Gak penting, Renungan

Tentang ikut vaksin atau tidak

Periode vaksin sudah dimulai. Orang pertama yang divaksin adalah Presiden Jokowi.

Ada banyak yang ragu dengan vaksin Sinovac dikarenakan keefektifannya yang 60%. Bahkan di Brazil, dikatakan hanya lebih sedikit dari 50%.

Yang jadi masalah adalah, Covid 19 sudah mencapai kluster keluarga. Dan saat ini jumlah yang aktif dengan virus di dalam tubuhnya sudah terhitung ribuan perhari. Artinya, hanya dalam hitungan waktu saja, kita-kita bisa kena. Saat ini kita hanya menjaga agar tidak tertular dengan menerapkan protokol kesehatan.

Jujur saja, virus itu gak kelihatan dan kita bisa tertular dengan sangat mudahnya walaupun tetap menerapkan protokol kesehatan. Keberadaan rumah sakit tidak lagi bisa diandalkan. Pemerintah sudah melakukan sesuatu, tapi sepertinya belum cukup. Kita tahulah, pemerintah bisanya apa. Jalan bolong-bolong saja bisa bolong lagi dalam hitungan bulan. Terlalu banyak variabel yang membuat kita seakan-akan pasrah dengan keadaan pandemi ini.

Jadi, menurut saya, daripada kita pasrah tanpa pelindung, akan lebih baik ikut vaksin. Paling tidak ada lapisan yang bisa melindungi tubuh dari Covid 19 ini. Entah itu lapisannya tipis atau tebal. Jika banyak orang menggunakan pelindung makan kemungkinan tertular akan makin sedikit.

Saya, siap divaksin. Asal pemerintah bilang vaksin yg akan masuk ke tubuh saya aman. Semoga, semoga, semoga, dunia ini terbebas dari Covid 19 dan kita bisa kembali hidup normal lagi.

Foto diambil oleh freestocks di Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.