat, jika Anda sedang menggunakan iPhone, maka notifikasi hanya akan datang ke iPhone Anda, bukan Apple Watch.

Baterai?

Selama ini tidak ada masalah dengan baterai jika Anda tidak terlalu aktif. Hari teraktif saya waktu itu, kondisi 100% baterai saat bangun tidur, kemudian lari 10km di jam 6 – 7, ditambah bersepeda 24km, maka jam makan siang baterai sudah berkurang lebih dari setengahnya.

Jika Anda tidak lari, tidak olahraga aktif seperti saya di paragraf atas, pekerjaan Anda lebih banyak duduk, maka saat akan tidur jam 10 – 11 malam, baterai bisa tersisa sekitar 30%.

Kelebihan dan kekurangan

Salah satu hal yang saya suka dari Apple Watch adalah, tali jam yang bisa diganti-ganti. Bentuknya yang unik, keren dan cocok disandingkan dengan tali jam model apapun. Walaupun sampai saat ini tali jam yang saya punya masih yang untuk olahraga saja, tapi dalam waktu dekat ini versi lainnya akan datang.

Selain tali jam, Apple Watch juga meminimalisasi kebutuhan saya untuk selalu melihat layar iPhone ketika ada notifikasi.

Kekurangannya adalah, harganya yang masih terbilang mahal dan kurang responsifnya aplikasi yang ada. Entah karena perangkat keras yang ada di dalamnya, atau perangkat lunaknya. Selain itu, tidak ada lagi kekurangan.

Untuk olah raga?

Jika Anda aktif berolahraga, Apple Watch adalah pilihan tepat. Saya dulu pengguna Fitbit Flex, lalu setelah pemakaian beberapa bulan, karet Fitbit sudah gak jelas kemana dikarenakan kualitasnya yang kurang mumpuni. Ditambah, lebih cepat bau karena bercampur keringat.

Untuk fitur olahraga, Apple Watch punya aplikasi native yang berjalan lebih cepat dibandingkan Nike+ atau aplikasi lain. Tapi untuk bisa menggunakannya, Anda harus tetap membawa iPhone dikarenakan Apple Watch tidak mempunyai GPS sendiri.

Kesimpulan saya, selain sisir sebagai obat ganteng, Apple Watch juga bisa bikin ganteng.