Renungan

Hidup memang tidak adil

Beberapa orang lebih mudah mendapatkan apa yang mereka mau, dan ada yang tanpa usahapun, mereka bisa mendapatkan apa yang bahkan kita cita-citakan sejak lama. Ada banyak sekali contoh di sekitar untuk membenarkan teori bahwa hidup ini memang tidak adil. Sekeras-kerasnya kita berusaha, tapi masih saja kalah dengan orang lain yang tidak perlu keras berusaha.

Lalu ada orang jahat yang sampai saat ini belum juga menerima apa yang sudah dia lakukan. Orang baik tidak juga menerima manfaat dari apa yang dia tanam.

Bagaimana seharusnya menyikapi ini?

Di dalam agama saya, Islam, pernyataan bahwa hidup itu tidak adil memang ada. Dunia yang kita tinggali ini bukanlah dunia yang sempurna. Jadi, memang beginilah hidup.

Tapi saya sebagai orang Islam juga diberikan kabar gembira. Namanya dunia akhirat. Itulah dunia sempurna, dimana semua yang kita lakukan saat di dunia akan dihitung dan dipertanggung jawabkan. Orang-orang jahat akan menerima hukuman apa yang sudah dia lakukan, orang baik akan menerima kebaikannya.

Di Akhirat nanti, alat tukarnya adalah dosa dan kebaikan kita selama di dunia. Akan ada orang-orang yang merasa dirugikan orang lain akan menuntut untuk mengambil kebaikan dari orang yang merugikannya. Jika tidak ada lagi kebaikan dari orang yang telah merugikannya, maka dosa orang yang telah dirugikan berpindah ke orang yang telah zalim kepadanya.

Yang lebih parah, orang yang dibunuh akan menyeret pembunuhnya dan menuntut kepada Allah agar diberikan keputusan. Dan, dosa orang yang dibunuh akan berpindah semuanya ke pembunuhnya.

Begitu juga pejabat yang telah korupsi. Di tiap rupiah yang dia ambil, rakyatnya akan menuntutnya di akhirat nanti. Jika kebaikan si pejabat sudah tidak ada lagi, maka dosa-dosa rakyatnya akan berpindah tangan. Makanya, saya gak habis pikir dengan orang yang berani korupsi yang melibatkan banyak orang. Korupsi jalanan aspal, bantuan sosial, jembatan, dan lain sebagainya.

Jadi buat yang telah dirugikan oleh orang lain, sabar saja. Dunia mungkin melupakan apa yang telah dia perbuat, tapi akhirat tidak akan lupa. Dosa kepada Tuhan masih mungkin diberi maaf, karena Tuhan memang maha pemaaf. Tapi dosa kepada manusia lain akan jadi bermasalah, karena manusia pada dasarnya rakus. Hindari dosa kepada manusia lain. Sebisa mungkin jangan jadi manusia yang merugikan manusia lain.

Lalu bagaimana dengan orang yang sukses lebih mudah?

Tuhan tidak seperti manusia yang menilai sesuatu dari hasil akhir. Kita hanya menilai manusia lain dari apa yang telah dia punya dan dapatkan. Tapi Tuhan menilai usaha kita. Jika sudah bekerja keras, tapi hasil akhir tidak sesuai ekspektasi, gak apa-apa. Tetaplah berusaha, karena itulah yang Tuhan lihat.

Hidup tidak adil? gak apa-apa. Memang dunia ini tidak sempurna. Kita jalani saja sebaik-baiknya hidup kita sendiri, dan jangan sampai merugikan manusia lain. Jikalau bisa, tebarkan manfaat kepada orang lain, siapa tahu apa yang kita tanam sekarang, bisa menjadi porsi kebaikan terbesar yang tersisa setelah dikurangi dari dosa-dosa kita kepada orang lain.

Foto diambil oleh Lucas Sankey dari Unsplash

2 thoughts on “Hidup memang tidak adil

    1. Siapa yang tetap semangat? Aku kan nulis untuk orang-orang yang hidupnya lagi galau. Aku gak termasuk. Gak baca tulisannya nih 😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.