Gak penting

Naik kereta Penataran Surabaya – Malang saat pandemi

Akhir pekan kemarin adalah pertama kalinya saya ke Surabaya lagi setelah 2 tahun lebih ga pernah jalan-jalan dikarenakan pandemi. Memberanikan diri karena situasi di Indonesia sudah cukup stabil, dan memang lagi bosen di Malang 😅.

Sempat cari beberapa informasi terkait ini, tapi gak ada jawaban yang saya cari. Pertanyaan saya cuma, naik kereta lokal penataran Surabaya – Malang atau sebaliknya, akan terisi penuh apa tidak. Pihak KAI punya jawaban yang mengambang. Tidak berani bilang penuh, juga tidak berani bilang tidak penuh-penuh amat 🤭.

Perlu tes Antigen atau PCR?

Karena saya sudah vaksin 2 kali, maka tidak perlu lagi tes. Ketika pembelian tiket melalui aplikasi, mereka akan validasi sendiri apakah calon penumpang sudah vaksin atau belum. Saya gak tau kejadiannya seperti apa kalau belum vaksin.

Kereta penuh apa ngga?

Kalau saya perhatikan, KAI tidak menjual seluruh bangkunya. Di kereta lokal biasanya ada 2 deret, deret 4 penumpang (2 penumpang saling berhadapan), dan deret 6 penumpang (3 penumpang saling berhadapan). Di bagian saya, deret 4 penumpang, hanya 1 yang tidak terisi. Sedangkan di samping saya yang deret 6 penumpang, ada maksimal 2 yang tidak terisi.

Tapi ya memang tetap saja banyak penumpangnya.

Apa mau dikata, pulang dari Surabaya ke Malang pilihan paling masuk akal saat pandemi adalah naik kereta lokal. Kereta jarak jauh punya jadwal yang tidak masuk akal. Kalau sebelum pandemi ada jadwal di jam 7.30 pagi, sekarang sudah gak ada lagi.

Selamat halan-halan!