blog, general, kuwait, tkw indonesia

TKW, merajut impian yang sia-sia

December 10th, 2006

Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka melihat para TKW. Selama ini mereka dieksploitasi sejak dari tanah air mereka sendiri. Para agen-agen TKW yang berada di Indonesia maupun Kuwait hanya meraup keuntungan demi perutnya sendiri!

Beberapa agen TKI yang sempat aku temui ketika mengurus visa di Kedutaan Kuwait yang di Jakarta, dalam 1 bulan mereka bisa mengirim sampai dengan 600 TKW untuk perusahaan besar. Kalau “pasar” sepi, paling sedikit dalam 1 bulan bisa kurang dari 100 orang.

Jalan pos TKW?

TKW yang diberangkatkan dari Jakarta juga sudah menerima kenyataan pahit sejak dari tanah air mereka. Dibentak-bentak oleh para petugas bandara. Perandaiannya seperti seorang majikan yang sedang darah tinggi memarahi seorang pembantu yang kebetulan bersalah. Nah, masalahnya, para TKW yang berada di Bandara tidak salah apa-apa. Tapi sudah dibentak-bentak secara tidak wajar. Ini aku lihat sendiri ketika berangkat dari Jakarta.

Setelah berangkat dari bandara, di dalam pesawat mereka juga menerima perlakuan yang kurang ramah dari para pramugari Kuwait Airways. Sekedar informasi, para pramugari Kuwait Airways tidak ada yang cantik. Berpenampilan seperti biasa, tidak seperti kebanyakan pramugari penerbangan lokal di Indonesia. Ditambah, ada pramugara jugak! Heh? jadi makin merusak pemandangan aja! Kuwait Airways, sangat tidak direkomendasikan!

Para TKW akhirnya sampai di Kuwait. Mereka dijemput agen yang ada di Kuwait. Nantinya, akan ada seorang majikan yang “membeli” TKW dari agen tersebut.

Perlu diketahui, para Kuwaiti mempunyai rumah yang saaaangat besar, secara mereka digaji oleh pemerintah. Hanya tidur-makan-nonton tv saja, mereka sudah kaya. Tanpa perlu bekerja, mereka dapat gaji. Sekolah gratis sampai dengan S2. Kesehatan dijamin oleh pemerintah dengan menggratiskan biaya pengobatan hanya untuk para Kuwaiti. Dalam satu rumah, biasanya tinggal keluarga besar, dan punya sampai dengan 3 lantai. Nah, rumah sebesar itu hanya diurus oleh satu orang TKW.

Memang sudah adat bangsa Arab, jika mereka “membeli” TKW, itu berarti TKW tersebut adalah BUDAK. Mereka berfikir adalah HALAL untuk menyiksa para TKW tersebut, memukul, menyetrika, menggasak, mengguyur air panas, bahkan memperkosa!

Alhasil, TKW tersebut kabur dari rumah. Tanpa membawa paspor (karena paspor dipegang oleh majikan). Dengan rasa penyesalan karena sudah datang ke Kuwait, TKW tersebut “mengadu” ke KBRI. Oleh KBRI mereka ditampung terlebih dahulu, sambil mengurus paspor. Oh iya, tempat penampungan di KBRI sampai hari ini mempunyai 250an TKW.

Beberapa waktu ke depan, TKW tersebut akan berpindah ke majikan lain. DAN MEREKA MENDAPATKAN SIKSAAN LAGI.

Maka tidak heran jika para TKW yang ada di penampungan KBRI rata-rata sudah tidak *maaf* perawan dan beberapa kali pindah majikan. Di majikan pertama hanya tahan 1 bulan, 1 minggu, atau bahkan HANYA 1 HARI. Padahal, mereka sudah menandatangani surat pernyatan akan bekerja selama 2 TAHUN!

Setelah pindah-pindah majikan, nasib mereka ternyata tidak berubah. Dan akhirnya mereka meminta untuk pulang kembali ke tanah air dengan rasa SANGAT MENYESAL. Akhirnya KBRI juga yang memulangkan mereka.

Pesanku lewat tulisan ini adalah, JIKA DIANTARA PEMBACA ADALAH TKW (eh, ada ga ya), URUNGKAN NIATMU BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGERI LAIN (kalau selain PEMBANTU boleh! Justru dianjurkan). ATAU JIKA DIANTARA PEMBACA MEMPUNYAI SAUDARA YANG AKAN BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGARA LAIN, CEGAH! PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT, KAWAN.

