Didats Triadi

iOS Developer dari Malang, Indonesia

Category: Gadget

Mulai menggunakan Android

Karena banyak yang harus dibayar sampai tahun depan, membuat saya harus bisa puasa ganti iPhone. Versi iPhone yang saya pegang sampai saat ini adalah iPhone 7, hampir 3 tahun sudah perangkat ini menemani saya setiap harinya.

Walaupun sudah hampir 3 tahun, kesehatan baterai masih 81% dan masih oke saya gunakan baik untuk mengetes aplikasi ataupun kebutuhan harian.

Jika biasanya tiap 2 tahun sekali saya ganti, tapi tahun ini sepertinya saya akan lewat versi iPhone terbaru yang katanya versi 11 itu. Dananya bukan untuk kesana.

Maka itu, karena penasaran dengan layar besar dan FaceID, saya mau cari Android murah meriah dengan spesifikasi ukuran layar harus lebih dari 6 inchi, ada FaceID, dan yang paling penting, menggunakan USB C, karena komputer yang saya gunakan sudah menggunakan USB C juga.

Pilihan jatuh ke Samsung Galaxy M20. Kenapa pilih Samsung, karena saya juga mau coba masuk ke Galaxy Store selain Play Store kepunyaan Google.

21 hari dengan Android

Terhitung sudah 21 hari saya bersama Galaxy M20, saya tau karena setiap harinya saya menulis blog dan atau memotret dengan menggunakan hape itu.

Untuk yang mau ikut liat, dipersilahkan untuk melihat di akun Tumblr saya. Tapi Tumblr versi desktop tidak seenak dilihat versi mobilenya. Terbukti di versi desktop gambar yang saya masukkan kena ukuran yang dipaksakan, jadi tidak terlihat proporsional. Payah deh.

Kesan tentang Android

Ternyata Android versi saat ini cukup menyenangkan. Perlu diketahui, sekitar 4 tahun lalu, saya juga sempat punya Galaxy A5, tapi jarang saya pakai karena cuma digunakan untuk mengetes aplikasi saja. Karena dulu sama sekali tidak tertarik menggunakannya untuk sehari-hari.

Mungkin karena sekarang saya menggunakan OneUI si Samsung yang sangat lancar dan menyenangkan. Ini pula yang membuat saya mau coba belajar membuat aplikasi Android.

Tapi ada hal yang masih kurang sreg, soal keamanan dan komitmen Google untuk hanya meloloskan aplikasi yang baik saja yang bisa masuk ke Play Store-nya. Ini membuat saya gak berani untuk pasang aplikasi apapun. Hanya yang saya yakin gak akan menimbulkan masalah saja yang bisa saya pasang. Kriterianya? cuma filing aja.

Walau begitu, Android versi 9.x ini oke jugalah untuk pengguna iOS seperti saya yang sudah lebih dari 7 tahun menggunakan iPhone.

Review Apple Watch

Sebenarnya sudah banyak review pemakai Apple Watch, tapi tidak ada salahnya saya buat versi saya sendiri sebagai seorang pengembang juga pemakai. Di bahasan kali ini, saya akan menulis sebagai pemakai dulu. Kalau sempat, akan saya review sebagai pengembang.

Seperti kebanyakan produk Apple, atau mungkin ini pengalaman pribadi saya saja, ketika Anda sudah enak di platform buatan Apple, Anda mungkin tidak ingin lagi pindah ke lain hati. Beberapa orang sudah saya tanya, dan mereka bilang persis seperti yang saya tulis ini.

Begitu juga dengan Apple Watch, setelah menggunakannya selama kurang lebih 1 bulan, saya sudah tidak lagi tertarik dengan jam biasa. Ya iya pasti, harga termurah Apple watch bisa beli hampir 3 buah jam merek Swatch asli yang terhitung lumayan bagus.

Berikut ini adalah pengalaman pribadi saya sebagai pengguna Apple Watch. Sebagai informasi, saya menggunakan Apple Watch Alumunium 42″.

Apakah layak dibeli?

Kalau Anda pengguna iOS, dan akan terus menggunakan iOS, tidak perlu ngutang atau nyicil untuk membeli Apple Watch, dan ada dananya, maka jawabannya adalah layak.

Dengan perangkat ini, Anda akan lebih jarang nengak-nengok ke layar iPhone karena notifikasi akan datang ke pergelangan tangan Anda. Yang perlu diingat, jika Anda sedang menggunakan iPhone, maka notifikasi hanya akan datang ke iPhone Anda, bukan Apple Watch.

Baterai?

Selama ini tidak ada masalah dengan baterai jika Anda tidak terlalu aktif. Hari teraktif saya waktu itu, kondisi 100% baterai saat bangun tidur, kemudian lari 10km di jam 6 – 7, ditambah bersepeda 24km, maka jam makan siang baterai sudah berkurang lebih dari setengahnya.

Jika Anda tidak lari, tidak olahraga aktif seperti saya di paragraf atas, pekerjaan Anda lebih banyak duduk, maka saat akan tidur jam 10 – 11 malam, baterai bisa tersisa sekitar 30%.

Kelebihan dan kekurangan

Salah satu hal yang saya suka dari Apple Watch adalah, tali jam yang bisa diganti-ganti. Bentuknya yang unik, keren dan cocok disandingkan dengan tali jam model apapun. Walaupun sampai saat ini tali jam yang saya punya masih yang untuk olahraga saja, tapi dalam waktu dekat ini versi lainnya akan datang.

Selain tali jam, Apple Watch juga meminimalisasi kebutuhan saya untuk selalu melihat layar iPhone ketika ada notifikasi.

Kekurangannya adalah, harganya yang masih terbilang mahal dan kurang responsifnya aplikasi yang ada. Entah karena perangkat keras yang ada di dalamnya, atau perangkat lunaknya. Selain itu, tidak ada lagi kekurangan.

Untuk olah raga?

Jika Anda aktif berolahraga, Apple Watch adalah pilihan tepat. Saya dulu pengguna Fitbit Flex, lalu setelah pemakaian beberapa bulan, karet Fitbit sudah gak jelas kemana dikarenakan kualitasnya yang kurang mumpuni. Ditambah, lebih cepat bau karena bercampur keringat.

Untuk fitur olahraga, Apple Watch punya aplikasi native yang berjalan lebih cepat dibandingkan Nike+ atau aplikasi lain. Tapi untuk bisa menggunakannya, Anda harus tetap membawa iPhone dikarenakan Apple Watch tidak mempunyai GPS sendiri.

Kesimpulan saya, selain sisir sebagai obat ganteng, Apple Watch juga bisa bikin ganteng.

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén