Sepeda

Review Strattos S3 setelah tiga tahun

Rasanya kurang sreg setelah punya Polygon Strattos S3 tapi belum menulis review bagaimana rasanya sepeda yang saya punya ini. Strattos S3 yang saya punya adalah versi 2017, campuran antara hitam dan kuning. Saya pakai ukuran 53, dan tinggi saya adalah 174cm.

Rangka sepeda S3 ini masih menggunakan bahan Alloy (Alumunium), hanya garpu depan saja yang karbon. Groupset bawaan adalah Shimano Sora dengan 9×2 percepatan. Sproket ukuran 11-28, sama seperti seri strattos lain.

Selama menggunakan S3, saya betul-betul puas dan gak ada masalah. Bahkan saya masih menggunakannya sampai saat ini untuk olahraga sehari-hari. Merek Polygon memang bisa diandalkan.

Buat nanjak

Jika masih pemula, saya dulu agak kewalahan dengan jumlah sproket yang 11-28t untuk nanjak dari kota Malang ke kota Batu yang elevasinya antara 400-600 (tergantung jalur mana yg dilewati). Dulu sempat beberapa kali berhenti di Indomaret untuk sekadar beli tambahan minum atau cemil sana-sini.

Jadi, kalau mau dibuat nanjak, lebih baik cari sproket dengan ukuran minimal 11-32t dan maksimum di 11-34t. Ini akan lebih bersahabat untuk pemula.

Apa saja yang sudah diganti?

Setelah 2 tahun pemakaian, akhirnya saya mengganti banyak bagian sekaligus. Groupset dari Sora saya naikkan levelnya menjadi Shimano Tiagra 4703 dengan 10 kecepatan, dan crank bagian depan punya 3 percepatan.

Perbedaannya? cukup mencolok 😁. Sejak pakai Tiagra, saya sudah tidak lagi berhenti di tengah jalan saat nanjak ke Batu. Entah saya sudah lebih terbiasa, atau memang Shimano Tiagra punya andil.

Selain Groupset, saya juga mengganti ban dalam dan ban luar. Yang tadinya 700x26c, saya ganti dengan merek Continental Ultra Sport 700x25c. Perbedaannya, cukup terasa dari segi kecepatan. Saya yang ngos-ngosan di tanjakan sejauh 8km dan biasa mendapatkan waktu 21 menit paling maksimum, setelah mengganti ban dalam dan luar, kecepatan waktu yang saya dapat bisa sampai 19 menit. Dengan asumsi kekuatan yang dikeluarkan sama.

Apa yang perlu diupgrade dari Strattos S3?

Hal pertama yang perlu diganti jika Anda akan gunakan untuk menanjak adalah jumlah sproket. Carilah yang minimum 11-32t. Ini akan sangat membantu sekali.

Yang kedua, beli sepatu cleat dan ganti pedal dengan yang cleat. Pakai Shimano Cleat yg murah saja gpp. Takut jatuh? Tenang saja, kejadiannya jarang kok. Tapi efek kekuatan yang menambah bisa sangat signifikan.

Yang ketiga, ganti ban dalam dan ban luar Anda. Bisa dengan sama yang saya gunakan saat ini, atau coba merek lain. Pemilihan sangat krusial.

Yang keempat, upgrade Groupset ke Tiagra saja maksimum. Karena menurut saya, jika Anda ingin upgrade sampai Shimano 105 atau apalagi Ultegra, lebih baik uangnya disimpan untuk membeli Strattos S7 atau Strattos S8 sekalian. Kecuali Anda Sultan yang gak peduli dan banyak duit 😁.

Yang kelima, upgrade sekalian ke S7 atau S8. Jangan naik ke S4 atau S5. Tanggung sekali.

Terakhir dan paling penting, gunakan dulu seadanya sampai Anda tahu mana yang perlu diganti sambil menunggu dananya ada. Jangan baru beli langsung diupgrade. Kalau bisa, nabung sampai banyak, lalu beli S8 sekalian.

2 thoughts on “Review Strattos S3 setelah tiga tahun

    1. Dulu saya beli di harga 6,8 juta. Sabar saja, kemungkinan di bulan Februari atau Maret sudah ada Strattos lagi. Saya juga lagi cari.

Comments are closed.