Pertanyaannya, DIMANA KESERIUSAN PEMERINTAH KUWAIT DAN INDONESIA? Apakah ini hanya kepentingan beberapa orang yang hanya ingin meraup keuntungan demi buncitnya perut sendiri?

TANYA KENAPA.

Share: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Ma.gnolia
  • StumbleUpon
  • Technorati

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog


78 Comments


Gravatar
#1. aRdho » 10.12.2006

ayo dats.. mumpung kamu disana..

kali2 bisa ngubah nasib mereka.. hehe..

using the power of blog.. ;)

Gravatar
#2. Fany » 10.12.2006

Kok aku malah ketawa ya baca postinganmu ini hihihi… =))
*membayangkan didats lagi cerita menggebu-gebu :P*

Eh tapi prihatin juga sih..

Btw komen di t4ku kmrn kok tumben pake ‘gue’ ;))

Gravatar
#3. azfaaziz » 10.12.2006

selamat datang di Kuwait mas Didats… kmr2 udah saya iklankan juga ditemen2 :(…
yah begitulah nasib TKW memang mas…
Mungkin memang pemerintah (kuwait&ndonesia) kurang serius menangani hal ini… beberapa usaha yg kita lakukan krn mkn dariluar jalur juga kurang ada hasilnya…
tapi…
sedikit ttg kuwait dan TKW
mkn sebenarnya prosentase fenomena buruk yg terjadi pada TKW terutama diKuwait tidaklah terlalu besar…
kita anggap misalnya yang bermasalah 5000 orang (diKBRI 300an) dibandingkan dng jumlah semua TKW dikuwait yh 40000an tidaklah begitu besar.
Bukan berarti saya mengecilkan jumlah yg 5000an itu… sehingga tidak ditindaki .. tidak..
tapi saya hanya memberi cara pandang lain tentang orang Kuwait… bahwa tidak semua dari mereka menganggap pembantu adalah budak, dan tidak semua yg rumahnya tiga tingkat pembantunya 1 saja.
Karena banyak teman2 saya yg memperlakukan pembantu dgn sangat baik… bahkan ada yang satu rumah 1 tingkat pembantunya ada 3. dan mereka insyaAllah sangat banyak… (masih lebih banyak orang kuwait yg baik)…
tetapi kemana mereka?? yg 35ribuan itu… yg mkn bnyk majikannya yg baik???
tidak ada beritanya maka tidak ada yang tahu…
sedangkan yang diberitakan adalah yang jelek2 saja sehingga yg diketahui orang yg yg jelek2 saja…
Akhirnya… (panjang bgt)
Jadi semuanya memang tergantung personal… dimana2 kuwait Indonesia, ada orang2 baik dan ada juga yg buruk… mudah2an baik disini atau di Indonesia masih lebih banyak orang yang baik…
Syukron… (dah bs bs Kuwait lum :)

Gravatar
#4. didats » 10.12.2006

#2 ape neng? heheh… itu lagi buru2.. abis ntar di bilang seleb blog yg sombong… kekeke… :D jadi saat itu lagi buka banyak blog, jadi gag terlalu merhatiin…

maap… :D

#3
Halo mas aziz! Aku sudah tanyakan ke beberapa orang indonesia, dan mereka kenal… kapan-kapan kita harus ketemu… :D

Gravatar
#5. marciano kastiredjo » 10.12.2006

5 besar!!!

resign dr bali jebule balik haluan ke kuwait.

Gravatar
#6. husein » 10.12.2006

nasib TKW di malaysia juga kurang lebih begitu, KBRI-KL sekarang jadi tempat penampungan TKW yang kabur. Pemerintah harus lebih serius dengan hal ini!

oh ya, mas didats peduli juga ternyata! :D

Gravatar
#7. wadehel » 10.12.2006

Jangan cuma tanya kenapa

Saya membayangkan seorang didats dengan “kekuatannya” bisa membantu para TKW itu.

Bisa dong! Please…

Gravatar
#8. dani » 10.12.2006

bbrp rekan perawat disana lg membara semangat nge-blog-nya..

didats jd ‘penyambung lidah’ TKW Kuwait.. :)

Gravatar
#9. hanindyo » 10.12.2006

ahem maksud saya selain kuwait airways looh

prihatin banget bacanya, masuk di quiclink enda gak yah?

*tetepp*

Gravatar
#10. Hedi » 10.12.2006

Kalo aku jadi presiden, aku hapus program pengiriman TKI/TKW, aku buat program seperti itu “Terlarang”.

Pekerjaan pembantu hanya cocok di Indonesia, di luar negeri tak kenal istilah pembantu rumah tangga.

Gravatar
#11. rifie » 10.12.2006

Kasian memang TKW, padahal dia bayar buat ke kuwait gede banged loh, ada yang sampe jual rumah segala.. abis itu di bandara di diskriminasi. lewat jalur ini lah, lewat terminal ini lah, bayar segala macem lah.. pas disana, disiksa…

Uh, bener2 deh…

Gravatar
#12. alamster » 10.12.2006

setuju sama wadehel, ardho dan azfaaziz , apa yang bisa dilakukan sekarang?

Power of blog ?

Gimana mulainya? (sambil garuk kepala yang jadi gatal)

Gravatar
#13. Imponk » 10.12.2006

Maka tidak heran jika para TKW yang ada di penampungan KBRI rata-rata sudah tidak *maaf* perawan dan beberapa kali pindah majikan

apa memang begitu, dats?
wah, memperihatinkan!

Gravatar
#14. edwin » 10.12.2006

mmhhh…faktor pendidikan emang di-perlu-in bgt tuh buat yg ngaku orang2 Indonesia…

Gravatar
#15. anima » 10.12.2006

iya yah, pemerintah ngapain aja selama ini…

Gravatar
#16. cahyo » 10.12.2006

trus gimana mas?

* ga nyambung *

Gravatar
#17. dewi » 10.12.2006

wah…. apakah yg bersorban itu gambar dirimu seperti yg dulu pernah kita bayangkan, dats?? hehehe

nasib TKW dimana2 septri itu. tapi krn pemerintah juga membiarkan saja para agen mengiming-imingi. ya susah seh akhirnya..

Gravatar
#18. wandira » 10.12.2006

Kasian para TKW itu … sepertinya susah dapat perhatian dari pemerintah yang sibuk ngurus video mesum,poligami dan lumpur.

Gravatar
#19. Yogie » 10.12.2006

bener-bener memprihatinkan..

*comment one liner aja ah*

Gravatar
#20. Qky » 10.12.2006

jahiliyah bgt tuh… Dats… Kasihaan… :(

Gravatar
#21. -nisa- » 10.12.2006

Tanpa perlu bekerja, mereka dapat gaji. Sekolah gratis sampai dengan S2. mauuuu Lah :D

*yangseriusnya*

sepakat sama #3. azfaaziz :

sebetuLnya pemerintah indonesia dari sistem hukum sudah melindungi [katanya] secara saya pernah beberapa kali mengisi pelatihan di PJTKI cibubur :) hanya saja.. ya kembali lagi.. soal pendidikan para TKI yang kurang mumpuni dan terkesan pasrah gitu ditambah beberapa oknum yang mengambil kesempatan dalam kesempitan :D hingga nasib para TKW menjadi sedemikan menggenaskan.
Sepertinya butuh CP untuk para TKW tersebut agar mereka tidak tertinggal info *tunjuk satu didats* :)

Gravatar
#22. andi bagus » 10.12.2006

setelah baca artikel mas didats, saya jadi ada gambaran ttg pertanyaan yg kerap kali meradang dlm otak saya (apa aja yg dilakuin TKW,kok sampe diperlakukan keji ?). Mgk ada baik nya pemerintah RI lebih pduli nasib TKW . Kok bisa yah negara Islam spt Kuwait memperlakukan TKW spt hewan (maaf!!agak kasar). TKW ada, krn lap kerja di Indonesia tdk memadai. Saya baca koran JP beberapa hari yg lalu, pengangguran di Sby dgn lulusan sarjana angkatan kerja 2006 mencapai 80000 an orang. Subhanallah..Smg nantinya Indonesia bisa menjadi Indonesia Emas.amin

Gravatar
#23. agung » 10.12.2006

ah malang benar nasib TKW kita ya, eh bung bagi-bagi ilmunya kapan lagi ya, terus gimana rencana kedpan anda setelah tinggal di negeri orang, salut buat ente

Gravatar
#24. andriansah » 10.12.2006

Apa loe jadi tkw? udah gak perawan lagi yah sekarang?

