Review ServerMania, Do not trust them. THEY WILL REMOVE YOUR FILES!!!

I found their ad on some sites that will give you cheaper alternative to Digital Ocean. With only $4 a month, you will be getting more RAM and more space on Server Mania.

I did search the review for their service, and i could tell that I rarely found some bad review. Not sure if it’s a real review or fake one. But as I am real person, and I have been months using their service, I would like to let you know that you will need to think million times purchasing their package.

THEY HAVE REMOVED ALL OF MY DATA ON THEIR SERVER.

in blog | 103 Words

Quranesia, aplikasi Quran untuk orang Indonesia

quranesia-long1

Saya adalah pemakai aplikasi Quran digital di iPhone dan iPad. Dari pengalaman menggunakan aplikasi Quran inilah saya mendapatkan beberapa kelemahan yang ada dalam rata-rata aplikasi yang saya unduh.

Kelemahan paling utama adalah, rata-rata aplikasi hanya menampilkan ayat berdasarkan surat yang dipilih. Jadi pengalaman membaca versi cetak dan versi digital sangat berbeda. Ketika ada aplikasi yang mengutamakan halaman yang sama dengan versi cetak, kebanyakan dari mereka adalah gambar quran versi cetak perhalaman. Sehingga tidak memungkinkan untuk menampilkan terjemahan langsung per ayat.

Dengan pertimbangan di atas, saya menyadari bagaimana kebutuhan saya terhadap aplikasi Quran, dan berfikir ada banyak orang yang menginginkan aplikasi Quran seperti yang saya mau.

Proses

Proses pembuatan aplikasi Quran bukanlah sesuatu yang singkat dan tidak begitu saja mengalir. Karena sejujurnya, aplikasi ini sudah hampir 3 kali ganti desain, mulai dari desain yang menyerupai bentuk Quran, sampai yang ada sekarang.

Mood saya juga sering berganti ketika mengerjakan aplikasi ini, mungkin karena aplikasi ini nantinya akan berguna, maka setan-setan berkeliaran ketika saya pulang kantor dan mau mulai meneruskan.

Ada hal yang cukup sering diganti-ganti, yaitu jenis font arab yang saya gunakan. Awalnya saya memilih tulisan arab sebagai teks semata-mata agar nanti mudah membuat aplikasinya berjalan di iPhone dan iPad sekaligus, dan karena faktor ukuran berkas aplikasi. Dengan menggunakan teks, aplikasi Quran akan sekitar 25 Р30 MB.

Tapi sayang, semua jenis font sudah saya gunakan, tapi tetap saja ada beberapa hal yang tidak sreg. Sampai sini saya tinggalkan aplikasi ini, dan beralih mengerjakan Calegram dan Presidenesia.

Setelah bersenang-senang dengan aplikasi lain, akhirnya saya memulai lagi petualangan dengan aplikasi ini, dan dalam seminggu waktu kosong saya (antara pukul 21.00 – 24.00 dan pukul 04.00 – 08.30), akhirnya semua selesai.

Apa yang spesial dari Quranesia?

Seperti pada paragraf pertama yang saya tulis, Quranesia terbagi atas halaman yang sama seperti Quran versi cetak. Selain itu, aplikasi ini juga  punya desain yang modern (uhuk-uhuk *ceritanya batuk*) dan mudah menjelajah isi Quran berdasarkan halaman, surat atau juz.

Fitur lanjutan

Aplikasi ini sebenarnya sudah cukup untuk sekadar pengganti Quran veri cetak, tapi sebagai Quran digital, terus terang masih jauh dari kata ideal. Beberapa hal yang menurut saya bisa membuat aplikasi ini ideal adalah (dalam nomor urut yang acak):

  1. Versi iPad
    Walaupun dari statistik pengguna iPad di Indonesia tidak terlalu banyak (sekitar 8-12% dari pengguna iPhone), tapi keberadaan aplikasi di layar iPad juga penting.

    Beberapa kendala dalam mengerjakan ini adalah, teks arab yang berukuran tetap sehingga agak sulit diimplementasikan. Jika saya tidak juga mendapatkan ilham, kemungkinan akan saya pisah dengan versi iPhone.

  2. Audio per halaman
    Kebanyakan aplikasi Quran hanya mempunyai audio per surat, karena Quranesia juga membutuhkan audio per ayat untuk digunakan di fitur hafalan, maka entahlah apa yang akan saya lakukan nanti. Kemungkinan fitur ini akan dikerjakan terakhir.
  3. Target khatam Quran
    Fitur inilah yang akan menjadi kekuatan aplikasi Quranesia nantinya. Idenya adalah, jika saya mau khatam Quran dalam 3 bulan, maka aplikasi akan mengatur semua hal berapa halaman yang harus saya baca perhari.

    Pengguna hanya cukup memasukkan tanggal awal, tanggal akhir, dan awal ayat.

  4. Bacaan perhari
    Idenya adalah bagaimana pengguna bisa terus membaca Quran tanpa sadar dalam beberapa tahun sudah khatam. Jadi aplikasi akan membagi Quran dalam x bagian, kemudian tiap hari pengguna disuguhkan untuk membaca 5 – 10 ayat di tiap bagian, dan begitu seterusnya.
  5. Pencarian kata
    Tidak perlu dijelaskan lebih detil sepertinya.

Versi Android?

Sebelum banyak komentar yang masuk mengenai versi Android, saya akan tulis di sini dulu. Kalau masih ditanya berarti bagian ini tidak dibaca. Hehe.

Ada banyak yang bertanya tentang versi Android setelah saya merilis Quranesia ini. Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka tidak tahu bahwa membuat aplikasi iOS dan Android itu dunia yang berbeda.

Bahasa beda, lingkungan beda, dan semua beda kecuali konsepnya. Jadi rasanya pas kalo saya bilang, mohon jangan ditunggu versi Androidnya, Allah belum memberi kepercayaan untuk saya bisa membuat aplikasi Android (atau kemungkinan besar saya yang kurang berusaha. Hehehe).

===

Unduh Quranesia sekarang juga di App store.

 

Aplikasi iOS: Rupiah

1024Ini adalah level keisengan saya yang lain. Jadi ceritanya lagi cari-cari ide membuat aplikasi iOS untuk lingkungan Indonesia sambil baca-baca berita. Saya langsung tertarik pada satu artikel yang membahas melompatnya nilai tukar rupiah.

Seperti biasa, setelah mendapatkan beberapa ide untuk dijalankan, saya coba mencarinya di App Store, apakah sudah ada aplikasinya, bagaimana desainnya, dan seterusnya.

Kebetulan hanya ada 2 aplikasi saat itu yang berkutat di bidang yang sama. Keduanya berbayar. Yang satu terlihat jelas menggunakan HTML (Mungkin Phonegap), yang satu lagi terlihat native tapi tanpa dukungan versi iPad.

Continue reading

Jalan-jalan di Korea 5: Menggunakan subway di Korea

Tulisan ini adalah salah satu catatan perjalanan saya ketika ke Korea Selatan. Jika Anda tertarik untuk membaca semua catatan saya, klik tautan ini.

Sebelum ke Korea sebenarnya saya cukup khawatir bagaimana nanti proses naik Subway di sana, karena saya tidak bisa membaca tulisan hangul, dan nggak ngerti. Modal saya cuma bahasa inggris saja. Saking khawatirnya, saya banyak melihat video yang diunggah di youtube yang menjelaskan bagaimana menggunakan subway di Korea.

Nah, dengan membaca tulisan ini semoga Anda tidak lagi khawatir, karena ternyata setelah sampai di sana, tak perlu bisa berbahasa korea, atau tidak bisa membaca tulisan hangul-pun Anda juga bisa lancar dan cepat mengerti. Dan tulisan ini mencoba membuka mata Anda untuk tidak perlu khawatir.

Continue reading

Jalan-jalan di Korea 4: Apa itu T-Money

Dari tulisan sebelum-sebelumnya, saya selalu menyebut T-Money. Untuk yang belum tahu atau yang mau tau lebih lanjut, bisa membaca bahasan saya di bawah ini.

Perkenalan

t-money Gambar di samping adalah tampilan depan T Money. Gambar depan bisa berupa macam-macam, tapi perhatikan saja logonya. Selama di Korea saya yakin Anda akan sering melihatnya.

T Money adalah dompet virtual Anda. Harga kartu di bandara adalah 3000 won, dan di kios-kios sekitar subway adalah 2500 won. Kartu ini tebalnya lebih tipis dari kartu ATM Anda tapi ukurannya sama. Saya 99% yakin semua orang Korea punya kartu ini, karena manfaatnya yang begitu besar.

Bisa untuk apa saja?

Fungsi awal kartu T-Money ini adalah untuk meminimalkan transaksi menggunakan uang cash. Kemungkinan (saya sotoy) awal adalah kartu ini digunakan untuk transportasi di Korea. Tapi sekarang jika Anda membeli sesuatu di warung-warung cepat saji seperti Dunkin Donuts dan teman-temannya, Ada sudah bisa menggunakan kartu ini.

Continue reading

Jalan-jalan di Korea 3 – Total biaya perjalanan

Tulisan ini adalah terusan dari tulisan bagian pertama. Jika Anda belum membaca tulisan awal, klik di sini untuk mulai membaca, atau klik di sini untuk melihat daftar tulisan tentang Korea.

Kali ini saya akan menulis rincian biaya untuk pergi ke Korea. Dengan rincian biaya ini, kemungkinan bisa dikira-kira berapa harus ditabung setiap bulan sampai bisa jalan-jalan ke Korea paling tidak 4 hari sampai seminggu di sana.

Pada saat tulisan ini ditulis, kurs Korea Won ke rupiah adalah 10 lebih dikit. Jadi jika 10 ribu won artinya 100 ribu rupiah. Dan seterusnya.

Kompenen perhitungan

Untuk mulai menghitung, mari kita klasifikasikan biayanya berdasarkan beberapa kategori. Berikut beberapa kategori yang saya pikir sudah cukup mewakili. Jika kemudian ada beberapa hal yang ketinggalan, mohon diberitahu.

  1. Biaya Visa
  2. Biaya penginapan
  3. Tiket pesawat
  4. Makan
  5. Transportasi
  6. Belanja
  7. Oleh-oleh
  8. Biaya lain-lain

Continue reading