Pindah ke Malang, Indonesia

Babak baru kehidupan saya dimulai dari Malang. Kota yang 8 tahun lalu saya kunjungi hanya sekadar ingin tahu ada apa di kota ini.

Ada kesan aneh yang saya dapatkan ketika banyak orang tahu saya pindah dari lingkungan nyaman di Kuwait dengan uang yang selalu ada, dibandingkan dengan pindah ke Malang. Aneh karena di Malang saya kerja sendiri, dengan pendapatan yang tidak menentu. Dibandingkan dengan kehidupan di Kuwait yang bisa 4 sampai 5 kali gaji rata-rata di Indonesia.

Tapi jejak baru ini harus saya jalani, dikarenakan hidup di Kuwait terlalu enak dan mengenakkan. Saya jadi tidak punya tujuan selain menjalani hidup yang itu-itu aja. Kebetulan istri juga ikut mendukung. Akhirnya saya putuskan untuk pulang kampung.

Kenapa Malang?

Pertimbangan saya adalah, kota yang akan saya tinggali harus bisa ditempuh dengan mudah dari Jakarta. Agar orangtua kami bisa bermain sesekali menengok anaknya. Dari pertimbangan ini, ada banyak kota yang jadi kandidat. Solo, Jogja, Bandung, Malang, Surabaya, Denpasar.

Pertimbangan yang lain adalah, udara tidak terlalu terik karena saya sudah bosan dengan panasnya padang pasir. Dari pertimbangan ini, mengerucut sampai hanya Bandung dan Malang. Dan Malang dipilih karena biaya hidup lebih murah dibandingkan Bandung.

Apa yang saya lakukan di Malang?

FullSizeRender

Sekadar info, gambar di atas bukan berarti saya kerja di Telkom. Tapi saya kerja sendiri, membangun tim sendiri. Masalah rejeki memang pasti beda, tapi saya yakin dan percaya, bahwa Allah tidak akan membiarkan hambanya kekurangan rejeki. Apalagi jika saya bisa menjemputnya.

Doakan saya, ya! Semoga saya betah tinggal di Malang.

Tentang mudahnya membagi berita

Saya bersyukur dengan Pemilu 2014 ini, karena dengan begitu saya mengetahui sifat asli teman-teman saya di Facebook dan akan cukup membuat saya berhati-hati di masa mendatang.

Satu hal yang cukup menganggu adalah, banyak dari mereka tidak melakukan verifikasi tentang berita yang mereka bagi. Padahal ada tanggung jawab sebagai penyebar berita dengan kebenaran berita yang mereka bagi. Asal sesuai dengan apa yang mereka senangi, tidak peduli sumber berita dan kebenaran berita.

Entah apa yang menjadi motivasi mereka. Mungkin awalnya tidak bermaksud untuk memfitnah pasangan lain, tapi membuat orang-orang yang membacanya ikut memilih pasangan yang mereka pilih.

Mereka lupa, manusia diberkati dengan akal pikiran, dan beruntungnya, diantara teman-teman mereka, ada banyak yang tidak sebodoh mereka.

Kasihan.

 

in blog | 114 Words

Rupiah Urang

Screen Shot 2014-08-05 at 5.26.39 AMSetelah cukup tahu banyak hal di iOS, saya kini mulai coba-coba masuk ke area desktop. Beberapa pertimbangannya, aplikasi desktop dijual rata-rata lebih mahal dibanding versi iOS, dan saya juga butuh membuat beberapa aplikasi iOS saya di versi desktop seperti Quranesia.

Rupiah Urang adalah aplikasi sederhana dari versi iOS, Rupiah. Aplikasi ini hanya mencakup 2 bank ternama di Indonesia, yaitu Mandiri dan BCA.

Selain 2 bank di atas, saya juga menyertakan kurs rupiah internasional yang banyak digunakan pada aplikasi-aplikasi iOS yang beredar saat ini.

Dengan merilis aplikasi ini, setidaknya saya mendapatkan pelajaran bahwa UI di OSX ini beda jauh dibanding iOS. Yang membuat mereka sama hanyalah bahasa pemograman yang digunakan.

Silahkan digunakan, karena aplikasi ini adalah aplikasi pertama saya di OSX, jika ada kesalahan dimana-mana mohon maklumi saja. Jangan lupa laporkan kepada saya lewat akun twitter saya di @didats. Selamat menggunakan.

download

Review ServerMania, Do not trust them. THEY WILL REMOVE YOUR FILES!!!

I found their ad on some sites that will give you cheaper alternative to Digital Ocean. With only $4 a month, you will be getting more RAM and more space on Server Mania.

I did search the review for their service, and i could tell that I rarely found some bad review. Not sure if it’s a real review or fake one. But as I am real person, and I have been months using their service, I would like to let you know that you will need to think million times purchasing their package.

THEY HAVE REMOVED ALL OF MY DATA ON THEIR SERVER.

in blog | 103 Words

Quranesia, aplikasi Quran untuk orang Indonesia

quranesia-long1

Saya adalah pemakai aplikasi Quran digital di iPhone dan iPad. Dari pengalaman menggunakan aplikasi Quran inilah saya mendapatkan beberapa kelemahan yang ada dalam rata-rata aplikasi yang saya unduh.

Kelemahan paling utama adalah, rata-rata aplikasi hanya menampilkan ayat berdasarkan surat yang dipilih. Jadi pengalaman membaca versi cetak dan versi digital sangat berbeda. Ketika ada aplikasi yang mengutamakan halaman yang sama dengan versi cetak, kebanyakan dari mereka adalah gambar quran versi cetak perhalaman. Sehingga tidak memungkinkan untuk menampilkan terjemahan langsung per ayat.

