blog, kuwait, personal
Bekerja di negeri orang
December 20th, 2006
Tulisan kali ini bercerita tentang kehidupanku sehari-hari. Sekedar ingin membagi pengalaman dengan teman-teman di Indonesia, karena sebenarnya tenaga skill dari Indonesia tidak kalah dengan negara lain. Jangan tanyakan aku lowongan kerja di sini, aku bukan perusahaan pencari tenaga kerja.
Pagi
Berangkat dari rumah sekitar pukul setengah 9. Rumahku berada di daerah bernama Jabriya. Tinggal bersama orang-orang Indonesia, yang terdiri dari 1 keluarga, dan 3 orang anak muda. Biaya rumah dan makan menjadi satu, sekitar 75 KD tiap bulan.
Aku ke kantor naik bus. Memang sih, aku diberikan fasilitas mobil dari kantor. Tapi karena alasan klasik (ngga bisa nyetir), dan alasan-alasan lain, akhirnya aku naik bus. Lagipula dengan naik bus kita bisa bertemu dengan banyak orang.
Naik bus membutuhkan biaya 200 fils untuk sekali jalan. Jadi dalam 1 hari untuk transport cukup 400 fils. Sekitar 12 ribu rupiah. Untuk ukuran Indonesia memang mahal, tapi untuk ukuran Kuwait, harga segitu cukup murah.
Sampai di kantor kira-kira butuh waktu hanya 45 menit. Kuwait juga macet loh! Karena semua orang menggunakan mobil. Motor hanya ada beberapa saja, jarang sekali. Kalaupun ada adalah motor-motor besar sekelas NSR dan teman-temannya. Entahlah, hanya tinggal menunggu waktu saja, Kuwait akan macet semacet-macetnya.
Bus di Kuwait persis dengan Busway. Tapi masih lebih bagus Busway. Yang jelas, Kuwait tidak berpolusi.
Di Kantor
Di kantor aku bekerja sebagai web designer plus plus. Hehehe… plusnya bukan plus yang “ntu“, tapi sebagai developer juga.
Bertemu dengan klien, mendesign beberapa template, dan merubahnya menjadi HTML. Sudah itu saja. Kebetulan di kantor basisnya adalah ASP, bahasa yang tidak aku kuasai sama sekali (dulu pernah, tapi tidak banyak). Jadi aku punya alasan untuk tidak menyentuh ASP. Hihihi…
Yang paling aku senang adalah saat bertemu dengan klien. Bertemu dengan beberapa orang, dan menyebutkan kata Indonesia dengan bangganya setelah ditanya orang mana. Hahaha… baru kali ini aku bangga jadi orang Indonesia. Mungkin karena aku tidak langsung melihat keburukan-keburukan Indonesia dari sini.
Terakhir kali aku bertemu dengan orang-orang Kuwait Times, koran pertama di Kuwait yang berbahasa Inggris. Website yang sekarang terlihat hancur memang, dan sekaranglah tugasku untuk menyulapnya menjadi benar-benar website sebuah koran.
Aku menyenangi pekerjaanku. Suasana kerja juga menyenangkan, apalagi di tempat yang sekarang aku bisa mengakui secara utuh website-website yang dibuat perusahaan. Secara aku yang design dan merubahnya ke HTML. Sewaktu di Bali, banyak tangan yang berurusan, jadi aku tidak berani mengakui itu hasil kerjaanku, walaupun sudah banyak yang aku selesaikan.
Bahasa yang digunakan di kantor tentu bahasa Inggris. Nekat memang, karena aku tidak terlalu jago untuk berbahasa Inggris. Apalagi orang India menggunakan bahasa Inggris yang agak aneh didengar. Tapi bahasa yang digunakan di luar kantor adalah Arab. Hanya di restoran-restoran agak besar seperti di KFC, Mc. Donald saja yang berbahasa Inggris.
Pulang Kantor
Pulang kantor sama seperti di Indonesia, secara resmi adalah pukul 5 sore. Eh, maksudnya jam 5 malam. Secara jam 5 sudah maghrib di sini.
Sampai di rumah, aku hanya berkutat dengan komputer. Mau ke luar, paling-paling ke Ko-op. Ko-op (aku ga tau tulisannya gimana, yang jelas nyebutnya Ko-op) adalah pasar swalayan kecil. Di Jakarta mungkin mirip dengan 4 kali besarnya Indomaret. Saat dingin-dingin di sini, paling enak makan coklat. Pilihan coklat di sini beragam, dan harganya juga murah. Setiap daerah, pasti punya 1 Ko-op dan 1 pom bensin. Oh iya, harga bensin di sini murah! hanya 1800 rupiah per satu liter.
Yah, sepertinya itu saja kegiatanku sehari-hari. Aku memang tidak terlalu suka untuk jalan-jalan tanpa tujuan, kecuali ada teman. Jika ingin membeli sesuatu, tinggal jalan kaki sebentar. Atau jika ingin membeli baju-baju dan peralatan lain bisa naik bis sebentar ke Hawaly.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















salam mas didats…
menurut pengalamanku disini mas… lama2 kalo cuma gitu2 aja, akan jadi rutinitas yang gimana gitu…
jadi kalo waktu hbs kerja tuh bisa dimanfaatkan silaturrahim… kenalan orang2 indonesia lainnya dan berbagi pengalaman… gimana?