Gak penting, Renungan

Tentang penggunaan bahasa Indonesia

Di jagad Twitter, warganet Malaysia melakukan protes soal akun Netflix Malaysia di Twitter yang menggunakan bahasa Inggris daripada menggunakan bahasa nasional mereka, bahasa melayu. Mereka iri melihat akun Netflix negara lain seperti Indonesia dan Jepang yang menggunakan bahasa lokal dibanding bahasa internasional yang Netflix Malaysia gunakan, yaitu bahasa Inggris.

Kenapa begitu?

Jawabannya adalah statistik. Ketika pengembang aplikasi menemukan bahwa penggunaan bahasa Indonesia jauh lebih sedikit dibanding bahasa lain, maka mau tidak mau bahasa Indonesia disingkirkan. Walaupun negaranya sendiri adalah Indonesia.

Oleh karena itu, semua gawai yang saya punya, berbahasa Indonesia. Mulai dari Android, iOS, iPadOS, watchOS, macOS, dan gawai lain yang menyediakan bahasa Indonesia, akan saya pakai bahasa Indonesia. Tidak terkecuali semua perangkat lunak yang saya gunakan. Termasuk wordpress yang saya pakai ini. Jika ada pilihan bahasa Indonesia, maka akan saya gunakan bahasa Indonesia. Tidak peduli sejelek apa bahasa Indonesianya.

Awalnya bingung, tapi lama-lama terbiasa dan cukup nyaman kok.

Itu juga sebabnya, mulai belakangan ini saya menulis dalam bahasa Indonesia. Karena setelah mencari banyak hal lewat google, konten berbahasa Indonesia sangat sedikit. Ada, tapi lebih banyak yang niatnya mencari dolar lewat iklan Adsense, sehingga konten hanya sekadar konten bohong-bohongan.

Saya juga sedari awal jika membuat aplikasi, akan selalu saya sediakan antarmuka berbahasa Indonesia. Sampai dengan saat ini. Kecuali aplikasi yang saya buat untuk klien luar negeri, karena memang target mereka bukan orang Indonesia.

Jadi, sudahkah Anda menggunakan bahasa Indonesia untuk gawai dan perangkat lunak yang Anda gunakan?

Photo by Nick Agus Arya on Unsplash