Sepeda, Tips

Latihan nanjak dari Malang ke Batu

Untuk pengguna sepeda yang tinggal di Malang, nanjak ke Batu adalah cita-cita. Awalnya sulit, tapi lama-lama malah ketagihan. Kalau gak ke Batu, malah gak kerasa olahraganya. Saya lihat banyak yang punya cita-cita ini, tapi gak ditunjang dengan latihan dan persiapan yang baik.

Nanjak ke Batu dengan jalur normal, yang dimulai dari kampus Universitas Brawijaya, melewati kampus UMM, Sengkaling, Jatim Park 3, dan tujuan terakhir Alun-alun kota Batu, dia punya spesifikasi sebagai berikut:

Jalur Universitas Brawijaya – Alun-alun kota Batu
Total Jarak 14km
Total elevasi 390m
Jumlah Indomaret/Alfamart ~6 toko

Dari spesifikasi di atas, 390m bukan angka yang mudah ditaklukkan untuk yang belum pernah. Di sepanjang jalan terdapat kurang lebih 6 buah Alfamart dan Indomaret untuk sekadar tempat Anda beristirahat sambil minum atau beli cemilan. Bagaimana menaklukkannya?

1. Latihan

Sebelum Anda memulai menaklukkan elevasi di atas 300, berarti Anda perlu mencari jalur setengahnya dari Malang ke Batu. Kira-kira elevasi sekitar 200an meter. Dan berikut ini spesifikasi rute latihan Anda:

Jalur Soekarno-Hatta – Karang Ploso
Total Jarak 24km
Total elevasi 194m
Jumlah Indomaret/Alfamart ~3 toko
Rute Klik di sini

Dengan jalur di atas, coba minimal 2 kali seminggu sampai paling tidak 2 minggu. Jika dirasa masih kurang, coba sampai sebulan dulu. Tidak perlu buru-buru. Persiapan lebih penting.

2. Hari H

Ketika sudah beberapa kali di jalur latihan di atas, waktunya Anda mencoba ke Batu dengan jalur normal. Cobalah di hari Sabtu atau Minggu dimana akan banyak pesepeda yang menemani Anda nanjak. Dengan begitu Anda akan termotivasi melihat kakek-kakek dengan mudahnya nanjak tanpa terengah-engah.

Sebelum berangkat, isi botol minuman Anda, dan bawa beberapa ribu rupiah untuk mampir ke Indomaret/Alfamart. Berhenti di tengah jalan saat pertama kali nanjak ke Batu adalah normal. Semua orang pasti mengalaminya.

3. Beberapa teknik menanjak yang mungkin berguna

Pastikan sepeda Anda punya beberapa gigi di bagian belakang (sproket). Ketika terlihat jalanan menanjak, jangan langsung terburu-buru menaikkan gigi. Nikmati dulu gigi yang Anda gunakan, sampai Anda terasa sangat berat, baru dipindah ke yang lebih enteng satu level saja. Begitu seterusnya.

Ketika sudah selesai nanjak, dan Anda menemukan jalan agak datar, turunkan lagi gigi satu level. Jika masih terlalu enteng, turunkan lagi sampai Anda merasa berat. Lalu naikkan ketika menanjak. Terus seperti itu.

Berani mencoba?