August 1st, 2008

Saya tahu ini jaman modern. Tapi tak menutup kemungkinan rasis masih terjadi di mana-mana.

Yakin saya 100 persen, tak ada agama di Indonesia yang mengajarkan rasis. Membeda-bedakan orang lain karena ras-nya, warna kulit, atau hal lainnya. Tapi inilah yang terjadi di Kuwait, salah satu negara arab. Maksud saya, ini murni bukan cerminan sebuah agama. Mungkin beginilah cerminan bangsa arab.

Ada apa sih?

Ini adalah tentang orang-orang Bangladesh. Yaitu menurut pengamatan saya, adalah warga negara yang sangat terpinggirkan oleh orang-orang arab, khususnya kuwait. Karena kebanyakan dari mereka adalah orang-orang pekerja kasar seperti tukang sampah, tukang sapu-sapu jalanan, supir, paling tinggi cuma jadi office boy di kantor (mungkin ada juga lebih banyak yg jadi pekerja profesional, tapi saya belum pernah tahu).

Karena bidang kerja mereka, rata-rata orang-orang Bangladesh ini bisa dibilang jadi terbelakang. Kalau boleh ekstrim, mungkin tidak dianggap sebagai manusia.

Kronologi cerita awal ciptaan saya

Tersebutlah, negara miskin yang terletak di dekat India, Bangladesh. Konon katanya orang-orang pemerintahan di sana juga sangat korup seperti Indonesia. Banyak pengangguran menyebabkan orang-orang lebih memilih bekerja jadi pekerja kasar di negara lain. Rata-rata tingkat pendidikan juga rendah. Alhasil, lebih baik bekerja dan menghasilkan uang daripada cuma diam saja tanpa hasil. Walaupun mereka tahu nasib mereka tak akan baik di negara orang.

Oleh agen mereka, dijanjikanlah pekerjaan di Kuwait sebagai pekerja kasar dengan gaji sekitar 40 KD (1,2 juta rupiah). Dengan gaji segitu, mereka tak banyak berfikir jernih, seperti apa kehidupan mereka nantinya di Kuwait. Yang jelas uang segitu terhitung lumayan di negara mereka.

Sebagai bocoran, si agen ternyata menerima lebih dari 100 KD (3,3 juta rupiah) untuk satu orang pekerja dari pemerintah Kuwait.

Lalu sampailah mereka di Kuwait. Tak jelas uang siapa untuk membayar tiket. Oleh agen mereka, uang yang dijanjikan 40 KD itu ternyata kena potongan. Begitulah, namanya juga agen. Cari untung sebanyak-banyaknya. Potongannya adalah 50%, sekitar 20 KD (660 ribu rupiah). Katanya untuk biaya sewa rumah. Bahkan ada yang cuma digaji 10 dinar, 8 dinar, dan macam-macam potongan lain.

Para Banggali (begitu mereka disebut di Kuwait) itu dikumpulkan di sebuah kawasan paling kumuh di Kuwait, Jleeb Al-Shuyoukh. Di sana mereka dikumpulkan dalam 1 kamar sekitar 15 – 20 orang.

Masalah dan masalah

Dengan gaji 20 KD (660 ribu rupiah) sebulan di negara serba mahal, lalu dikumpulkan begitu saja di dalam sebuah kamar, dan tiap hari ngeliat cowok terus-terusan, apa saja masalahnya? berikut ini yang sudah terkenal.

  1. Penculikan perempuan. Inilah awal masalah para TKW Indonesia tak bisa sampai ke Kedutaan Indonesia ketika kabur dari majikan. Mereka diculik, dan dijadikan pelacur dengan bayaran sekitar 5 dinar (150 – 170 ribu rupiah) untuk sekali ‘main’.
  2. J leeb Al Shuyoukh adalah kawasan paling rawan di Kuwait. Polisi pun sampai tak berani ambil tindakan.
  3. Pencurian, Kejahatan, segala yang buruk-buruk jadi melekat di nama Jleeb Al Shouyukh.

Cerita Inti

Baru-baru ini ada kasus di Kuwait, orang-orang di Jleeb Al Shouyukh marah-marah dengan merusak mobil-mobil, dan demo besar-besaran. Alasannya, mereka sudah hampir setengah tahun tidak menerima gaji. Bukan salah pemerintah Kuwait, tapi salah si agen sialan-kutu-kupret-kehed yang tidak berkeprimanusiaan yang mengkorupsi gaji yang cuma 20 dinar tadi.

Pendidikan rendah, gaji tak dibayar, gak punya duit, maka jadilah otot yang main.

Bukannya menghukum si agen yang jelas-jelas kepunyaan kuwaiti, pemerintah Kuwait malah menangkap orang-orang Bangladesh, digebukin, dan dipenjara.

Rencananya 1200 orang akan dipulangkan. Dan gaji mereka yang tidak dibayar itu, hilang lenyab begitu saja. Ini menurut teman saya yang baca di koran kuwait. Tapi ada yang bilang, gaji mereka akan segera dinaikkan kurang lebih dalam waktu 3 minggu. Tak tahu jadi berapa.

Penerapan hukum di Kuwait

Seperti Indonesia, hukum di Kuwait juga jadi bahan mainan. Bedanya di Indonesia uang berbicara, di Kuwait si wasta*-lah yang berkuasa.

*wasta: Kuwaiti yang punya koneksi banyak ke orang-orang pemerintahan

@ first picture taken from mediafox, second image taken from pajero’s blog

Related posts:

  1. Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca… :P Aku tak...
  2. Kenaikan standar gaji TKW Indonesia Sebuah kabar gembira tentunya untuk para TKW Indonesia. Tapi sebuah...
  3. TKW, merajut impian yang sia-sia Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka...
  4. Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...
  5. Masalah awal menggunakan mata uang baru Tentunya inilah pertama kalinya bagiku memegang uang yang bukan Rupiah....

Label:, , , , ,



Kategori:blog, general, kuwait, opinion



48 Responses

  1. didut says:

    msh mending indonesia?!?!?!

  2. kucluk says:

    ternyata masih ada yang seperti itu…

    wew..

  3. Yogi says:

    Wew, tampaknya kita sudah punya calon pengganti alm Munir nich :D.

  4. Agen dikasih 100 KD, pekerjanya dijanjiin 40 KD, tapi cuma dikasih 18 KD karena 22 KD untuk uang makan dan rumah.

    Dari 18 KD ini, dipalak lagi sama supervisornya yang dari BANGLADESH juga. 100 KD pertahun.

    Kalau tidak dikasih, ya gajinya gak diurus.

  5. Luthfi says:

    kalo ngliat cowok terus tiap hari, kumpul ama cowok, apa ndak jadi homok tuh orang2 bangladesh?

  6. Bagas says:

    spikless

  7. Jauhari says:

    Mendadak TOBAT?

  8. geblek says:

    wowowwww ada apa nih :)
    kapan pulang kampung lg dats

  9. bangsari says:

    arab dodol! gitu kok ngaku negara islam? huh!

  10. Indra says:

    gak nyangka ya.. segitunya negara kayak kuwait.. msh mending indo :p

  11. ajp says:

    ternyata segitunya yaaaacch….

  12. Dev says:

    Kayanya itu berlaku untuk semua negara Arab dech… Memang negara islam, tapi tetapa aja disana temapat atau warisannya jahilyah… *esmosi* :)

  13. dats, itu lo poto orang digebukin… mereka gak sentimen apa?? jgn2 lo abis itu langsung cabut yak… :mrgreen:

  14. putradi says:

    Indonesia juga lama-lama jadi seperti itu tuh ..

    Berapa banyak sih pekerja Indonesia yang bisa bekerja sebagai expert worker seperti mas didats di luar negeri.

    Kebanyakan kan cuman jadi buruh kasar .. Duh, kalo sampai saudara sebangsa diperlakukan seperti itu di luar negeri .. Apa ga sakit hati ?

  15. sijablay says:

    Dats, baca nih: http://www.detiknews.com/read/2008/08/18/012059/990273/10/suara-warga-indonesia-dari-balik-penjara-di-uni-emirat-arab

    “… Pada umumnya mereka ditahan karena kasus-kasus ringan. Seperti pengakuan seorang TKW remaja, kalau dirinya ditahan karena bersama pasangannya berpacaran di taman.”

    Jangan sampai kamu kena gap ya disana, hati-hati.

    *Kabur*

  16. lutfi says:

    menyesakkan kalo mendengar hal2 yg kayak gini…..sampaiKapan????

  17. junthit says:

    Sebenarnya kasian melihat nasib mereka, tetapi dari pengalaman saya kalau mereka dikasihani malah ngerjain kita. saya sampai lupa berapa banyak barang saya yg di embat oleh mereka..

  18. pututik says:

    yg kasihan malah tkw indonesia yg dijadikan lacur. :(

  19. andif says:

    tidak kangen kampung halaman bro??