Kata pemerintah TKW/TKI merupakan ladang devisa bagi Indonesia, tapi pemerintah sendiri mendiskriminasikan para TKW/TKI itu dengan membuat terminal sendiri. PAdahal mereka2 itu adalah expatriate di bidangnya masing2.

Gravatar
#25. kus » 10.12.2006

setuju, pemerintah cuma serius ngurusin hal macam perut dan hartanya sendiri, ngurusin hal halal dalam bermahtangga ( poligami) dan melupakan hal haram ( pelacuran ).

Jadi pengen jadi warga Amrik , Inggris, dan Jerman , soale kalau ada warganya yg di kasarin di negara lain pasti presidennya ngamuk - ngamuk dan mati - matian membela.. huh

Duhhh Indonesia

Gravatar
#26. tongkis » 10.12.2006

Jayalah Indonesiaku.. Ayo dats buktikan kalo indonesia juga bukan cuma gudangnya babu? Mosok dari populasi approx 230 juta, ngga ada yang bisa berpotensi yg lebih tinggi dikit ketimbang cuma jadi babu? Positng beginian nihc yang gue demen bacanya… Go on uncle dats.. your blog rocks..btw, bos ente baca ini blog juga ngga?

Gravatar
#27. Luthfi » 10.12.2006

Sekedar informasi, para pramugari Kuwait Airways tidak ada yang cantik.
Sampelmu kurang kali’

Gravatar
#28. Emma » 10.12.2006

Dats, kalo terlalu men-generalisasikan keadaan, ga semua TKW Indonesia di lakukan buruk, itu cuma beberapa, selebih nya banyak yg diperlakukan baik, saya rasa sama aja dengan Indonesia dan negara lain (Hongkong misalnya) Ada TKW indonesia yang juga di perlakukan buruk di sana, yang paling penting adalah pemerintah Indonesia jangan lg mengirim warga nya sendiri untuk jadi pembantu, kita bisa kirim orang2 yang punya skill untuk bekerja di luar. Contoh nya kamu, kamu bisa membuktikan kalo orang Indonesia Pintar buak cuma bisa jadi pembantu

Gravatar
#29. lantip » 10.12.2006

negeri kita memang tidak memiliki kekuatan apapun di negeri sebrang. Jangankan di kuwait, di singapura saja gak bisa belain warganya. :(

*sory ga nyambung*

Gravatar
#30. Jauhari » 10.12.2006

NDak usah di TANYA… di NEGERI INI(tau dimanakhan ke.. ke.. ke..) nanti tuh para TKW juga DI PERKOSA secara lain karena seperi kita tau Negeri ini yang masih AH SUDAHLAH…

Saya tidak tau apa yang salah dengan negeri ini atau itu yang jelas ada yang TIDAK NGGATUH dengan semua kekayaan Alam yang ada tapi HANCUR HANCURAN kayak gini.. mau bukti? liat aja tuh MILITER kita? berapa alat perang kita punya? mungkin kalaupun mau Singapura ngajak duel ama kita 1 lawan 1 aja bisa KOIT… hitung hitung aja… makanya dengan santainya waktu Malaysia ada masalah dengan Negeri ini atau Itu dengan lebih santainya lagi mereka patroli :D

Yah negeri ini atau itu….

Gravatar
#31. Yanuar » 10.12.2006

Turut prihatin dats..

bikinin blog buat tkw dong ahh… biar mereka bisa keluarin uneg-uneg.

next questions.
kok bisa elu tau kalau di penampungan KBRI mereka nggak perawan semua.??

Gravatar
#32. conanâ„¢ » 10.12.2006

wah … pantesan elu langsung ke kuwait dat. sejak abis dari bali kan elu dah ga perawan lagi sama si saylow.

*siyul²

Gravatar
#33. didats » 11.12.2006

#6 wah, harus peduli dong. mereka kan juga penduduk indonesia.

#7
Hehehe… jadi maluw… aku pasti berusaha, tapi belum menemukan jalan yg bagus aja.

#10
negara seperti pakistan sudah menyatakan fatwa haram mengirim pembantu ke negara lain.

mereka menanggulangi masalah pengangguran dengan mengirim laki-laki bekerja di luar negeri, sedangkan perempuan bekerja di dalam negeri.

