Olahraga lari

Mulai aktif lari lagi

Setelah berkutat dengan cedera Iliotibial Band, yaitu cedera yang menyebabkan lutut bagian luar seakan-akan mau keluar jalur ketika berlari dan terasa sakit, saya akhirnya bisa sembuh dan sudah lari dalam rentang seminggu ini (5 April 2021 – 11 April 2021) sejauh 30 km. Angka yang cukup lumayan untuk saya sendiri, karena jarak 30 km ditempuh dalam 3 kali lari.

Bagaimana bisa sembuh dari cedera ITB?

Datang ke Fisioterapi. Saya sudah sempatkan lihat-lihat youtube bagaimana menangani ITB, tapi tetap tidak berpengaruh. Maka jalan satu-satunya adalah datang ke fisioterapi. Gak mahal, di kasus saya, di Malang, saya cuma merogoh kocek sebesar 150 ribu rupiah.

Yang mereka lakukan adalah mengecek apakah benar Anda terkena cedera ITB dengan melakukan beberapa tes. Setelah diketahui, maka mereka punya alat yang dengan alat itu mengeluarkan sengatan listrik kecil yang ditempelkan di tempat yang terasa sakit ketika berlari selama kurang lebih 10-15 menit (lupa tepatnya)

Setelah itu, mereka akan memberikan sinar ultraviolet ke lutut Anda (mohon dikoreksi jika salah), yang jika dijelaskan dengan bahasa mudah berguna untuk merusak jaringan yang memang sudah rusak, dan membiarkan tubuh Anda meregenerasinya.

Jika selesai dengan 2 aktifitas di atas, Anda akan diminta untuk melakukan latihan setiap hari untuk memperkuat lutut dan beristirahat selama seminggu dari semua kegiatan olahraga. Gerakan yang dilatih akan diberitahukan dan harus dilakukan setiap hari.

Mulai lari lagi!

Sudah seminggu libur, tentunya badan terasa bersemangat untuk lari lagi. Tapi mohon bersabar, Anda hanya boleh berlari maksimum 5km dipercobaan pertama. Jangan dulu diforsir.

Lalu dilanjut dengan 10km pertama setelah cedera.

Dan lanjut lagi dengan 15km.

Rasanya bisa lari lagi, sangat menyenangkan! 😁

Efek bersepeda terhadap pelari

Karena selama libur berlari saya bersepeda, ternyata ada untungnya untuk paru-paru saya sendiri. Saat bersepeda dengan sepeda balap, saya sering sekali berada di zona detak jantuk 85%-99%. Karena itulah, kekuatan kaki dan paru-paru saya meningkat sangat tajam.

Kalau dulu sebelum pandemi 10km adalah pencapaian hebat saya dan sangat terengah-engah, saat ini 10km malah kurang berasa 😅. Dan yang paling penting, saya berlari tanpa berhenti. Sangat menyenangkan jika tubuh bisa beradaptasi seperti ini.

Dan target saya berikutnya adalah, setengah marathon, 21km! Semoga kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.