Didats Triadi

iOS Developer dari Malang, Indonesia

Supaya tidak gampang sakit

Ini bukan tulisan berbayar. Hanya review saja.

Dokter pernah menyampaikan satu ilmu penting yang sangat berguna untuk orang awam seperti saya.

Ketika terasa badan kurang enak, artinya antibodi sedang berperang dengan kuman/bakteri, maka untuk memperkuat, tubuh butuh vitamin.

Sayangnya, vitamin yg ada di makanan kurang bisa diandalkan ketika tubuh sedang kurang enak. Dan jalan cepat yang bisa diambil adalah dengan mengkonsumsi vitamin dalam bentuk obat.

Magazing di foto bagian atas biasa saya konsumsi 2 hari sekali. Dan ketika badan gak enak, sehari sekali. Harga 33 ribu isi 10.

Tapi tentu saja, untuk hasil maksimal olahraga tiap hari akan sangat bermanfaat. Jangan lupa itu.

Sawojajar, bisa masuk susah keluar

Nama sawojajar sudah terkenal di penjuru kota Malang sebagai komplek perumahan besar. Tidak jarang banyak yang malas untuk masuk ke dalam karena biasanya sulit keluar. Ojek-ojek online sebagian besar akan nyasar apalagi jika letak rumah berada di tengah-tengah jalan raya sawojajar.

Komplek Sawojajar terletak di sebelah timur Alun-alun kota Malang, mungkin sekitar 8-15km. Semua nama jalannya dimulai dengan kata danau. Jika Anda membaca nama jalan seperti Jalan Danau Maninjau, dan berada di kota Malang, bisa dipastikan rumahnya berada di dalam komplek sawojajar.

Yang membuat cukup bingung adalah banyaknya jalan yang ditutup portal pada waktu-waktu tertentu. Sehingga harus mencari jalan lain yang biasanya tidak diterangkan di aplikasi peta seperti Google Maps. Biasanya waktu-waktu ditutup portal mulai jam 10 pagi sampai dengan jam 15 sore. Ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak maling yang dulu katanya pernah marak.

Hal lain yang cukup ajaib adalah kombinasi nama jalan yang cukup banyak variasi. Berikut beberapa kombinasi nama jalan dari satu nama danau saja.

  1. Jalan Danau (nama) Raya
  2. Jalan Danau (nama) Barat
  3. Jalan Danau (nama) Timur
  4. Jalan Danau (nama) Utara
  5. Jalan Danau (nama) Selatan
  6. Jalan Danau (nama) Dalam
  7. Jalan Danau (nama) Tengah
  8. Jalan Simpang Danau (nama) (arah mata angin, Dalam, Tengah)
  9. Jalan Terusan Danau (nama) (arah mata angin, Dalam, Tengah)

Jadi ketika Anda mencari alamat di kota Malang dengan nama danau, perhatikan baik-baik nama jalannya. Karena ada juga variasi angka romawi seperti terlihat di foto bagian atas.

Selain nama jalan, kompleks ini juga ditandaì dengan nomor blok dan nomor rumah. Formatnya menggunakan huruf alfabet. Contoh formatnya: A1 A13.

A1 di atas adalah nama blok, A yang kedua sub-blok, dan 13 adalah nomor rumah. Saya belum tahu apakah kombinasi ini bisa sampai dengan huruf Z. Sejauh pengetahuan saya, belum ada kombinasi sampai Z.

Walaupun begitu, komplek sawojajar adalah salah satu tempat tinggal yang cukup menyenangkan di kota Malang. Ke bandara dekat, ke stasiun dekat, ke mall ada di komplek. Tidak jarang iklan-iklan perumahan akan menggunakan embel-embel “Dekat dengan sawojajar”.

Bahwa nyatanya ada komplek baru sampai dinamai Sawojajar 2. Tapi lokasi Sawojajar 2 sudah berada di kabupaten, bukan lagi kota. Anda tahu, apa beda kota dan kabupaten? wisata jalan rusak. Huehehe.

Segitu dulu hari ini, selamat nyasar kawan-kawan!

Agustus di Malang

Akan memulai mengisi blog ini, kasihan sudah lama nganggur. Isinya akan acak sekali.

Malang mulai bulan Agustus ramai dengan hiasan merah dan putih. Semua orang bersama-sama menghias tiap RT. Mungkin kecuali saya.

Orangnya lagi gak enak badan. Buat orang lain cuma flu. Tapi buat saya, flu ini bisa merembet ke arah THT. Daripada ngunjungin dokter kan, lebih baik diem di rumah dulu.

Nulis pustaka untuk iOS. Bisa diambil di github.

Tinggal di Malang, 3 tahun kemudian

Ketika dulu merencanakan untuk pulang kampung setelah bertahun-tahun di Kuwait, jujur saya saya cukup khawatir bagaimana kehidupan saya di Indonesia nanti. Di Kuwait hidup kami terlalu nyaman dengan yang ada di sekitar. Tidak semua nyaman, tapi cukup tanpa merasa kekurangan suatu apapun. Setiap akhir pekan, saya dan istri jalan-jalan ke tempat-tempat nongkrong rata-rata semua umat di sana, Mall.

Kalau ada waktu lebih dan niat yang lebih, kami bisa ke negeri seberang seperti Turki. Karena biaya perjalanan cukup murah. Ketika sedang bulan diskon, bisa dengan 2-3 juta perorang saja. Total-total dengan makan dan penginapan, 15-20 juta saja berdua, untuk 3-5 hari.

Dengan hidup nyaman seperti di atas, cukup beralasan untuk khawatir. Karena saya tahu, gaji yang akan saya dapat di Indonesia pastinya akan berkurang jauh. Tapi saya langsung menepis anggapan itu, karena saya yakin, rejeki gak akan kemana. Tinggal di Kuwait terlalu monoton. Kerja, kerja, ke mall. Tiap 2 tahun, pulang ke Indonesia. Begitu terus. Walaupun cukup nyaman.

Kenapa Malang?

Saat memutuskan pulang ke Indonesia, ada 3 syarat untuk kota yang mau kita jadikan tempat tinggal. Yaitu gampang akses lewat kereta api. Dan yang paling penting, udaranya tidak terlalu panas. Dari 2 syarat itu, ada Bandung dan Malang. Sebenarnya ada Wonosobo, tapi kota itu terlalu kecil dan sulit diakses walaupun udaranya cukup menyegarkan.

Setelah Bandung dan Malang, kami menambahkan Denpasar. Memang tidak masuk syarat, tapi dari Denpasar begitu mudah mencari pantai dan jalan-jalan di sekitarnya.

Bandung, Malang, dan Denpasar. Saya ajak istri untuk menengok sekitar 3-5 hari di tiap kota tersebut. Buat saya, tidak ada masalah tinggal di 3 kota tersebut, tapi istri belum tentu mau. Dan kami akhirnya sepakat untuk memilih Malang, karena udaranya yang masih sejuk dan akses ke luar kota yang mudah lewat kereta api.

Setelah 3 tahun?

Saya senang. Hidup senang. Nyaman, dan gak ada perasaan untuk balik lagi ke Kuwait walaupun sudah ditawari lagi. Bahkan saya juga ga ada keinginan untuk tinggal di negara lain. Untuk saat ini tidak ada niat, tapi entah setelah melihat Pemilu 2019 nanti. Semoga gak akan ada apa-apa.

Tulisan ini klikbait. Karena intinya cuma di paragraf kedua dari terakhir. Inipun nambah sedikit. Memang gak penting kok.

Quranesia: Beautiful quran for mac

Quran for mac

Searching Quran on the Mac App Store will only give you 1 page as there are no other choices to download. The top downloads Quran app mostly made with web app, indicated how slow they are and not responsive enough to scroll. Based on this thing Rimbunesia made a new Quran app for mac, we called it Quranesia.

What makes Quranesia special?

Quranesia is native

By native means the app is fast. Scrolling the ayats is fast unlike many other apps on the mac app store. The only problem is the Quran data is quite large, it consist from 6236 ayats and 114 surah, and it need not more than 1 minute to install the data to the app.

Quran text sizing

I am sure there are someone out there hoping to have a bigger text to read, so instead to make it fix size, I am putting a configuration to make it bigger, or smaller. Depending on how the user wanted it to be.

Quran audio

Quranesia has 19 reciters, and could be added more from the server-side. The only requirement is, the reciter has to have an audio on each ayat separated file by file. Because with the Audio recite, Quranesia highlighted the ayats that currently being played.

89 Translations

Albanian, Arabic, Azerbaijani, Bengali, Czech, Dutch, English, French, German, Housa, Hindi, Indonesian, Italian, Japanese, Korean, Kurdish, Malaysia, Malayalam, Maldivian, Norwegia, Persian, Polish, Portugeese, Romanian, Russian, Sindhi, Somali, Spanish, Swahili, Swedish, Tajik, Tamil, Tatar, Thai, Turkish, Uighur, Urdu, Uzbek. See? most of the languages available in the world.

Download the Quran app for mac now! We are planning to make the free version with limited feature as well.

Kelir – Color Picker for your Mac

kelir

Kelir enable you to choose any color from everywhere on your screen using the unique picker with a preview which color you are selecting. Once you pick a color, any code will be available for you to paste it.

As we wanted to make your workflow efficient, we saved every color you picked, you may like it to keep all colors organized.

Not only colors, Kelir provide you with a color palletes that you could generate from an image or pick the colors by yourself. This color pick for mac app is a better tools to enhanced your work flow. Better

Download it now!

Aplikasi Android Lacak Paket JNE dengan In-app purchase

Sudah sekitar 2 minggu satu aplikasi kami ada di Playstore hadir dengan satu fitur penting, In-app purchase. Berikut adalah tulisan saya bagaimana respon para pengguna Android di Indonesia.

Aplikasi kami, Lacak Paket, sudah hadir sejak awal Desember 2015. Dan baru lebih dari sebulan kemudian kami nekat untuk memasukkan in-app purchase tanggal 21 Januari 2016 untuk menghapus iklan yang menurut kami sendiri cukup mengganggu 😛

Harga pertama yang kami tetapkan adalah 5 ribu rupiah. Walaupun menurut kami, harga ini tidak cukup untuk menutup biaya pembuatan, tapi kami mencoba untuk realistis saja di pasar Indonesia. Hasilnya, selama 3 hari hanya ada 1 pembeli saja.

Kemudian di hari ketiga, kami mengubah harganya menjadi 3 ribu rupiah saja. Tanpa diduga, sampai dengan saat ini ada 3 – 5 pembeli setiap harinya. Dan yang paling menarik adalah, jumlah unduhan kami naik 1,5 sampai 2 kali lipat tiap harinya. Dengan jumlah unduhan yang naik, maka secara otomatis jumlah pendapatan kami dari iklan juga naik.

Menarik sekali.

Apple Music, 2 bulan kemudian

Dari awal kehadiran Apple Music, saya agak ragu untuk mulai mendaftarkan diri. Karena saya gak terlalu suka dengar musik, gak tau apa-apa tentang musik, dan malu-maluin kalo udah mulai coba nyanyi. Makanya jadi programmer, bukan artis. Dan saya gak nyesel dengan pilihan saya itu. Andapun seharusnya begitu.

Kemudian kartu kredit datang setelah berbulan-bulan daftar. Tepatnya lebih dari 5 bulan. Dengan adanya kartu kredit, artinya saya harus mengubah lokasi Apple ID ke Indonesia dari versi Amerika. Setelah mengikuti semua petunjuk dari Apple, akhirnya resmi akun Apple ID saya berpindah lokasi. Begitu juga dengan Apple ID kepunyaan istri, Bapak dan Ibu.

Dan kakak Isyana Sarasvati, bidadari lain yang turun dari langit setelah Raisa, mengeluarkan albumnya. Dan sukses saya beli. Dari situlah saya mulai daftar Apple Music. Toh, 3 bulan gratis ini.

Apple Music, semua ada.

Saya terdaftar sebagai akun keluarga dengan biaya sekitar 100 ribuan perbulan, dengan 3 bulan gratis. Semua lagu ada, dari lagu-lagu lama di tahun 70-an, 80-an, 90-an, sampai yang paling menarik perhatian saya, ada ustad Mishary Rashid dengan semua album Qurannya!

Kenapa saya singgung lagu-lagu 70-80an -walaupun saya lahir di akhir 80an (ini jelas pencitraan), semata-mata karena orang tua. Mereka antusias sekali ketika tahu tidak perlu lagi buka Youtube untuk mendengarkan lagu-lagu lama, lagu sunda, lagu jawa, dan lagu-lagu khas bapak-bapak dan emak-emak langsung dari telepon genggam mereka.

Bacaan Quranpun ada!

Jelas ini pencitraan. Tapi memang benar, rata-rata semua pembaca Quran terkenal punya album di iTunes store. Yang paling banyak jelas ustad Mishari Rashid yang asli Kuwaiti.

Kesimpulan akhir, lanjut kita… Entah sampai kapan.

*foto diambil tanpa ijin dari sini.

Review kecepatan First Media di Malang

Jangan lupa baca juga tulisan saya soal koneksi internet indihome, first media, mnc dan myrepublic di Malang.

Satu-dua minggu ini saya banyak melihat promosi First Media di Malang yang cukup intens di sosial media. Setelah melihat cakupan jaringan yang bisa dipasang, ternyata Sawojajar 1 masuk. Sudah ada niat untuk pasang dan coba-coba, tapi ternyata setelah dihitung-hitung, mereka juga memasang harga sewa alatnya, jatuhnya jadi mahal.

Untuk sekadar informasi, saya juga telah memasang Speedy 5mbps (saat memasang belum masuk Fiber optic, entah saat tulisan ini ditulis). Karena kebutuhan kerja yang memaksa saya untuk lebih sering mengunggah aplikasi yg saya buat untuk dites, dan kebetulan kecepatan unggah Speedy cukup mengecewakan.

Tepatnya hari Jumat kemarin (27 Nov 2015), seseorang dari First Media menawarkan untuk memasang First Media. Beliau berani jamin kalau saya bisa dapat kecepatan unggah 1 Mb perdetik. Dengan jaminan itu, saya akhirnya terseret untuk mau memasang.

Setelah pemasangan, cukup kecewa karena kecepatan Unduh yang saya dapat hanya 1,8 Mbps. Jangan ditanya kecepatan unggahnya. Berikut bukti yang sempat saya catat:

firstmedia-malang

Setelah saya konfirmasi, kata mereka kecepatan ini hanya sementara, dan saya bisa menikmati kecepatan sebenarnya keesokan harinya.

Dan bisa ditebak, hari Sabtu (28 Nov 2015) kecepatan tidak berubah. Setelah hari Minggu, kecepatan berubah ke yang sebenarnya. Kecepatan unduh yang saya dapat melebihi 4 Mbps yang mereka janjikan, tapi kecepatan unggah tidak ada perubahan berarti.

First Media Malang

Dengan kecepatan di atas, saya masih penasaran dengan jaminan 1 Mb perdetik yang sudah dijanjikan sebelumnya. Tapi sepertinya saya gak akan pernah saya dapatkan. Saya juga cukup curiga dengan kecepatan unduh yang lebih dari 4 Mbps di atas, karena untuk streaming lagu dari Apple Music saja tersendat-sendat.

Kesimpulan saya, First Media ini bukan pilihan tepat untuk saya. Jika kontrak habis (kira-kira 5 bulan, menurut seseorang dari First Media), akan saya putus.

Fase pengguna sebelum bebas dari produk bajakan

Walaupun sekarang saya sudah bebas dari produk bajakan, terutama di dunia digital, saya sadar sepenuhnya bahwa saya pernah dalam kondisi pemakai produk bajakan. Untuk itu saya menulis ini agar selalu diingatkan betapa beruntungnya saya dan betapa harus bersyukurnya saya sudah dilepaskan dari produk-produk bajakan.

Produk bajakan yang saya maksud adalah berupa musik digital, perangkat lunak, sistem operasi, film, dan sejenisnya.

Berikut ini adalah fase-fase yang saya lalui sebelum bisa bebas dari produk bajakan.

Tidak tahu kalau itu bajakan

Fase ini biasanya dilalui oleh semua orang di Indonesia, terutama ketika masa sekolah sampai awal-awal kuliah. Mungkin saya tergolong telat, karena saya baru tahu kalau bajakan ketika seorang teman yang tinggal di luar negeri saya mau ajari penggunaan Adobe Photoshop.

Beliau dengan entengnya bilang, “Saya gak punya Photoshop, belinya mahal banget“. Dek, saya kaget bukan main. Karena di Indonesia, Adobe Photoshop bisa didapatkan dengan hanya 25 ribu rupiah (jaman jadul dulu, entah berapa sekarang).