Dengan pertimbangan di atas, saya menyadari bagaimana kebutuhan saya terhadap aplikasi Quran, dan berfikir ada banyak orang yang menginginkan aplikasi Quran seperti yang saya mau.

Proses

Proses pembuatan aplikasi Quran bukanlah sesuatu yang singkat dan tidak begitu saja mengalir. Karena sejujurnya, aplikasi ini sudah hampir 3 kali ganti desain, mulai dari desain yang menyerupai bentuk Quran, sampai yang ada sekarang.

Mood saya juga sering berganti ketika mengerjakan aplikasi ini, mungkin karena aplikasi ini nantinya akan berguna, maka setan-setan berkeliaran ketika saya pulang kantor dan mau mulai meneruskan.

Ada hal yang cukup sering diganti-ganti, yaitu jenis font arab yang saya gunakan. Awalnya saya memilih tulisan arab sebagai teks semata-mata agar nanti mudah membuat aplikasinya berjalan di iPhone dan iPad sekaligus, dan karena faktor ukuran berkas aplikasi. Dengan menggunakan teks, aplikasi Quran akan sekitar 25 – 30 MB.

Tapi sayang, semua jenis font sudah saya gunakan, tapi tetap saja ada beberapa hal yang tidak sreg. Sampai sini saya tinggalkan aplikasi ini, dan beralih mengerjakan Calegram dan Presidenesia.

Setelah bersenang-senang dengan aplikasi lain, akhirnya saya memulai lagi petualangan dengan aplikasi ini, dan dalam seminggu waktu kosong saya (antara pukul 21.00 – 24.00 dan pukul 04.00 – 08.30), akhirnya semua selesai.

Apa yang spesial dari Quranesia?

Seperti pada paragraf pertama yang saya tulis, Quranesia terbagi atas halaman yang sama seperti Quran versi cetak. Selain itu, aplikasi ini juga  punya desain yang modern (uhuk-uhuk *ceritanya batuk*) dan mudah menjelajah isi Quran berdasarkan halaman, surat atau juz.

Fitur lanjutan

Aplikasi ini sebenarnya sudah cukup untuk sekadar pengganti Quran veri cetak, tapi sebagai Quran digital, terus terang masih jauh dari kata ideal. Beberapa hal yang menurut saya bisa membuat aplikasi ini ideal adalah (dalam nomor urut yang acak):

  1. Versi iPad
    Walaupun dari statistik pengguna iPad di Indonesia tidak terlalu banyak (sekitar 8-12% dari pengguna iPhone), tapi keberadaan aplikasi di layar iPad juga penting.

    Beberapa kendala dalam mengerjakan ini adalah, teks arab yang berukuran tetap sehingga agak sulit diimplementasikan. Jika saya tidak juga mendapatkan ilham, kemungkinan akan saya pisah dengan versi iPhone.

  2. Audio per halaman
    Kebanyakan aplikasi Quran hanya mempunyai audio per surat, karena Quranesia juga membutuhkan audio per ayat untuk digunakan di fitur hafalan, maka entahlah apa yang akan saya lakukan nanti. Kemungkinan fitur ini akan dikerjakan terakhir.
  3. Target khatam Quran
    Fitur inilah yang akan menjadi kekuatan aplikasi Quranesia nantinya. Idenya adalah, jika saya mau khatam Quran dalam 3 bulan, maka aplikasi akan mengatur semua hal berapa halaman yang harus saya baca perhari.

    Pengguna hanya cukup memasukkan tanggal awal, tanggal akhir, dan awal ayat.

  4. Bacaan perhari
    Idenya adalah bagaimana pengguna bisa terus membaca Quran tanpa sadar dalam beberapa tahun sudah khatam. Jadi aplikasi akan membagi Quran dalam x bagian, kemudian tiap hari pengguna disuguhkan untuk membaca 5 – 10 ayat di tiap bagian, dan begitu seterusnya.
  5. Pencarian kata
    Tidak perlu dijelaskan lebih detil sepertinya.

Versi Android?

Sebelum banyak komentar yang masuk mengenai versi Android, saya akan tulis di sini dulu. Kalau masih ditanya berarti bagian ini tidak dibaca. Hehe.

Ada banyak yang bertanya tentang versi Android setelah saya merilis Quranesia ini. Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka tidak tahu bahwa membuat aplikasi iOS dan Android itu dunia yang berbeda.

Bahasa beda, lingkungan beda, dan semua beda kecuali konsepnya. Jadi rasanya pas kalo saya bilang, mohon jangan ditunggu versi Androidnya, Allah belum memberi kepercayaan untuk saya bisa membuat aplikasi Android (atau kemungkinan besar saya yang kurang berusaha. Hehehe).

===

Unduh Quranesia sekarang juga di App store.

 

Aplikasi iOS: Rupiah

1024Ini adalah level keisengan saya yang lain. Jadi ceritanya lagi cari-cari ide membuat aplikasi iOS untuk lingkungan Indonesia sambil baca-baca berita. Saya langsung tertarik pada satu artikel yang membahas melompatnya nilai tukar rupiah.

Seperti biasa, setelah mendapatkan beberapa ide untuk dijalankan, saya coba mencarinya di App Store, apakah sudah ada aplikasinya, bagaimana desainnya, dan seterusnya.

Kebetulan hanya ada 2 aplikasi saat itu yang berkutat di bidang yang sama. Keduanya berbayar. Yang satu terlihat jelas menggunakan HTML (Mungkin Phonegap), yang satu lagi terlihat native tapi tanpa dukungan versi iPad.

Continue reading