Sepeda

Review Polygon Gili Velo

Polygon Gili Velo adalah versi kedua dari Polygon Sage V3 yang rilis sembunyi-sembunyi di akhir tahun 2018. Saya sebut sembunyi-sembunyi karena faktanya di pasaran tidak ada barangnya. Saya sudah coba hubungi Rodalink di awal tahun 2019, tapi tidak ada kabar sama sekali. Mungkin sekali faktor daerah, dimana saya tinggal di Malang. Jadi mungkin bukan jadi daerah prioritas.

Apa perbedaan yang paling mencolok?

Antara Polygon Sage V3 dan Polygon Gili Velo, perbedaan paling mencolok dari mesinnya dan warna sepeda. Sage V3 menggunakan mesin dari Entity, dan Gili Velo mengambil dari Bafang. Merk Entity berasal dari Australia dan Bafang dari Tiongkok.

Kalau ditanya bagus mana, saya tidak tau karena tidak pernah mencoba Sage V3, dan ebike lain, sehingga tidak punya sesuatu untuk dikomparasi.

Proses Pembeliannya

Polygon Gili Velo rilis resmi tanggal 30 Oktober 2020. Di tanggal tersebut pula Polygon menyediakan tautan Pre-order dengan membayar terlebih dahulu, kemudian barang akan dikirimkan ketika selesai. Saya melakukan pre-order di tanggal rilis, dan diberikan estimasi tanggal 20 November akan tersedia dan bisa diambil di cabang Rodalink yang dipilih.

Tepat di tanggal 20, informasi dari Polygon berubah. Ternyata di tanggal tersebut barang baru mulai dikirim ke Rodalink, bukan tanggal kita mendapatkan barangnya. Menarik sekali alasan mereka 😅.

Tanggal 21 November, status pre-order saya berubah dan diberitahukan Gili Velo baru saja dikirim. Tepatnya hari Sabtu. Saya berpikir, dari pabriknya Polygon yang ada di Sidoarjo, menuju Malang, hanya membutuhkan paling tidak beberapa jam.

Maka sejak itu, tiap pagi saya telepon Rodalink untuk menanyakan. Mungkin mereka bosen jawabnya. 😁

Tepat di hari Rabu, tanggal 25 November 2020, barang bisa diambil di sore hari. Akhirnya 😁. Penantian sejak 2018 akhir, dapatnya 2 tahun kemudian.

Review di hari pertama

Karena baru satu hari, maka saya perlu kasih tau kalau ini adalah review sehari. Semoga setelah beberapa bulan saya bisa menulis review lain.

Pertama, kalau Anda membaca tulisan ini, saya pastikan Anda sudah tau cara pakainya, karena sudah melihat video di Youtube atau di Instagram, atau dimanapun. Jadi saya tidak akan kasih tau bagaimana cara pakainya.

Kedua, ada beberapa yang perlu diberitahu jika sebelumnya Anda belum pernah menggunakan sepeda ebike. Diantaranya dan paling utama, kekuatan ebike adalah pada dorongan. Jadi seperti naik motor, gas yang Anda putar dengan tangan diubah menjadi putaran kaki. Jadi ketika Anda mulai mengayunkan kaki ke depan, ada dorongan dari ban belakang tergantung dari nomor kecepatan yang Anda pilih.

Dorongan ini sangat berguna ketika memulai gowes saat di lampu merah.

Jadi, pada review pertama ini, saya sengaja membawa Gili Velo ke Batu dengan jarak dari rumah kira-kira 50km, dengan elevasi 520m. Beberapa hal yang saya bisa ambil kesimpulan di hari pertama adalah sebagai berikut:

Sebagai pengguna Gili Velo, Anda bebas menentukan untuk berolahraga atau bersantai.

Maksudnya, dengan batasan kecepatan 25km/jam memungkinkan Anda menggowes dengan santai dan bisa mendapatkan kecepatan 23km/jam – 25km/jam tanpa perlu banyak mengeluarkan tenaga. Atau, Anda bisa menggowes sampai detak jantung Anda di level 4 atau 5, dan hanya mendapatkan kecepatan 27km/jam – 33km/jam atau lebih tergantung usaha Anda.

Tanjakan? Apa itu tanjakan?

Seperti poin nomor 1 di atas, Anda bebas memilih untuk melalui tanjakan dengan tenang atau tidak. Kalau capek, lakukan gowes santai, dan wuz, Anda tiba di atas dengan usaha yang sangat minimal.

Tanpa baterai bisa tetap jalan, tapi…

Dikarenakan roda belakang bersinggungan dengan motor, maka ketika tidak menggunakan baterai, ada gesekan yang terjadi sehingga membuat berat gowesan lebih berat dibanding sepeda biasa. Maka menyalakan motor di nomor 1 bisa membuat lebih ringan.

Segini dulu untuk hari pertama, baca tulisan lain saya soal Polygon Gili Velo.