Sepeda

Review Polygon Strattos S8 versi 2022

Sepeda impian akhirnya sampai juga di rumah. Karena harganya yang cukup mahal buat kantong saya, maka perasaan ragu kerap berkecamuk. Antara butuh atau cuma mau gaya, karena saya masih punya Strattos S3 yang gak ada masalah sama sekali.

Tapi karena duitnya ada, hasil menabung sejak dimulainya pandemi, maka saya beranikan diri untuk datang langsung ke Rodalink. Dan mau tidak mau, karena sudah di sana, beli juga akhirnya 😁.

Setelah menggunakannya sejauh 200 kilometer, saya mau sedikit menulis review bagaimana rasanya sepeda ini. Berikut tangkapan layar pada akun Strava saya.

Untuk diketahui, saya bukan atlet, kekuatan bersepeda saya bisa dibilang berada di tengah-tengah. Bukan pemula, tapi juga bukan seorang yang mahir. Kalau ada rating 1-10, saya menilai diri sendiri berada di angka 7.

Kekurangan Strattos S8 Disc

Saya berasumsi, jika Anda membaca tulisan ini dari hasil mencari, maka mungkin sudah ada niat beli. Tapi ragu. Maka dari itu, saya tulis kekurangannya dulu, biar tambah ragu.

Belum sepenuhnya karbon

Di Strattos S8 versi 2022 (dan versi sebelumnya), Handlebar, Stem, Seatpost, Sadel, dan wheelset masih alloy. Kalau seatpost, sadel, dan wheelset masih bisa dimaklumi. Tapi Handlebar dan stem masih alloy ini cukup mengganggu.

Strattos S3 kepunyaan saya, Handlebar dan stem sudah saya ganti ke bahan karbon, dan rasanya beda. Karena terlalu lama menggunakan S3 dengan handlebar karbon, ketika memulai pakai Strattos S8 dengan handlebar alloy, tangan bagian bantalan terasa lebih cepat capek karena lebih keras.

Maka dari itu, saya akhirnya beli handlebar karbon dan sedang menunggu untuk sampai 🤭.

Hub kurang berisik

Kalau dengar dari berbagai review di Youtube, saya menilai hub Strattos S8 cukup berisik. Tapi ternyata kalau didengar langsung, tidak berisik sama sekali. Kalau Anda tahu Hub merek Raze, berisiknya cuma setengah dari itu. 😅.

Apa ini juga jadi alasan untuk ganti? Nanti saja dulu ah 😁.

Kelebihan Strattos S8 Disc

Kekurangan Strattos S8 memang cuma sedikit, karena yang lain adalah kelebihannya 😂.

Sadelnya enak banget

Saya sudah coba berbagai macam model sadel, tapi Entity Flux 2 ini luar biasa enak. Kemungkinan enak karena memang cocok dengan ukuran pantat saya. Tapi beneran deh, ini sadelnya enak banget. Karena sudah enak, makanya gak ada niat ganti Sadel dan Seatpost.

Sepedanya ganteng!

Kalau menurut Anda setelah melihat foto produk Strattos S8 sudah ganteng, maka kalau liat sendiri, sepedanya lebih ganteng dibanding foto. 😁. Saya suka takjub sendiri kalau liat sepedanya, “Cakep amat ya sepedanya” 😅.

Rem Cakram

Tiap turunan, saya suka sering pegal jari tangan karena sering meraih cengkraman brifter saat menggunakan Strattos S3. Ketika pakai rem cakram, luar biasa enaknya. Jari-jari tangan tidak perlu lagi menekan brifter dengan keras.

Rangka Karbon

Saya belum punya pembanding rangka karbon di sepeda lain, jadi saya gak bisa membandingkan rasa karbon di sepeda lain. Yang bisa saya bandingkan, sepeda rangka karbon dan rangka alloy. Bedanya apa? Saya gak tau, tapi beda aja rasanya. 😅.

Ultegra

Saat pertama kali menggunakan Strattos S3, groupset yang dipakai adalah Shimano Sora 9 percepatan. Setelah beberapa tahun, saya ganti ke Shimano Tiagra 10 percepatan. Bedanya apa? Sama saja 😂. Kemungkinan hanya beda di harga dan berat.

Dan ketika menggunakan Strattos S8 dengan Ultegranya, rasanya? Jauh beda. Sangat. Perpindahan gigi lancar sekali. Baru ditekan, langsung pindah. Tanpa jeda. 😁.

Kenapa dulu-dulu saya ragu beli Strattos S8 ya? Seharusnya lebih cepat lebih baik.

Segitu dulu, semoga teracuni.