#13 tidak semua mungkin mas… itu kesimpulan yg susah dibuktikan, tapi bisa ditebak… kekeke… :D

#22 amiiin……..

#26 gag tau deh… baca juga gpp kok.. :D

#27 ini serius! masih jauh lebih cantik Lion Air atau Airasia…

#28 memang tidak semua, tapi aku cuma mau menyampaikan kemungkinan terburuk aja, biar ga ada lagi yg ngirim pembantu…

#31 hehehe… udah … *ga berani nerusin*

Gravatar
#34. adi » 11.12.2006

tetep rumput dihalaman tetangga keliatan lebih ijo!!

Gravatar
#35. firman firdaus » 11.12.2006

despite all the information from you, the fact is setiap tahun jumlah tkw/tki bertambah. keputusasaan kerja di negeri sendiri, atau nafsu memeroleh penghasilan besar di negeri orang? tanya kenapa lah…

Gravatar
#36. Yogi » 11.12.2006

Tapi loe masih tetep perjaka kan Dats? :D. Sorry, joking :).

Kasian banget TKW sampe digituin segala. Ayo Didats, perjuangkan hak2 para TKW di Kuwait!!

Gravatar
#37. Laks » 11.12.2006

sedih juga bacanya.. kalo TKI apa juga seperti itu?

*sedih gak bisa nerusin koment lagi*

Gravatar
#38. sigit » 11.12.2006

wah… dapet ’sisa’ donk Dats… :p

Gravatar
#39. sofie » 11.12.2006

dats, jika ada persoalan buruh migran yang perlu penanganan bisa dikabari untuk bisa ditindaklanjuti oleh teman-teman pejuang hak buruh migran di indo, seneng de, kamu nulis persoalan hak asasi manusia, perspektifnya mesti digali lagi…bravo didats de!

Gravatar
#40. Irwan » 11.12.2006

*bingung ‘baca’ diagramnya didats… hihihihi…

Gravatar
#41. MaIDeN » 11.12.2006

… ini semua akibat salah milih waktu PEMILU kemaren …

Gravatar
#42. dodi » 11.12.2006

bingung juga ya. harusnya ada pekerja kuwait disini yang disiksa juga.

masa tayangan buser sergap dll isinya hanya kriminalitas sesama bangsa indonesia sih? ayo para kriminal domestik! LIBAS KUWAITI!

hixxhiixhi

Gravatar
#43. kelenting kuning » 11.12.2006

Memang katanya naik kuwait airways tidak nyaman…

Baidewei, kasian juga ya nasib para TKW, tapi mungkin itu jalan yang harus ditempuh untuk mencari segenggam berlian…

Gravatar
#44. buchin » 11.12.2006

Yep, ini karena perbedaan pandangan tentang tki, di Indonesia bayangan tki adalah sebagai pembantu “saja”. Sedangkan di kuwait, orang kuwait menganggap mereka adalah budak. Tentu saja, kan mereka “membelinya”, jadi, mereka merasa berhak. Jadi perlu pemberian definisi saja: katakan bahwa TKI INDONESIA ADALAH PEKERJA, BUKAN BUDAK. :-( turut prihatin.

Gravatar
#45. didats » 12.12.2006

#35
sekedar informasi, TKW di Kuwait di bayar sekitar $250 (hehehe… kalo iya dibayar). Kecil kan? eh, mungkin bagi mereka besar kali ya…

#36 ooops…… :D

#38 gpp sisa, tapi stok kan banyak… wakakaka… :D

#44 yeah, rite….

Gravatar
#46. iwank » 12.12.2006

anjrit serem bener tuh cerita
kaya sinetron indonesia aja.

Gravatar
#47. mr.bink » 12.12.2006

Hi Mr.Didats, You are Indonesian Hero in Quwait. Ayo berjuang, kami dukung kamu dengan do’a, kalau perlu mungkin ada yang jadi panitia untuk bikin donasi :D

atau SMS DIDATS SEPASI KUWAIT sms ke ……… :D

Gravatar
#48. basica.exe » 12.12.2006

Tenaga Kerja Wanita dan Tenaga Kerja Webdesign yang ke Kuwait pake pesawat terbang itu mah pendatang halal… ada yang menjadi sponsor ,ada yang menjamin. Kalo mereka dianiaya , bahkan diperkosa, adalah harus lapor polisi karena ini sudah menyangkut kasus pidana/kriminal. Mas Didats perlu sekali untuk mengetahui apakah aparat hukum disana responsif gak dengan kasus2 pidana yang menimpa TKW sebagai korban. Jangan sampe lapor keilangan ayam malah jadi keilangan kebo. Kalo kondisinya runyam kayak gitu mending Didats balik aja ke NKRI. “Are you interested working in Jakarta, Didats?” makan-makan.

