in blog

Quranesia, aplikasi Quran untuk orang Indonesia

quranesia-long1

Saya adalah pemakai aplikasi Quran digital di iPhone dan iPad. Dari pengalaman menggunakan aplikasi Quran inilah saya mendapatkan beberapa kelemahan yang ada dalam rata-rata aplikasi yang saya unduh.

Kelemahan paling utama adalah, rata-rata aplikasi hanya menampilkan ayat berdasarkan surat yang dipilih. Jadi pengalaman membaca versi cetak dan versi digital sangat berbeda. Ketika ada aplikasi yang mengutamakan halaman yang sama dengan versi cetak, kebanyakan dari mereka adalah gambar quran versi cetak perhalaman. Sehingga tidak memungkinkan untuk menampilkan terjemahan langsung per ayat.

Dengan pertimbangan di atas, saya menyadari bagaimana kebutuhan saya terhadap aplikasi Quran, dan berfikir ada banyak orang yang menginginkan aplikasi Quran seperti yang saya mau.

Proses

Proses pembuatan aplikasi Quran bukanlah sesuatu yang singkat dan tidak begitu saja mengalir. Karena sejujurnya, aplikasi ini sudah hampir 3 kali ganti desain, mulai dari desain yang menyerupai bentuk Quran, sampai yang ada sekarang.

Mood saya juga sering berganti ketika mengerjakan aplikasi ini, mungkin karena aplikasi ini nantinya akan berguna, maka setan-setan berkeliaran ketika saya pulang kantor dan mau mulai meneruskan.

Ada hal yang cukup sering diganti-ganti, yaitu jenis font arab yang saya gunakan. Awalnya saya memilih tulisan arab sebagai teks semata-mata agar nanti mudah membuat aplikasinya berjalan di iPhone dan iPad sekaligus, dan karena faktor ukuran berkas aplikasi. Dengan menggunakan teks, aplikasi Quran akan sekitar 25 – 30 MB.

Tapi sayang, semua jenis font sudah saya gunakan, tapi tetap saja ada beberapa hal yang tidak sreg. Sampai sini saya tinggalkan aplikasi ini, dan beralih mengerjakan Calegram dan Presidenesia.

Setelah bersenang-senang dengan aplikasi lain, akhirnya saya memulai lagi petualangan dengan aplikasi ini, dan dalam seminggu waktu kosong saya (antara pukul 21.00 – 24.00 dan pukul 04.00 – 08.30), akhirnya semua selesai.

Apa yang spesial dari Quranesia?

Seperti pada paragraf pertama yang saya tulis, Quranesia terbagi atas halaman yang sama seperti Quran versi cetak. Selain itu, aplikasi ini juga  punya desain yang modern (uhuk-uhuk *ceritanya batuk*) dan mudah menjelajah isi Quran berdasarkan halaman, surat atau juz.

Fitur lanjutan

Aplikasi ini sebenarnya sudah cukup untuk sekadar pengganti Quran veri cetak, tapi sebagai Quran digital, terus terang masih jauh dari kata ideal. Beberapa hal yang menurut saya bisa membuat aplikasi ini ideal adalah (dalam nomor urut yang acak):

  1. Versi iPad
    Walaupun dari statistik pengguna iPad di Indonesia tidak terlalu banyak (sekitar 8-12% dari pengguna iPhone), tapi keberadaan aplikasi di layar iPad juga penting.

    Beberapa kendala dalam mengerjakan ini adalah, teks arab yang berukuran tetap sehingga agak sulit diimplementasikan. Jika saya tidak juga mendapatkan ilham, kemungkinan akan saya pisah dengan versi iPhone.

  2. Audio per halaman
    Kebanyakan aplikasi Quran hanya mempunyai audio per surat, karena Quranesia juga membutuhkan audio per ayat untuk digunakan di fitur hafalan, maka entahlah apa yang akan saya lakukan nanti. Kemungkinan fitur ini akan dikerjakan terakhir.
  3. Target khatam Quran
    Fitur inilah yang akan menjadi kekuatan aplikasi Quranesia nantinya. Idenya adalah, jika saya mau khatam Quran dalam 3 bulan, maka aplikasi akan mengatur semua hal berapa halaman yang harus saya baca perhari.

    Pengguna hanya cukup memasukkan tanggal awal, tanggal akhir, dan awal ayat.

  4. Bacaan perhari
    Idenya adalah bagaimana pengguna bisa terus membaca Quran tanpa sadar dalam beberapa tahun sudah khatam. Jadi aplikasi akan membagi Quran dalam x bagian, kemudian tiap hari pengguna disuguhkan untuk membaca 5 – 10 ayat di tiap bagian, dan begitu seterusnya.
  5. Pencarian kata
    Tidak perlu dijelaskan lebih detil sepertinya.

Versi Android?

Sebelum banyak komentar yang masuk mengenai versi Android, saya akan tulis di sini dulu. Kalau masih ditanya berarti bagian ini tidak dibaca. Hehe.

Ada banyak yang bertanya tentang versi Android setelah saya merilis Quranesia ini. Saya tidak menyalahkan mereka jika mereka tidak tahu bahwa membuat aplikasi iOS dan Android itu dunia yang berbeda.

Bahasa beda, lingkungan beda, dan semua beda kecuali konsepnya. Jadi rasanya pas kalo saya bilang, mohon jangan ditunggu versi Androidnya, Allah belum memberi kepercayaan untuk saya bisa membuat aplikasi Android (atau kemungkinan besar saya yang kurang berusaha. Hehehe).

===

Unduh Quranesia sekarang juga di App store.

 

  1. Mantap nih aplikasinya! Saya lihat ide-idenya untuk membuat aplikasi iOS sangat bagus.

    Untuk pengguna Android, sebenarnya sudah ada aplikasi Quran Android yang support dengan banyak bahasa, termasuk bahasa indonesia, dengan tampilan yang nyaris sama dengan aplikasi yang dikembangkan Mas Didats. Di antara fiturnya adalah versi malam yang menampilkan background hitam, pembaca dengan banyak pilihan qari’, terjemah, tafsir, serta kemudahan akses. Menurut saya ini salah satu aplikasi android wajib.

    Sedangkan aplikasi lain adalah Ayat: Holy Quran (oleh ET KSU) yang memiliki beberapa opsi mushaf sehingga dapat memilih mushaf mana yang sesuai selera. Fitur-fiturnya nyaris sama, termasuk terjemahan dalam berbagai bahasa.

    Salam,

    • Terima kasih mas imponk. Saya rasa ada beberapa perbedaan dengan aplikasi saya.

      Yang pertama, aplikasi-aplikasi yg disebutkan di atas adalah quran versi cetak yang di copy-paste ke dalam aplikasi. Kelemahan aplikasi jenis ini tidak bisa membaca langsung terjemahan tanpa melakukan sesuatu (tap pada ayat misalnya).

      Pembacaan versi malam tadinya ada di aplikasi saya, tapi saya umpetin dulu, dan sampai sekarang belum ada yang minta. Kemungkinan gak terlalu dibutuhkan orang Indonesia.

      Dengan versi 1.1 yang akan rilis sekitar Insha Allah 1 minggu lagi (sudah dikirim ke Apple), ada fitur playlist dimana pengguna bisa mendengarkan versi audio sesuai dengan surat-surat yang dia pilih.

Comments are closed.