186px-megawati

Saya ini sebenarnya paling anti ngomongin politik. Tapi jadi gregetan membaca statement-nya yang terkesan kekanak-kanakan. Sampai nggak percaya kalau dia itu pernah jadi orang pertama di Indonesia.

Sampai ada aspirasi yang mengatakan “Say NO to Megawati” di facebook.

Kategori: blog, general, indonesia, politik

 

Golput 2009

golput

Dengan tak ada rasa menyesal, inilah pertama kalinya dari akan ketiga kalinya ikut Pemilu.

gambar dibuat oleh rony


 

Kuwait Banjir

banjirTahun 2009 ini cuaca memang lagi aneh. Badai debu lebih sering, musim dingin cuma mampir beberapa minggu aja, dan yang paling aneh, HUJAN!

Buat yang di Indonesia sih ga aneh hujan itu. Tapi buat negara padang pasir, turun hujan dalam setahun bisa dihitung. Tahun pertama saya di Kuwait, kalau tidak salah ingat cuma ada 2 sampai 5 kali turun hujan.

Tahun ini sudah lebih dari 5 kali kayaknya. Ditambah, hujan yang mengguyur deras dan terus-terusan. Karena Kuwait tidak siap diguyuh hujan terus-terusan, Banjirlah dimana-mana.

Saya pulang kampung aje deh!

photo taken from alqabas

Kategori: blog, general, kuwait

 

Imbas krisis sampai ke Kuwait

Pembangunan terhenti

Disadari atau tidak, krisis moneter di Amerika sampai juga di Kuwait. Tadinya, sekitar satu atau dua tahun yang lalu banyak gedung-gedung baru dibangun. Seperti gambar di atas, rencananya akan di buat 3 gedung yang bangunannya cukup keren.

Setelah krisis, ternyata hanya bangunan yang ada di depan yang masih dikerjain. Bagian belakang, dibiarkan begitu aja.

Ini bukan baru satu area gedung. Belum gedung yang lain.

Kategori: blog, general, kuwait

 

Merindukan teh botol


Buat yang di Indonesia barang-barang di atas bukan hal aneh. Tinggal ke supermarket terdekat, ato ke warung, beli. Saya, juga istri, yang kangen banget rasa teh botol sosro udah cukup terhibur dengan versi kotaknya.

Dapetinnya juga ga sembarangan. Butuh nitip sana sini. Itu juga ga banyak.


 

Makanan terenak di kuwait

Inilah tampak depan makanan terenak di kuwait. Tomyam seafood, oriental cuisine restaurant, Kuwait.

Kategori: kuwait, makanan, personal

 

Internet Explorer 6

ie6Kalau mau dibilang, Internet Explorer 6 adalah browser yang paling dibenci oleh 99% praktisi web di seluruh dunia. Walau tetap dimaki-maki, dibenci, tapi mereka-mereka tetap saja terus mencari cara bagaimana mereka bisa men-support ie6.

Tak lain dan tak bukan, karena memang pengguna ie6 masih di ambang-ambang. Antara besar dan kecil. Diperkirakan ada sekitar 15% user yang masih menggunakan ie6. Angka yang cukup lumayan.

Tapi sayangnya, Microsoft sebagai si empunya yang harusnya punya andil dalam memberantas si ie6 ini. Mungkin dengan memberikan semacam alert kepada user untuk mengupgrade browsernya. Dengan peringatan-peringatan seperti itu, bisa jadi angka pengguna bisa berkurang secara drastis.

Berita buruknya, anda sedang bermimpi. Microsoft takkan melakukan itu.

Stop dukungan ie6!

Lalu, jika kita tak bisa berpangku tangan ke Microsoft, apa kita harus diam saja? Atau bahkan malah memanjakan mereka (pengguna ie6)?

Nah, maka dari itu saya membuat halaman khusus untuk ie6, dan memberikan semacam sedikit pengetahuan kepada usernya untuk segera update. Dan sebelum mereka upgrade browser mereka, sampai kapanpun mereka tak akan pernah bisa mengakses situs saya. Walaupun saya sadar, ke depan, saya akan kehilangan sekitar 10% pengunjung.

Bagaimana caranya?

Untuk pengguna wordpress, atau CMS apapun yang berbasiskan PHP, bisa menaruh kode di bawah ini di bagian header. Untuk wordpress, biasanya file header.php, sebelum tag body di mulai.


<?php if (ereg('MSIE 6',$_SERVER['HTTP_USER_AGENT'])) { ?>
<meta http-equiv="refresh" content="0;URL=http://url.di.sini/" />
<?php } ?>

Yuuuk! kita kampanye damai untuk stop ie6!


 

macheist

Inilah kali ketiga saya membeli software asli. Setelah Coda dan Color Schemer, akhirnya saya bisa juga menikmati 12 software yang dibundel dalam edisi Macheist 3.

Uniknya, ke-12 aplikasi yang saya beli itu cuma seharga $39 (Rp. 450 ribu). Tetap mahal memang untuk ukurang orang Indonesia, tapi untuk 12 aplikasi, yang rata-rata per aplikasi cuma di hargai 40 ribu rupiah adalah fantastis!

Beberapa aplikasi memang tidak terlalu saya butuhkan. Atau boleh dibilang belum tahu kegunaannya untuk apa. Yang saya incar benar-benar untuk bundel yang sekarang adalah LittleSnapper.

Jadi, tunggu apalagi?

Kategori: general, mac

 

Selamat datang iphone di Indonesia!

iPhone Saya bukan main senangnya ketika pertama kali membaca beberapa berita online kalau iPhone akan resmi dirilis di Indonesia. Walaupun saat ini lokasi saya sangat jauh dari Indonesia, tapi berita ini adalah berita bagus.

Kenapa berita bagus?

Saya percaya, dan yakin, bahwa banyak talenta-talenta berharga dari Indonesia yang selama ini masih berada di bawah kekuasaan 9 to 5 yang disebut Kantor. Sebenarnya agak miris melihat teman-teman di Indonesia dengan banyak keajaiban bisa ini dan bisa itu hanya dihargai dengan tidak lebih $300 – $500 sebulan.

Dengan datangnya iPhone, akan banyak kesempatan bagi mereka untuk belajar lebih dalam tentang bagaimana membuat aplikasi di iPhone. Dengan jumlah pemakai iPhone di seluruh dunia yang mencapai jutaan, bukan tidak mungkin developer-developer iPhone mulai bisa menikmati benar hasil kerja mereka.

Ditambah lagi, akan ada banyak persaingan di dunia mobile. Google dengan Android, Microsoft dengan Windows Mobile, Blackberry, Symbian, dan bukan tidak mungkin akan ada banyak di tahun-tahun berikutnya.

Jadi, buat apa mikir-mikir untuk pindah ke mobile development?

Kategori: Technology, mac, opinion

 

Grand Bazaar di Istanbul Turki

Beyazit Kapali Carsi. Beyazit Grand Bazaar.

Kata-kata itu yang masih saya ingat sekali sampai sekarang. Diucapkan oleh suara rekaman dari seorang perempuan yang memberitahukan stasiun berikutnya ketika naik Tram.

Hotel yang saya tempati ada di Aksaray. Setelah Aksaray akan ada stasiun Lalite Universite (Universitas-nya Istanbul), dan selanjutnya baru Beyazit Kapali Carsi. Bisa dibilang Grand Bazaar itu dekat dari hotel.

Sebenarnya bisa jalan kaki, tapi yang pasti capek. Kami-kami ini mau menghemat tenaga biar nanti di Grand Bazar bisa keliling. Toh hanya mengeluarkan uang kecil 1,4 lira (kira-kira 10 ribu rupiah atau 100 fils Kuwait) perorang.

Sampai di terminal, menurut petunjuk GPS yang saya bawa, kami menuju ke arah kiri dari pintu keluar. Pemandangan pasar sudah terlihat dari jauh. Sayang sekali waktu itu hujan, jadi saya tidak sempat foto-foto. DSLR yang saya bawa hasil penjeman euuy! Ngeri! Hehehe…

Dari gerbangnya, terlihat lorong panjang yang hanya berisi kios-kios. Kami berjalan mulai dari gerbang, dan melihat-lihat. Penjual emas, perak, pernik-pernik khas turki, manisan khas turki, semua ada. Baru beberapa langkah, kita diberikan pilihan untuk ke kiri, ke kanan, atau lurus terus.

Konon, kalau sudah belok ke kiri atau ke kanan, akan sulit menemukan dimana tempat keluar. GPS tak berfungsi, karena satelit tidak ditemukan lagi setelah berada di dalam pasar.

Kebetulan saat itu hari Jumat, dimana beberapa jam lagi saya harus sholat Jumat. Jadi kami tidak mau main-main dengan belok-belok. Akhirnya lurus saja dan menemukan gerbang lain. Saya pikir, nanti saja belok-beloknya kalau masih ada waktu panjang.

Setelah sampai di gerbang, kami keluar mencari makan sekedar pengisi perut sambil menikmati ramainya pasar.

Besoknya, yang bisa dibilang hari terakhir kami jalan-jalan di Grand Bazaar, Saya dan istri memberanikan diri belok-belok. Wuaaaaaah…. tambah terbelalaklah saya. Grand Bazaar memang sangat luaaaas! Dan ceritanya kami tersesat.

Saya bingung mau belok kanan atau belok kiri, atau terus lurus. Saya benar-benar tak tahu dimana gerbang keluar. Menghibur diri, jadilah kami lihat-lihat barang2 yang dijual. Dan membeli beberapa pasminah untuk oleh-oleh beberapa kerabat.

Sampai akhirnya, saya menemukan sinar matahari. Saat itu kami gembira akhirnya bisa menemukan jalan keluar….!

Kategori: blog, general, personal, review