Gravatar
#49. geblek » 12.12.2006

pulang ke indonesia didats pasti sudah tidak perwan lagi,awas homok disana gede2 loh :D:D:D:D

Gravatar
#50. oon » 12.12.2006

wah..didat digasak, diperkosa?
*spid riding

Gravatar
#51. IndraPr » 13.12.2006

Walah, ngga nyangka… parah juga ya situasi para TKW Indonesia di Timur Tengah? Perasaan disini (Singapura, Malaysia) tidak separah itu deh.

Memang sih ada juga kejadian dimana para TKW itu ditindas oleh majikannya, tapi tidak sampai diperkosa seperti itu.. kalaupun ada, pasti majikannya akan kena jerat hukum.

Gravatar
#52. Sharivan » 13.12.2006

apa semua TKW diperlakukan begitu? tapi udah banyak berita dan kejadian, kok masih banyak aja yg pengen jadi TKW.

Saran gw daripada jadi TKW, mending pindah jadi warga negara Kuwait sekalian biar sejahtera :p

satu lagi dats, kalo mereka digaji pemerintah, trus pada ngapain donk kerjanya? what a boring life!!! suruh mereka hidup di indo ajah biar nyaho

Gravatar
#53. bangsari » 13.12.2006

pantas saja negara-negara arab ngga pernah bisa melawan israel. lha wong bisanya cuma ngesex doang.

kalo yang laki-laki apa juga diperkosa majikan cewek?

Gravatar
#54. jalansutera » 14.12.2006

kalo sama TKI (bukan wanita), kuwaiti itu berani nggak? ajak kelahi ajah, dats…

Gravatar
#55. Putri » 14.12.2006

Aku ikut prihatin,… hiikkkzzz :(

Btw, mas Didats sejak kapan di sana???

Gravatar
#56. nila » 14.12.2006

waduhhh…om didats…..

ngeri banget crita nya…baru bbrp hari ampe kuwait…..ceritanya udah seuyeuumm ginihh?
mungkin digilir kali cari cerita yg menyenangkan tentang kuwait selain kisah TKW yg memprihatinkan dan penerbangan kuwait yg sangat tidak recommended….

Gravatar
#57. nila » 14.12.2006

waduhhh…om didats…..

ngeri banget crita nya…baru bbrp hari ampe kuwait…..ceritanya udah seuyeuumm ginihh?
mungkin digilir kali cari cerita yg menyenangkan tentang kuwait selain kisah TKW yg memprihatinkan dan penerbangan kuwait yg sangat tidak recommended….

Gravatar
#58. Dg Leo » 14.12.2006

Yahhhhh lebih tinggal aja di Indonesia..di sini lagi krisis energi listrik..lebih berfaedah jika dijadiin PLTW (Pembangkit Listrik Tenaga Wanita)

Gravatar
#59. ndah » 14.12.2006

ka’nya bakal jadi duta TKW neh;;) perkuat dunx jaringan TKI di kuwait n bikin Komisi Perlindungan TKW:D **ketik didat_ketua utk pemilihan KP-TKW

Gravatar
#60. rambo junior » 15.12.2006

yah itung itung perbaikan keturunan mas..

sorry lancang mampir.. :P

Gravatar
#61. Mela » 17.12.2006

“#10
…mereka menanggulangi masalah pengangguran dengan mengirim laki-laki bekerja di luar negeri, sedangkan perempuan bekerja di dalam negeri.”

Jangan-jangan… yang dikirim indonesia untuk pertama kalinya buat laki-laki bekerja di kuwait itu mas didats ya… hehehe…
Lam Kenal ya mas

Gravatar
#62. thuns » 17.12.2006

seremmmmm…
untung gw waktu itu daptar jadi tkw gak dibolehin!
ya iyalah… aku kan cowok :))

Gravatar
#63. mimi » 18.12.2006

dari kemaren pgn kasih komen, tapi ga jadi2..
:p

anyway..
menurutku, bukan kegiatan TKW-nya yg hrs di hentikan. bnyk dari para tkw ini yg jg ’sukses’. Menjadi ‘pahlawan’ di kampungnya, karena bisa memberi kehidupan yg lbh baik buat keluarga dan sanak saudara di kampung.

