Didats Triadi

iOS Developer dari Malang, Indonesia

Category: Fotoblog

Tips naik sepeda dari kota Malang ke Batu

Salah satu cita-cita saya ketika beli sepeda balap (road bike) adalah naik ke Batu. Paling tidak sampai alun-alun Batu. Dan sukses setelah sekitar satu tahun setelah membeli sepeda. Hahaha.

Alasan utama adalah takut karena tidak tahu medannya dan takut gak kuat. Dan memang benar, saya dua kali gagal.

Kegagalan pertama karena saya gak kuat. Titik berhenti dan balik lagi ke bawah adalah sekitar kampus pascasarjana UIN Maliki Malang.

Pada minggu selanjutnya, naik lebih sedikit sampai dengan Indomaret Sukarno Raya sebelum bersua dengan Jatim Park 3.

Karena penasaran dan berpikir sudah cukup tahu medan, maka di minggu ketiga saya coba lagi. Kali ini mau cari barengan. Dan sukses ketemu bapak-bapak yang cukup tangguh. Saya menyerah kalah karena jauh tertinggal. Tolong jangan ketawa.

Setelah beristirahat di pinggir jalan cukup lama, saya meneruskan perjalanan. Sampai 2 atau 3 kali.

Hasil akhirnya, cukup menyenangkan.

Tips naik ke Batu dari Malang.

Cukup basa-basinya, dari pengalaman tersebut apa yang bisa saya ambil pelajaran?

  1. Yakin pasti bisa.
  2. Sering-sering main dengan gigi belakang dan depan
  3. Jangan lupa sarapan dulu sebelum naik
  4. Kalau tak kuat, istirahat aja dulu.
  5. Setelah melewati sengkaling siap-siap jalanan yang terus-terusan mendaki. Terlebih lagi jika sudah sampai Jatim Park 3.

Selain sarapan, hal paling penting adalah bermain-main dengan gigi belakang dan depan. Jangan sampai habis di gigi depan dan belakang paling rendah.

Tipsnya adalah, setelah menaikkan gigi, jika ada jalan tidak terlalu menanjak, turunkan lagi. Dan naikkan lagi kalau jalan mulai menanjak lagi. Begitu seterusnya sampai puncak.

Tapi gara-gara ini, saya pikir kalau ada duit mau upgrade sepeda. Kurang gaharrr. 😄

Liga Inggris di Mola TV

Berlaku mulai musim di tahun ini (2019-2020), liga inggris tidak lagi disiarkan oleh Beinsport Indonesia. Mola TV yang tidak dikenal siapapun (kecuali orang Mola TV sendiri) kini mengambil jatah tayang liga Inggris yang katanya sampai dengan 3 tahun ke depan.

Untuk review Mola TV, langsung ke tulisan tentang review Mola TV dan pertanyaan yang sering ditanyakan.

Untuk langganan lewat perangkat, Anda bisa beli di Blibli di harga awal 1 juta rupiah. Untuk diketahui, perangkat yang dibeli tidak termasuk dengan koneksi internet. Jadi Anda harus punya koneksi internet dengan kecepatan yang cukup.

Untuk internet, Anda bisa gunakan Wifi atau langsung kabel ethernet.

Sampai saat ini belum bisa berkata apa-apa dulu karena liga Inggris belum dimulai.

Pasar Sawojajar

Pasar sawojajar di Malang sedang renovasi, sehingga dibuatlah pasar dadakan di area jalan.Karena area jalan ini tadinya tempat parkir motor, maka di depan kios mereka berjejer motor. Membuat pengunjung jadi berebut tempat dengan motor.

Semoga cepat selesai renovasinya.

Supaya tidak gampang sakit

Ini bukan tulisan berbayar. Hanya review saja.

Dokter pernah menyampaikan satu ilmu penting yang sangat berguna untuk orang awam seperti saya.

Ketika terasa badan kurang enak, artinya antibodi sedang berperang dengan kuman/bakteri, maka untuk memperkuat, tubuh butuh vitamin.

Sayangnya, vitamin yg ada di makanan kurang bisa diandalkan ketika tubuh sedang kurang enak. Dan jalan cepat yang bisa diambil adalah dengan mengkonsumsi vitamin dalam bentuk obat.

Magazing di foto bagian atas biasa saya konsumsi 2 hari sekali. Dan ketika badan gak enak, sehari sekali. Harga 33 ribu isi 10.

Tapi tentu saja, untuk hasil maksimal olahraga tiap hari akan sangat bermanfaat. Jangan lupa itu.

Sawojajar, bisa masuk susah keluar

Nama sawojajar sudah terkenal di penjuru kota Malang sebagai komplek perumahan besar. Tidak jarang banyak yang malas untuk masuk ke dalam karena biasanya sulit keluar. Ojek-ojek online sebagian besar akan nyasar apalagi jika letak rumah berada di tengah-tengah jalan raya sawojajar.

Komplek Sawojajar terletak di sebelah timur Alun-alun kota Malang, mungkin sekitar 8-15km. Semua nama jalannya dimulai dengan kata danau. Jika Anda membaca nama jalan seperti Jalan Danau Maninjau, dan berada di kota Malang, bisa dipastikan rumahnya berada di dalam komplek sawojajar.

Yang membuat cukup bingung adalah banyaknya jalan yang ditutup portal pada waktu-waktu tertentu. Sehingga harus mencari jalan lain yang biasanya tidak diterangkan di aplikasi peta seperti Google Maps. Biasanya waktu-waktu ditutup portal mulai jam 10 pagi sampai dengan jam 15 sore. Ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak maling yang dulu katanya pernah marak.

Hal lain yang cukup ajaib adalah kombinasi nama jalan yang cukup banyak variasi. Berikut beberapa kombinasi nama jalan dari satu nama danau saja.

  1. Jalan Danau (nama) Raya
  2. Jalan Danau (nama) Barat
  3. Jalan Danau (nama) Timur
  4. Jalan Danau (nama) Utara
  5. Jalan Danau (nama) Selatan
  6. Jalan Danau (nama) Dalam
  7. Jalan Danau (nama) Tengah
  8. Jalan Simpang Danau (nama) (arah mata angin, Dalam, Tengah)
  9. Jalan Terusan Danau (nama) (arah mata angin, Dalam, Tengah)

Jadi ketika Anda mencari alamat di kota Malang dengan nama danau, perhatikan baik-baik nama jalannya. Karena ada juga variasi angka romawi seperti terlihat di foto bagian atas.

Selain nama jalan, kompleks ini juga ditandaì dengan nomor blok dan nomor rumah. Formatnya menggunakan huruf alfabet. Contoh formatnya: A1 A13.

A1 di atas adalah nama blok, A yang kedua sub-blok, dan 13 adalah nomor rumah. Saya belum tahu apakah kombinasi ini bisa sampai dengan huruf Z. Sejauh pengetahuan saya, belum ada kombinasi sampai Z.

Walaupun begitu, komplek sawojajar adalah salah satu tempat tinggal yang cukup menyenangkan di kota Malang. Ke bandara dekat, ke stasiun dekat, ke mall ada di komplek. Tidak jarang iklan-iklan perumahan akan menggunakan embel-embel “Dekat dengan sawojajar”.

Bahwa nyatanya ada komplek baru sampai dinamai Sawojajar 2. Tapi lokasi Sawojajar 2 sudah berada di kabupaten, bukan lagi kota. Anda tahu, apa beda kota dan kabupaten? wisata jalan rusak. Huehehe.

Segitu dulu hari ini, selamat nyasar kawan-kawan!

Agustus di Malang

Akan memulai mengisi blog ini, kasihan sudah lama nganggur. Isinya akan acak sekali.

Malang mulai bulan Agustus ramai dengan hiasan merah dan putih. Semua orang bersama-sama menghias tiap RT. Mungkin kecuali saya.

Orangnya lagi gak enak badan. Buat orang lain cuma flu. Tapi buat saya, flu ini bisa merembet ke arah THT. Daripada ngunjungin dokter kan, lebih baik diem di rumah dulu.

Nulis pustaka untuk iOS. Bisa diambil di github.

Tinggal di Malang, 3 tahun kemudian

Ketika dulu merencanakan untuk pulang kampung setelah bertahun-tahun di Kuwait, jujur saya saya cukup khawatir bagaimana kehidupan saya di Indonesia nanti. Di Kuwait hidup kami terlalu nyaman dengan yang ada di sekitar. Tidak semua nyaman, tapi cukup tanpa merasa kekurangan suatu apapun. Setiap akhir pekan, saya dan istri jalan-jalan ke tempat-tempat nongkrong rata-rata semua umat di sana, Mall.

Kalau ada waktu lebih dan niat yang lebih, kami bisa ke negeri seberang seperti Turki. Karena biaya perjalanan cukup murah. Ketika sedang bulan diskon, bisa dengan 2-3 juta perorang saja. Total-total dengan makan dan penginapan, 15-20 juta saja berdua, untuk 3-5 hari.

Dengan hidup nyaman seperti di atas, cukup beralasan untuk khawatir. Karena saya tahu, gaji yang akan saya dapat di Indonesia pastinya akan berkurang jauh. Tapi saya langsung menepis anggapan itu, karena saya yakin, rejeki gak akan kemana. Tinggal di Kuwait terlalu monoton. Kerja, kerja, ke mall. Tiap 2 tahun, pulang ke Indonesia. Begitu terus. Walaupun cukup nyaman.

Kenapa Malang?

Saat memutuskan pulang ke Indonesia, ada 3 syarat untuk kota yang mau kita jadikan tempat tinggal. Yaitu gampang akses lewat kereta api. Dan yang paling penting, udaranya tidak terlalu panas. Dari 2 syarat itu, ada Bandung dan Malang. Sebenarnya ada Wonosobo, tapi kota itu terlalu kecil dan sulit diakses walaupun udaranya cukup menyegarkan.

Setelah Bandung dan Malang, kami menambahkan Denpasar. Memang tidak masuk syarat, tapi dari Denpasar begitu mudah mencari pantai dan jalan-jalan di sekitarnya.

Bandung, Malang, dan Denpasar. Saya ajak istri untuk menengok sekitar 3-5 hari di tiap kota tersebut. Buat saya, tidak ada masalah tinggal di 3 kota tersebut, tapi istri belum tentu mau. Dan kami akhirnya sepakat untuk memilih Malang, karena udaranya yang masih sejuk dan akses ke luar kota yang mudah lewat kereta api.

Setelah 3 tahun?

Saya senang. Hidup senang. Nyaman, dan gak ada perasaan untuk balik lagi ke Kuwait walaupun sudah ditawari lagi. Bahkan saya juga ga ada keinginan untuk tinggal di negara lain. Untuk saat ini tidak ada niat, tapi entah setelah melihat Pemilu 2019 nanti. Semoga gak akan ada apa-apa.

Tulisan ini klikbait. Karena intinya cuma di paragraf kedua dari terakhir. Inipun nambah sedikit. Memang gak penting kok.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén