Review Produk, Sepeda

Gili velo setelah satu tahun

Satu tahun sudah saya punya Gili Velo, atau lebih tepatnya, 1 tahun lebih 1 bulan. Apa saja kesan yang saya punya soal sepeda ini? Mari kita simak.

Rencana pemakaian dan realisasinya

Dulu niat beli Gili velo biar bisa meminimalkan penggunaan sepeda motor, ngopi-ngopi cantik keliling kota, dan biar istri bisa ikut kalau saya gowes lumayan jauh dan menanjak.

Realisasinya, sepeda motor sudah hampir tidak saya gunakan. Dalam satu bulan, mungkin dipakai sekali saja. Itupun karena mengantar istri ke tempat belanja kalau-kalau belanja kebutuhan dapur agak banyak dan berat.

Cari sarapan pagi, tinggal gowes. Tanpa perlu banyak-banyak mengeluarkan keringat. Ngopi-ngopi cantik juga bisa saya lakukan kalau niat ngopi sendirian, atau teman ngajak nongkrong. Kecuali kalau saya perlu pergi bersama istri. Gak mungkin saya bonceng dia dengan Gili velo 😅.

Jadi, antara rencana pemakaian dan realisasinya, terbukti benar. Saya sangat menikmatinya.

Rencana olahraga santai dan realisasinya

Saya punya 3 sepeda termasuk gili velo, Strattos S3 dan Polygon Zeta 2. Walaupun kadang suka agak malu kalau bawa Gili velo 😅, masih muda kok bawa sepeda power bank.

Tapi mau gimana, karena musim hujan, saya jadi lebih sering lari. Dan biasanya setelah lari 2 hari berturut-turut, di hari ketiga sudah kecapean untuk lari lagi. Karena mau santai, jadilah saya naik Gilivelo ke Batu.

Jadi antara rencana dan realisasi untuk olahraga ringan, berjalan dengan sempurna.

Soal baterai

Saya sangat menjaga betul baterai Gili velo. Hanya di-charge ulang kalau sisa tinggal 1 bar, dan tidak di-charge secara berlebihan (seperti charge semalaman). Alhamdulillah, performanya masih oke.

Kalau ke Batu, dengan jarak antara 50-55 kilometer, biasanya sampai di rumah sisa 1,5 bar dengan mengeset di nomor 1. Artinya, klaim Polygon yang sampai 80 km di nomor 1, setelah setahun mungkin berkurang sedikit menjadi 70an km.

Saya perhatikan, setelah 1 tahun pemakaian, 1 bar baterai dengan elevasi kurang dari 100m, bisa bertahan sepanjang 11km-12km. Tapi ketika jalan menanjak lebih curam, antara 120m-200m, 1 bar bisa bertahan di 9km-10km. Perkiraan ini hanya berdasarkan pengamatan secara kasat mata saja. Tidak ada perhitungan yang saya lakukan, dan bisa jadi ada faktor lain dan saya salah terka.

Soal keawetan sepeda

Saya tak punya masalah berarti dengan Gilivelo. Satu-satunya masalah waktu itu adalah ban dalam yang bocor. Akhirnya saya ganti dengan ban dalam baru, sekaligus ban dalam bagian depan.

Masalah Gilivelo

Satu-satunya masalah yang cukup mengganggu adalah, penutup charger yang terbuat dari karet suka terlepas. Sangat disayangkan. Solusinya adalah membeli velcro yang saya balut bagian di bagian penutup charger. Selain itu, sama sekali tak ada masalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.