Tapi yg Didats bilang jg kenyataan. ada jg TKW yg ’sial’, dapet agen ato majikan yg ga bertanggung jawab. dan trus, kita kan ga bisa cuma bilang, ‘kasihan kamu, pas lagi sial ya..’

pertama, agennya harus sadar, bhw ‘produk’ yg mereka bisnis-in itu adalah manusia (wanita). bukan cuma kalau ada demand, pasti di supply.

kedua, pemerintah (ke-2 belah pihak), jg bisa lebih tegas. kalau ketahuan ada agen yg lalai, di black-list dan jatuhi hukuman, krn mereka melanggar HAM.

Mungkin kita memang tdk bisa menghapus semua kejahatan yg ada. tapi, sikap peduli sangat penting. dan tdk hanya berhenti di peduli saja, menyuarakannya jg akan membuat perbedaan besar..
(^_^)

Gravatar
#64. bonan » 19.12.2006

jangan lupa sholat le

Gravatar
#65. bonan » 19.12.2006

jangan lupa sholat le

Gravatar
#66. dino » 20.12.2006

good post. harusnya ditingkatkan percaya diri orang indonesia sehingga ga mau jadi TKI. Andaikan jadi TKI pun, harus yang profesional, ga seperti budak.

Gravatar
#67. endhoot » 21.12.2006

loh Dats, kamu ke sana jadi TKW toh? *lospokus krn spid riding*

Gravatar
#68. uut » 01.01.2007

aku sungguh paham dengan nasib para TKW. bagaimana kehidupan yang meraka jalani sungguh berat. bagaimana dalam keadaan yang susah (kalau gak susah mana nekad jd TKW), masih juga mendapat kesusahan2, hanya karena mau merubah kesusahan menjadi sedikit senang dengan menjadi TKW.

menjadi orang ‘kecil’ emang susah, kalau org yang besar gak mau ‘ngalah’.

*AKU gak butuh di kasihani, tapi cobalah mengerti* karena aku juga seorang TKW.*_*

Gravatar
#69. daku » 07.01.2007

mas,akujuga TKW.tapi aku kerja di Malaysia doangan. untung juga bukan pembantu. tapi tetep aja jadi TKW itu ga enak. bener yang kamu bilang agen TKW emang brengsek. tengkiyu sempet nulis ini buat kami para TKW.

Gravatar
#70. Oskar Syahbana » 17.01.2007

Lah TKW-TKW itu kalau ga kesana di sini pun kerjanya jadi apa toh? Yang jadi masalah itu bukan kita yang terus menerus jadi bangsa pengekspor pembantu, yang jadi masalah itu perlindungan terhadap TKW.

Lihat tuh India, dulu jadi supplier tenaga kasar terbesar di dunia, sekarang jadi supplier engineer terbesar di dunia. A thousand miles journey starts with a single step

Gravatar
#71. some1 » 20.01.2007

eh,udah dikuwait… hebat,..
emang sih gue juga sering bingung sama negara arab..dulu,lagi ngantri diimigrasi skarno hatta gue juga ketemu tkw kita yg baru lari dr arab,abis diperkosa..kasian,wajahnya pucat,kuyu dan kaya’ org ling lung gitu..kasian deh liatnya,secara gue diblakang dia..dan officer kita cuman bilang tanpa rasa kaget,ya udah pergi kepojok sana,laporkan kebagian HAM…
gimana sih ini imigrasi,…kok nggak ada rasa simpatinya ya..atau udh tiep hari kali tkw begini…walah…
mangkanya pemerintah, yg plg penting skrg tingkatkan mutu pendidikan kita sampai kepelosok desa… biar nggak selamanya kita jadi negara yg ngekspor pembantu..sedih ya,jadi org indo dinegara yg sodara setanah aernya jadi pembantu..disini juga banyak pembantu ngalemin nasib yg sama..

Gravatar
#72. Atha » 24.01.2007

Indonesia memang bangsa babu. Malu aku jadi bangsa Indonesia. Walaupun ada juga beberapa anak bangsa yang berhasil. tapi kebanyakan ya jadi babu di negeri orang.