Tahu itu bajakan, tapi tidak perduli

Setelah cerita di atas, akhirnya saya tahu mana yang bajakan dan mana yang bukan. Tapi saya tidak perduli. Lagipula, dari mana saya bisa membeli perangkat lunak yang harganya beratus dolar itu sedangkan saya masih mahasiswa.

Ketidakpedulian itu akhirnya lama-lama terkikis ketika saya tahu betapa sulitnya membuat perangkat lunak.

Beralih ke Linux

Akhirnya, karena masih kuliah, saya sempat 100% meninggalkan Windows dan mulai menggunakan Linux. Kebiasaan seorang pemula yang baru terjun dan merasa pintar, saya mulai mengejek pengguna Windows. Saat itu saya merasa paling benar karena menggunakan Linux yang gratis.

Di lingkungan Linux, saya sudah banyak mencoba distro-distro yang dulu tenar. Sayapun mulai bereksperimen dengan LTSP (Linux Terminal Server Project), yaitu Anda hanya membutuhkan 1 server dan client tidak lagi memerlukan HDD lagi, karena tergantung sepenuhnya dengan server.

Tergoda dengan game di Windows

Setelah full 100% di lingkungan Linux, saya mulai tergoda dengan beberapa game yang cuma ada di Windows. Dan suskseslah saya memasang dual-boot.

Saat itu (mungkin sampai saat ini), game yang ada di Windows lebih beragam dan lebih canggih. Jangan tanyakan apakah game yang saya mainkan bajakan atau tidak, karena sudah pasti bajakan. Dan saya sudah gak peduli. Hehehe

Pindah lagi ke Windows sejak pertama bekerja

Saat itu saya bekerja dengan komputer desktop dengan sistem operasi Windows. Mulailah saya melupakan Linux dan mulai menggunakan Windows secara 100%. Tidak hanya itu saja, saya juga lebih sering membeli CD bajakan untuk menonton film dan mengunduh lagu-lagu mp3.

Jadilah kumplit. Bekerja membuat perangkat lunak, tapi tidak tergerak sedikitpun dengan hasil kerja keras orang lain.

Pindah ke Mac, mulai peduli

Dikarenakan penasaran dengan sistem operasi yang satu ini, saya mengumpulkan uang dan berhasil membeli komputer Mac. Dikarenakan lebih sulit mencari perangkat lunak bajakan di Mac, dan rata-rata aplikasi berbayar, akhirnya saya mulai meninggalkan aplikasi bajakan dengan pengecualian.

Pengecualian itu adalah, saya tetap menggunakan Adobe Fireworks. Dikarenakan harganya yang cukup mahal, maka saya belum bisa membelinya. Sampai saat saya minta ke kantor untuk dibelikan lisensinya, Alhamdulillah dibelikan beneran.

Bebas bajakan dari perangkat lunak, tapi tidak dengan musik dan film

Fase ini terjadi beberapa tahun kebelakang. Saya masih belum bisa terima kalau harus membeli musik dan film. Kalau aplikasi okelah, karena saya juga berkutat di bidang pengembangan perangkat lunak. Agak sayang rasanya untuk mengeluarkan uang membeli musik dan film.

Untunglah saya diselamatkan dengan rusaknya Mac pertama saya. Semua data hilang. Termasuk musik dan film.

Bebas dari semua produk bajakan

Alhamdulillah, sekarang saya ada di fase ini. Dan saya juga berusaha untuk tidak mengejek orang yang masih menggunakan produk bajakan, karena saya pernah di posisi mereka.

Saat ini saya tidak lagi menggunakan aplikasi, perangkat lunak, atau mendengarkan musik ilegal. Saya juga tidak lagi mengunduh film dan mp3 sembarangan. Jika ingin mendengarkan musik, saya cukup buka Youtube saja. Semua aplikasi yang saya punya adalah 100% gratis atau 100% hasil pembelian.

——

Bagaimana untuk lepas dari produk bajakan menurut versi saya? berusahalah menghargai hasil karya orang lain, dan berusahalan untuk membeli perangkat lunak atau aplikasi yang murah-murah dulu dan pas di kantong. Jika aplikasi yang Anda inginkan berharga mahal, maka carilah alternatifnya yang lebih murah.

Page 2 of 3

Powered by WordPress & Theme by Anders Norén