  20. pitri says:

    “lalu dikumpulkan begitu saja di dalam sebuah kamar, dan tiap hari ngeliat cowok terus-terusan..”

    iya bang didats, setuju sama lutfi, tadi dibilang kumpul ma cowok2. trus masalahnya kok jadi penculikan perempuan? binyun. klo kemudian banyak yg jadi homo baru nyambung.. hehe

    piss n salam kenal

  21. lama ga’ mampir n crita lo ttg kuwait masih suram aja. koq lo betah sih, udeh pulang ajah, dah cukup modal kan:D

  22. enggink says:

    apa itu watak suatu bangsa ya, yang ga bisa hilang sepanjang jaman

  23. setiawan says:

    Mu nambahin aja…, kalo gak salah yang bikin buku panduan wordpress orang Bangladesh loh…
    http://hasin.wordpress.com/

    Jadi seperti di negara kita juga (Indonesia), yg pinter banyak…, yang selalu korban orang pinter juga banyak..
    he..he…

    Semoga sukses di negeri seberang ya…

  24. seno says:

    Kejam sekali?? Mudah2an masalah2 rasisme di daerah arab, dapat segera dihilangkan. Menyedihkan, apalagi membaca nasib TKI Indonesia yang jadi pelacur, menyedihkan….!

  25. Arm says:

    Mendingan kerja di negara barat,meskipun pekerja kasar tapi ada jaminan HAM,manusianya lebih beradat,berakal dan berbudaya.Dasar negara Arab,kontol aja di besarin moral kecil…

  26. bluedee says:

    sadis juga tuh para kuwaiti mas didats.

  27. BoeTOet52 says:

    wah Bro!!. lebih sadis dinegara telcinta ini “enonesa kita”.
    kalo masalah potong memotong enonesa juga bisa, sampe BLT ada juga tu potongannya. tapi masih mendingan bukan kemaluan penerima BLT tu yang di potong nya.. hik..hikk..@^%$*-*@~↕♀♂

    wuiooh..lihatlah negala telcinta kita saat ini.

    - EoF -

  28. Vanez says:

    hicks…kejam!!!!! :(

  29. zamdesign says:

    Ya Allah berilah balasan untuk si agen sialan-kutu-kupret-kehed yang tidak berkeprimanusiaan, amien

  30. rafeesya says:

    suami saya org bangladesh lho :). Kami tinggal di calgary kanada.. well, mudah2an hanya segelintir saja jumlahnya yg bernasib seperti yg diceritakan diatas.. karena banyak juga migran professional dari bangladesh yg sukses hampir di seluruh penjuru dunia ini. kebanyakan dari mereka sih berprofesi sbg mechanical/electrical engineer

  31. seno says:

    Ternyata, rasisme ada dimana2.

  32. budi says:

    Promosi….

    Bikin Kaos, kemeja, jumper, dll

    info, kunjungi http://www.clothing-line.net

    terima kasih

  33. seno says:

    ust wanna say, minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir bathin. hopes this lebaran be a new state our success. Amin. Regards seno n family.

  34. tyomaggot says:

    calo – calo tki di Indonesia banyak juga lho yang kayak gitu… duh kok tega – teganya..

  35. [...] awakmu ora tau posting maneh to cak? Sibuk Po? mbok posting [...]

  36. zamdesign says:

    padahal di islam tidak boleh rasis, dan kuwait mayoritas muslim tanya kenapa

  37. hari says:

    kampret lu mate kemana sich? gak pernah nonggol lagi.. kutu busuk lu

  38. dadan says:

    wah.. masih ada ‘perbudakan’ model kayak gitu ya .. **elus dada**

  39. tomo says:

    Asu Pantek!!!! Lu mate kemana sich !!!!!!!!!

  40. chodirin says:

    hem.. baru tau kuwait kayak ggitu

  41. Redline says:

    jaman emang dah edah… susah bedain mana lawan mana kawan… pdahal ceramah para ustad sesama muslim adalah sodara…. ga peduli mo dari suku, bangsa , kulit mana… ntar lama2 ga ada yg bisa dipercaya…

  42. paCamat says:

    Moral manusia ko semakin turun aja yah, apa karena keberatan bawa minyak bumi kali yahh

  43. tomo says:

    Kontol Lu didats Lu mate kemana? Hutang gw bayar dulu !!!!!!!!

  44. tomo says:

    asu Kowe!!!!!!!!!1

  45. tomo says:

    Jancuk Tenan Lu mate kemana sich?

  46. joko says:

    di saudi arabia juga terjadi seperti itu mas Didat, tapi di Qatar kayaknya saya belum liat, salam kenal dari Qatar

  47. appleG4 says:

    wah kasian juga orang, lain yang cape2 dia ongkang2 dapet duit

  48. abdi says:

    Masih mending di indonesia kayanya, tapi ko betah mas kerja di kuwait? emang negara maju ya disana?