February 27th, 2008
Tiap negara memang berbeda-beda cara merayakan hari kemerdekaan mereka. Di Indonesia sendiri dikenal dengan acara 17 agustusan. Saat itu banyak diadakan lomba-lomba di tiap RT atau wilayah kelurahan. Untuk lomba-lomba di area RT, mungkin sifatnya lebih kecil, karena tidak ditujukan ke semua kalangan. Kemungkinan hanya anak kecil atau ibu-ibu.
Nah, saya sendiri sudah 2 kali berada di Kuwait saat mereka merayakan hari kemerdekaan. Tepatnya tanggal 25 Februari. Tapi hari liburnya ditambah sehari, sehingga saya sukses tanggal 25 dan 26 Februari libur. Ditambah, hari Jumat dan Sabtu juga libur. Hari Minggunya jadi hari kejepit. Alhasil, ada beberapa perusahaan yang meliburkan diri selama 5 hari.
Pengalaman tahun kemarin
Sebagai anak baru di Kuwait, setiap libur tentu saja saya memanfaatkannya dengan sepenuh hati. Apalagi ada teman seperjuangan yang memang jarang libur saat itu. Jadi hari libur saatnya jalan-jalan. Beruntung ada teman yang punya mobil, jadinya bisa kemana saja sesuka hati.
Ternyata, di mana-mana banyak anak-anak Kuwait (dari mulai yang tanggung, yang emang masih kecil, ABG, dan sampe yang udah pada jengotaaan) berkumpul di jalan-jalan, sambil menyemprotkan foam ke mobil-mobil yang melintas. Tidak jarang mereka naik ke mobil sambil loncat-loncat. Norak dan kampungan.
Dengan begitu, jalanan semua maceeeeet. Polisipun tak bisa berbuat apa-apa. Mereka cuma bertugas melerai agar jangan sampai terjadi kerusuhan.
Tahun Ini
Karena saya tahu diri, dan tahu keselamatan, maka saya dan istri hanya tergeletak di kamar saja. Huehehe… Istilahnya, menikmati hidup sebagai penganten… :P. Beruntung Istri juga pernah tau bagaimana rusuhnya saat hari kemerdekaan Kuwait. Jadinya kita punya pemikiran yang sama untuk tidak jalan-jalan ke luar.
Alasan lain, orang-orang Arab itu rasis. Ketika melihat orang-orang dengan muka asia tenggara, mereka makin sangar untuk menjahili kita. Bagi mereka itu lucu, tapi sama sekali tidak bagi kita. Anehnya, orang-orang dewasa Kuwait kok malah tertawa-tawa, seakan itu hiburan. Anak-anak Kuwait itu memang tidak tahu bagaimana bersopan santun.
Tulisan terkait tentang kemerdekaan kuwait
Photo by Mr. Rinaldi from his friends blog
11 Responses
cihuiiii
ah ternyata pertamaz to dats:)
ndak kamu jewer aja anak2 itu dats :)
Makanya pulang kampung ke negeri sendiri aja Dats, there’s no place like home :)
sabar dats…
salam kenal.
yah begitulah kelakuan semua anak arab(hahaha), gak di indo gak disono.
success for you dats, you can life&work with arabic people ;).
gw yang arab aj eneg kerja ama arab, HAHAHAHAHAHA
mang gak ada lomba makan krupuk gitu…
selamat ya..
–
Trims.
Wong arab yo urakan tibane. kaplok ae datz .. ojo dink timbang di massa awakmu ngko :D
ada lomba manjat kaktus gak?
ato lomba membawa kurma diatas sendok?
hehehe…
salam kenal mas
nice post..
Tukeran link please…!
#8 maaf mas, saya ndak punya blogroll di blog ini.
wehh.. kurang ajar juga anak arab disono, gak tau sopan santun..
orang2 arab ternyata lebih rasis dari orang2 europe yah.. kacauu
trus gimana kalo ada turis asia yg kebetulan lg liburan disana.. di kerjain juga ???? atau kuwait itu emang bukan tujuan wisata yah.. lain ama UAE
itu sebabnya kenapa islam dan nabi Muhammad SAW diturunkan di bumi Arab. itu sih kata temenku yang pernah tinggal di mesir.