Gravatar
#73. iroel » 02.02.2007

sungguh serem dan mengharukan bro! hiiii.. TANYA KENAPA emang beneerrr..

Gravatar
#74. joko » 11.02.2007

kok jarang ada demo tentang peristiwa-peristiwa seperti ini ya.kayaknya pada sibuk demo menuntut uang rapelan di golkan.dasar gak punya malu DPRD

Gravatar
#75. david » 11.09.2007

Ya..sdikit komentar boleh kan? g smua TKW diperlakukan tidak manusiawi di negeri orang.Tapi kalau boleh kasih saran kalau mau jadi TKW mending ke zona ASIA TIMUR,karna org2 asia tmur dan juga smua negara2 di asia timur sangat menjunjung tinggi HAM,TIDAK ADA ISTILAH BUDAK seperti yang di terapkan negara2 moslim di dunia tak terkecuali MALAYSIA,jiancok njaran….dalam islam budak wajib melayan majikan,!!!!ini jadi PR bagi pemerintah Indnesia mending gak usah ngirim TKW kenegara2 muslim keparat!!!

Gravatar
#76. sakdul » 18.01.2008

salam sejahtera..

saya sakdullah, setelah membaca opini atau penyesalan anda sendiri mungkin ,, saya jadi yakin bahwa anda terlalu melihat sisi negativ dari semua resiko di dunia ini,, cobalah lihat dari sisi positifnya aja dulu biar bangsa ini tidak pesimis melihat ke depan,,saya bukan pemerhati yg handal dalam urusan tenaga kerja diluar atau di dalam negeri,, didalam negeri kita aja masih carut marut masalah tenaga kerja,, mereka yg lulusan SMU yg kerja dipabrik2 masih sangat tidak lanyak nasib mereka,, ada yg dikontrak, ada yg nggak dibayar THR bahkan ada yg tidak digaji,bahkan ada gadis2 kampung yg dibawa ke kota-kota untuk dilacurkan,saya kira nasib TKW sudah cukup dan sangat baik,, coba anda jalan2 ke daerah cianjur, sukabumi, indramayu, dll mereka bisa bangun daerahnya itu bukan dari pemerintah apalagi sumbangsih pemikiran anda,, tapi dari jerih payah mereka kerja di negara orang,, yg hanya cukup permodalkan ijazah SD atau kadang nggak lulus SD. coba pikir sekali lagi apa yg dapat kita berikan buat negeri ini kedepan?????

trims

Gravatar
#77. indri » 14.06.2008

Dats… jumpa lagi nech….
artikel qm.. ok juga .. aq nyampe kesengsem..
no coment bwt Tkw krn emang pemerintah kt dh ga perduli…
jujur nech dats,,, sejujur222nya GUE ITU JIJIK SMA PEMERINTAH KT… mereka itu rakus uang semua…Mereka bnr222 ga perduli sma nasib para TKw. maaf karena saya pernah mengalaminya sendiri
MAAF KLO BLH KASIH SARAN
RASANYA GA ADA GUNANYA INDONESIA KASIH DUTA DI SETIAP NEGARA.ITS REALLY USELESS
GA ADA PERANNYA SAMA SEKALI, MEREKA ITU CUMA MEMANDANG SAMPAH KEPADA SETIAP TKW…. JGNKAN PEMERINTAHNYA.. TUKANG CLEANING SERVICE DI BANDARAPUN SELALU MEMANDANG SEBELAH MATA KE TKW. BENER222 IRONIS HIDUP INI,,,

Gravatar
#78. delaney » 12.07.2008

Emang masalah TKW-kemiskinan-kurang pendidikan-keblinger kilau kapitalisme itu seperti lingkaran setan. Kalo di Jawa penduduknya enggak keterlaluan padat, orang masih bisa bercocok tanam, hutan enggak gundul, air masih ada, listrik masih menyala, orang enggak sikut2an berebut kerja, mahasiswa enggak bakar2in pabrik, investor asing enggak pada lari ke Vietnam & Cina, rakyat masih bisa pada makan, perempuan2 desa enggak perlu membabu atau melacur demi sesuap nasi dan menopang hidup keluarga…

Kayaknya sampe kiamat aja Indonesia masih tetap jadi negara miskin dan merana…

* Bravo, Mas Didats, atas artikel2nya ! Ditunggu karya2 lainnya ! :)

Leave a Reply




Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog