December 11th, 2008
Beyazit Kapali Carsi. Beyazit Grand Bazaar.
Kata-kata itu yang masih saya ingat sekali sampai sekarang. Diucapkan oleh suara rekaman dari seorang perempuan yang memberitahukan stasiun berikutnya ketika naik Tram.
Hotel yang saya tempati ada di Aksaray. Setelah Aksaray akan ada stasiun Lalite Universite (Universitas-nya Istanbul), dan selanjutnya baru Beyazit Kapali Carsi. Bisa dibilang Grand Bazaar itu dekat dari hotel.
Sebenarnya bisa jalan kaki, tapi yang pasti capek. Kami-kami ini mau menghemat tenaga biar nanti di Grand Bazar bisa keliling. Toh hanya mengeluarkan uang kecil 1,4 lira (kira-kira 10 ribu rupiah atau 100 fils Kuwait) perorang.
Sampai di terminal, menurut petunjuk GPS yang saya bawa, kami menuju ke arah kiri dari pintu keluar. Pemandangan pasar sudah terlihat dari jauh. Sayang sekali waktu itu hujan, jadi saya tidak sempat foto-foto. DSLR yang saya bawa hasil penjeman euuy! Ngeri! Hehehe…
Dari gerbangnya, terlihat lorong panjang yang hanya berisi kios-kios. Kami berjalan mulai dari gerbang, dan melihat-lihat. Penjual emas, perak, pernik-pernik khas turki, manisan khas turki, semua ada. Baru beberapa langkah, kita diberikan pilihan untuk ke kiri, ke kanan, atau lurus terus.
Konon, kalau sudah belok ke kiri atau ke kanan, akan sulit menemukan dimana tempat keluar. GPS tak berfungsi, karena satelit tidak ditemukan lagi setelah berada di dalam pasar.
Kebetulan saat itu hari Jumat, dimana beberapa jam lagi saya harus sholat Jumat. Jadi kami tidak mau main-main dengan belok-belok. Akhirnya lurus saja dan menemukan gerbang lain. Saya pikir, nanti saja belok-beloknya kalau masih ada waktu panjang.
Setelah sampai di gerbang, kami keluar mencari makan sekedar pengisi perut sambil menikmati ramainya pasar.
—
Besoknya, yang bisa dibilang hari terakhir kami jalan-jalan di Grand Bazaar, Saya dan istri memberanikan diri belok-belok. Wuaaaaaah…. tambah terbelalaklah saya. Grand Bazaar memang sangat luaaaas! Dan ceritanya kami tersesat.
Saya bingung mau belok kanan atau belok kiri, atau terus lurus. Saya benar-benar tak tahu dimana gerbang keluar. Menghibur diri, jadilah kami lihat-lihat barang2 yang dijual. Dan membeli beberapa pasminah untuk oleh-oleh beberapa kerabat.
Sampai akhirnya, saya menemukan sinar matahari. Saat itu kami gembira akhirnya bisa menemukan jalan keluar….!
15 Responses
wah hebat nih kang sampe tersesat jadi luas banget yoh
asikkkkkkkkkkk. jalan2 terussssssssssss.
jalan – jalan , makan – makan, belanja – belanja..terakhir..oleh oleh…heheheh
kalau ndak tersesat pasti blogmu ini ndak kamu apdet dats :)
Justru karena nyasar ini-lah uniknya jalan-jalan :D
Kapan nyasar kesini? :)
Trus wenake pye?
orangnya udah mate…. ikutan jihad ke palestina liat aja jenggotnya kan udah tebal kayak osama bin laden…biasa ikut2an trend jadi arab gila
atau bisa jadi juga didots eh didats udah bosen ngeblog soalnya udah gak tahu lagi mau nulis apa… mau boker aja nanti bisa ditulis sama dia. he3x
atau bisa jadi juga didots eh didats udah bosen ngeblog soalnya udah gak tahu lagi mau nulis apa… mau boker aja nanti bisa ditulis sama dia. he3x
Merdu gak kang suaranya
blogwalking. visiting from padang. west sumatra.
oh ya tadi liat-liat portofolionya mas ada CMS yang dibuat sendiri ada yang pake framework codeigniter. bisa cerita2 sdikit tentang codeigniter dan php frameworks mas.
saya ada niat mau belajar php frameworks karena php coding from scrath tanpa frameworks katanya kan ga ada masa depannya yah heheh… kalo bs pengenalan dan konsep kerjanya mas.
wassalam
pasti rame bazarnya ya?
Jalan2 emang pekerjaan paling asyik yeeeee
wew turky? salam kenal ya.. jalan2 dari salatiga neh..